BJ HABIBIE SOSOK YANG BERJASA BESAR DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI PERTAHANAN

Direktur Utama, Abraham Mose mengucapkan turut berduka cita dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Presiden ke-3 RI yang sekaligus pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad (Persero), Prof. DR. BJ Habibie.

“Segenap Direksi, Komisaris dan seluruh karyawan PT Pindad (Persero) turut berbela sungkawa atas berpulangnya ke Rahmatullah Bapak Prof. DR. BJ Habibie yang merupakan tokoh nasional Presiden RI ke-3, yang juga dikenal sebagai bapak teknologi indonesia yang menetapkan dasar-dasar riset dan teknologi di Indonesia,” ujar Abraham.

Abraham mengenang ide, mimpi dan kontribusi beliau saat menjabat sebagai Dirut Pindad.

“Beliau semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad (Persero) yang pertama setelah Pindad menjadi BUMN, beliau menjabat sebagai Dirut PT Pindad (Persero) selama 15 tahun dari tahun 1983 -1998, dan dengan ide beliau lah dicetuskan bagaimana kemandirian Indonesia dalam industri pertahanan dengan mengedepankan riset, development dan inovasi serta harus bisa menciptakan produk militer secara mandiri.

“Dasar-dasar ide beliau itulah yang menjadi dasar bagi kami PT Pindad (Persero) selalu mengedapankan riset, development dan inovasi di bidang industri pertahanan,” lanjut Abraham.

Saat Pindad beralih ke sipil dan menjadi BUMN pada 1983, Beliau juga lah yang menetapkan fondasi saat menahkodai tim corporate plan dalam menetapkan perencanaan secara seksama. Kala itu beliau merangkap jabatan sebagai ketua BPPT. Sejak itu, secara efektif peran BPPT dalam mengkaji dan menerapkan teknologi di Pindad mulai dilaksanakan.

Habibie mengapresiasi perkembangan Pindad yang telah mampu membuat berbagai produk pertahanan dan keamanan seperti secara mandiri dan berpesan untuk mengembangkan bisnis yang lebih besar lagi termasuk sektor industrial dengan memanfaatkan SDM dan teknologi yang ada.

“Saat ini saya lihat Pindad sudah membuat SS1, itu bagus, Sekarang juga ada Panser Anoa. Tetapi perlu diperhatikan juga strategi jangka panjang. Jangan sampai Pindad hanya mengandalkan pesanan dari anggaran militer. Kita masih punya peluang mengembangkan bisnis yang lebih besar lagi dengan kompetensi SDM yang sudah ada dan penguasaan teknologi yang Pindad miliki saat ini,” ujar Habibie pada buku 30 tahun Pindad.

Beliau juga sempat menuliskan pesan dan harapannya pada bingkai foto beliau saat menghadiri booth Pindad pada Habibie Festival tahun 2016 di Jakarta.

“Semoga Pindad selalu di garis depan mengembangkan dan menerapkan teknologi terkini membangun industri pertahanan,” pesan Habibie.

Habibie menyampaikan bahwa kunci dalam industri yaitu QCD. Q itu Quality, segala sesuatunya harus dibuat berkualitas tinggi dan konsisten. C itu Cost, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis. D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu.

Industri-industri strategis yang dirintis Habibie (IPTN, Pindad, PAL) memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri nasional seperti pesawat terbang, senjata, amunisi, kapal, panser, kendaraan dan masih banyak lagi baik untuk keperluan sipil maupun militer.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel