Wednesday, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Achievements

CEO, CFO dan Investor Relations Pertamina Terbaik di Asia

Activity

April  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Contact Us

pic

Polls

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

SUPPLY LOSS PERTAMINA LEBIH BAIK DARI STANDAR; Tidak Benar Supply Loss Pertamina Meningkat

1 June 2006

Jakarta, Supply loss Pertamina dalam penditribusian BBM justru lebih baik 0,2% dari angka standar toleransi yang berlaku 0,5%. Supply loss pada tiga tahun terakhir justru menunjukkan angka 0,3% atau jauh lebih baik dari angka toleransi. Hal ini menunjukkan besarnya perhatian manajemen Pertamina untuk terus memperbaiki angka persentase supply loss. Upaya yang telah ditempuh manajemen diantaranya dengan menetapkan target supply loss sebagai bagian dari Ukuran Kinerja Terpilih (UKT) para General Manager Pemasaran di lapangan. Pertamina melalui Satuan Pengawas internal (SPI) juga melakukan penelitian dan telah menetapkan panduan baru dalam penanganan loses. Untuk 2006 angka toleransi supply loss dikunci pada angka 0,2%.

Berdasarkan data akurat perhitungan volume supply loss Pertamina untuk 2003 sebesar 222.197.347 barrel atau senilai Rp. 59.541.386.423,- dari total volume penjualan BBM 58,7 juta kilo liter. Untuk 2004 volume supply loss mengalami sedikit kenaikan hingga 274.965.048 barrel atau senilai Rp. 110.755. 436.782,- karena total volume penjualan BBM juga meningkat menjadi 60,1 juta kilo liter. Pada 2005 angka supply loss kembali turun menjadi 232.540.471 barrel atau senilai Rp. 136.099.579.279,- meskipun penjualan BBM meningkat hingga 61,9 juta kilo liter. Berdasarkan rata-rata persentase dalam tiga tahun terakhir justu menunjukkan adanya penurunan supply loss meskipun nilainya naik karena semakin tingginya harga BBM dari tahun ke tahun.

Supply loss merupakan angka toleransi yang diakibatkan adanya perbedaan pembacaan karena perbedaan alat ukur, perbedaan metode pengukuran atau perbedaan pencatatan satuan yang digunakan, perbedaan sistem distribusi, perbedaan alat transportasi dan akibat adanya penguapan selama bahan bakar dipindahkan atau diangkut dari satu tempat ke tempat lain. Angka toleransi ini bukan merupakan besaran nilai yang hilang akibat tindakan pidana atau penyalahgunaan tetapi lebih diakibatkan oleh sistem distribusi dan sifat dari BBM itu sendiri yang mudah menguap pada suhu tertentu. Oleh karena itu Pertamina telah dan terus berupaya memperbaiki sistem distribusi dan menerapkan target loses yang sangat ketat kepada semua unit operasi.

[hupmas]

Source :Rapat Konsultasi



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Your email address will not be published. Required fields are marked *

: *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>