BSSN AJAK KOLABORASI BUMN NDHI PERKUAT KEAMANAN SIBER

Dalam upaya meningkatkan kemampuan keamanan dalam bidang siber, perusahaan BUMN yang tergabung dalam kluster National Defence and Hightech Industries (NDHI) sepakat menjalin kerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kerjasama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose, beserta anggota NDHI lainnya dan juga nantinya oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjend TNI (Purn.) Hinsa Siburian yang berhalangan hadir. Penandatanganan disaksikan oleh Deputi Bidang Proteksi, Akhmad Toha, di  Hotel Savoy Homann, Bandung, 28 Oktober 2019. 
 
Dalam sambutannya, Akhmad Toha mengatakan tantangan dan ancaman dalam dimensi siber, perlu diantisipasi bersama oleh multi stakeholder termasuk didalamnya BSSN yang dibentuk oleh pemerintah untuk berkolaborasi dengan berbagai institusi guna menjalan tugas melaksanakan keamanan siber yang efektik dan efisien.
 
“BSSN dalam menjalankan tugasnya mengedapankan prinsip kolaborasi dan sinergi dengan berbagai sektor, untuk mengambil langkah pro aktif dalam mengelola resiko dan memperkuat keamanan dan ketahanan ruang siber” ujarnya. 
 
Dalam rangka mendukung pengembangan perangkat keamanan siber, BSSN menyusun roadmap sertifikasi produk teknologi informasi. Melalui roadmap tersebut diharapkan pada tahun 2021 telah ada standar produk teknologi informasi minimal dalam tiga jenis kategori produk yaitu mobile application, web application, dan network security devices. 
 
Sehubungan dengan hal tersebut diharapkan perangkat-perangkat yang diproduksi oleh Indonesia khususnya yang diproduksi oleh NDHI dapat memanfaatkan sertifikasi produk tersbut. Sehingga startup local dibidang keamanan siber maupun NDHI akan mendapatkan jaminan keamanan prouk serta diakui secara international.
 
Kolaborasi BSSN dengan NDHI dapat dilakukan beberapa domain keamaman dan siber Yaitu framework dan standart, tata kelola, penilaian resiko, trade intelejen, secutity arsitektur, security operation keamanan fisik, dan pengembangan karir. Sebagai informasi, menurut data yang terhimpun indeks keamanan siber Indonesia telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari urutan ke 70 pada tahun 2017 menjadi urutan ke 41 dari 175 negara pada tahun 2018, pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi dari semua pihak. (Bani)
 

Kategori Artikel
Sub Kategori Berita