Pindad Jajaki Ekspor Panser ke Timur Tengah

 

KAMIS, 21 JANUARI 2016

BANDUNG - PT Pindad (Persero)akan mengekspor panser Anoa ke wilayah Timur Tengah. Direktur Utama Pindad, Silmy Karim,mengatakan dalam waktu dekat Pindad akan mengirimkan satu unit Anoa ke Timur Tengah untuk diuji.

Menurut Silmy, potensi ekspor panser Anoa bisa mencapai US$ 300 juta(Rp 4,18 triliun). "Bisnis ini akan kami jalankan dalam dua tahun ke depan," kata dia di kantornya, kemarin. Anoa adalah produk kendaraan tempur dengan kandungan lokal hingga 90 persen. Hanya komponen mesin dari panser ini yang masih diimpor. Sebelumnya, Pindad akan mengirimkan panser Anoa ke Darfur, Sudan,untuk mendukung misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sejak 2008, Pindad menerima pesanan 226 unit Anoa dari TNI. Pindad memproduksi lima jenis Anoa, yakni panser dengan kanon 20 milimeter, panser kanon s-60 dengan pucuk meriam 57 mm atau panser anti-tank, panser APC(armoured personel carrier)atau kendaraan lapis baja pembawa personel, panser ambulans, dan panser khusus reparasi atau pengangkut kendaraan rusak.

Selain mengekspor panser Anoa ke Timur Tengah, Pindad menerima pesanan 50 unit panser Badak dari Kementerian Pertahanan. Badak yang diperkenalkan pada pameran Indo Defence 2014 merupakan pengembangan dari Anoa. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemesanan panser Badak merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap Pindad selaku pemain utama dalam industri persenjataan nasional."Dengan persetujuan Menteri Pertahanan,kita pesan 50 kalau sudah lulus uji," kata Kalla.

Pindad mengklaim telah menyelesaikan pengujian Badak untuk mendapatkan sertifikasi pada akhir tahunlalu. Sebelumnya,juru bicara Pindad, Hardantono,mengatakan Badak sukses mengikuti uji tembak dengan kanon kaliber90 milimeter pada Desember lalu. Uji tembak tersebut merupakan bagian dari proses sertifikasi oleh Dinas Penelitiandan Pengembangan TNI Angkatan Darat. Selepas uji tembak tersebut, Badak akan menjalani pengujian lapangan hingga daya jelajah yang tuntas pada akhir bulan ini. Pindad mematoktarget produksi 25-30 unit panser Badak dalam setahun. Untuk itu, Pindad bekerja sama dengan perusahaan pertahanan Belgia,CMI Defence. CMI akan mengembangkan kanon 90 milimeter yang menjadi senjata andalan Badak.

TIKA PRIMANDARI | INDRA WIJAYA | AHMAD FIKRI (BANDUNG

Sumber : http://koran.tempo.co/konten/2016/01/21/391843/Pindad-Jajaki-Ekspor-Panser-ke-Timur-Tengah

Kategori Artikel