Sunday, 20 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Achievements

Activity

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Polls

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Kebijakan perberasan perlu direvisi

22 November 2010

        “Menghadapi perubahan iklim pemerintah semestinya menata ulang kebijakan perberasan. Perencanaan pembangunan pertanian, seperti tata guna lahan dan infrastruktur untuk mengurangi resiko perubahan iklim juga harus ditata ulang,”ungkap M Husein Sawit, pengamat ekonomi perberasan, Selasa pekan ini.
         Selain itu, sambungnya, pemerintah harus memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP), baik jumlah maupun kualitasnya Saat ini pemerintah hanya menguasai 500.000 ton hanya cukup untuk keperluan 6 hari. Dia membandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina menetapkan untuk keperluan 22 hari . Padahal pangan lebih pentung ketimbang BBM.
        Husein menjelaskan sebagai salah satu negara dengan konsumsi beras tertinggi dalam kerja sama Asean plus 3, Indonesia tergolong rentan bencana alam, atau paling parah setelah Filipina dan China.
        Namun, China menguasai  34 juta ton beras sebagai cadangan pemerintah. Meskipun cadangan beras Filipina tergolong rendah 750.000 ton, tetapi dapat menutupi keperluan darurat selama 15 hari.
       “Jika pemerintah memperbesar CBP, kualitas tidak boleh tunggal (kualitas medium), tetapi harus punya kualitas premium/super. Beras kualitas premium lebih lama daya simpan, serta penyaluran tidak sulit, termasuk ekspor bila kelebihan stok,”  Bahkan imbuhnya, untuk operasi pasar lebih efektif, karena lebih banyak diminati masyarakat kota. Dia menyarankan pemerintah menerapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah multikualitas.yakni kualitas medium dan premium. Dengan adanya HPP kualitas premium lebih tinggi, Perum Bulog bisa menyerap beras pada musim gadu (I dan II) seiring dengan perbaikan kualitas dan harga lebih tinggi.
    HPP harus mampu dirancang sehingga petani dan penggilingan padi terangsang untuk memperbaiki kualitas gabah/beras, yang selama ini terpasung oleh HPP tunggal yang telah diterapkan 41 tahun lalu, tanpa perubahan,”ungkapnya. Husein menyarankan pemerintah perlu mengubah strategi, termasuk dalam mitigasi, adaptasi, teknologi serta riset dan penyuluhan.
   Penggunaan mekanisasi dalam kegiatan panen dan pascapanen perlu diperluas, sehingga mampu menyelamatkan produksi dari kehilangan hasil dan penurunan kualitas gabah/beras . Strategi itu akan jauh lebih mudah daripada perluasan areal sawah.

Sedang Dibahas

   Deputi Menko Perekonomian bidang kelautan dan pertanian Diah Maulida menjelaskan pemerintah sedang menggodok Inpres Perberasan yang baru. Kebijakan Perberasan akan lebih konprehensif, karena akan ada instruksi ke setiap Kementerian.
  Kebijakan Perberasan yang baru nantinya akan lebih mengakomodasi persoalan nonharga, misalnya aspek produksi, penggunaan bibit dan persoalan distribusi. Namun pemerintah tetap menjaga agar jangan kebijakan perberasan yang baru ini tidak berbentuan dengan tugas pokok dan fungsi kementerian yang ada.
   Pada dasarnya, sambungnya, kebijakan perberasan lebih konprehensif tidak hanya fokus pada HPP tetapi dari hulu (on farm) hingga hilir (off farm) terkait dengan perubahan iklim. Dengan mengakomodasi perubahan iklim, pemerintah berharap bisa lebih cepat bertindak jika terjadi gangguan produksi padi karena iklim. Untuk itu dalam kebijakan itu juga akan mengaitkan dengan pengadaan bibit yang tahan terhadap gangguan iklim, pengendalian hama, dan penyuluhan.

Source :Bisnis Indonesia, bambang s



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>