Saturday, 19 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Achievements

Activity

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Polls

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Penurunan Nilai Tukar Petani Kalbar 0,09 Persen

4 March 2013

Foto: bd/ant

(Berita Daerah – Kalimantan) Nilai tukar petani (NTP) Kalimantan Barat sebesar 99,37 persen pada bulan Februari 2013, mengalami penurunan 0,09 dibanding bulan sebelumnya tercatat 99,47 persen.

“Menurunnya NTP itu akibat indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,14 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar naik 0,23 persen,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, Edi Rahman Asmara di Pontianak, Minggu.

BPS Kalbar mencatat, NTP tanaman padi dan palawija selama Februari 2013 mengalami penurunan sebesar 0,50 persen, dari sebelumnya 96,97 poin, menjadi 97,46 poin.

Kondisi itu disusul NTP hortikultura juga turun sebesar 0,16 persen, dari 101,91 poin, menjadi 101,75 poin, NTP peternakan turun sebesar 0,13 persen, dari 79,17 poin, menjadi 79,07 poin.

“Untuk NTP tanaman perkebunan rakyat mengalami kenaikan sebesar 0,49 persen, dari 108,81 poin, menjadi 109,35 poin dan NTP perikanan naik sebesar 0,38 persen dari sebelumnya 103,64 poin menjadi 104,03 poin,” tutur Edi.

Menurut Edi, dari empat provinsi di Kalimantan, hanya NTP Kalimantan Selatan yang mengalami kenaikan sebesar 0,35 persen. Sementara tiga provinsi lainnya mengalami penurunan, yakni Kalimantan Timur 0,52 persen, Kalimantan Tengah 0,18 persen dan Kalbar sebesar 0,09 persen.

BPS Kalbar mencatat, angka sementara produksi jagung Kalbar selama tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 5,79 persen dibanding tahun 2011.

“Peningkatan produksi tersebut berkat produktivitas sebesar 170.123 ton dengan luas panen 44.642 hektare, dari tahun sebelumnya 160.819 ton,” katanya.

Edi menjelaskan, Provinsi Kalbar masih menjadi sentra produksi jagung untuk Kalimantan, yakni sebesar 56,70 persen, sementara sisanya sekitar 43,30 persen tersebar di tiga provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Selatan sebesar 37,35 persen, Kalimantan Timur 3,31 persen dan Kalimantan Tengah 2,63 persen.

Untuk produksi padi Kalbar tahun 2012 mengalami penurunan 5,31 persen, yakni 1.372.988 ton menjadi 1.300.100 ton, kata Edi.

Produksi padi tersebut dengan luas panen 427.798 hektare, yang terdiri padi ladang seluas 205.201 hekatre dan padi sawah seluas 320.166 hektare.

“Kalbar merupakan provinsi dengan produksi padi terbesar kedua, yakni 27,69 persen, setelah Kalimantan Selatan sebesar 44,43 persen, Kalteng 16,09 persen, dan Kaltim 11,79 persen,” kata Edi.

(et/ET/bd-ant)



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>