Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Prestasi

CEO, CFO dan Investor Relations Pertamina Terbaik di Asia

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Pertamina – PGN Bentuk Perusahaan LNG Receiving Terminal di Jawa Barat

15 Pebruari 2010


Jakarta - PT Pertamina (Persero) bersama dengan PT Perusahaan
Gas Negara (PGN) Tbk, menandatangani perjanjian pemegang saham pembentukan joint venture company floating storage and
regasification terminal
 (FSRT) gas
alam cair LNG di Jawa Barat, Kamis (4/2).

Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan Direktur Utama
Pertamina Karen Agustiawan dengan Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, dan
disaksikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar serta Menteri ESDM Darwin Zahedy
Saleh.

Dalam perjanjian tersebut disepakati bahwa Pertamina memegang
kepemilikan saham sebesar 60 persen dan PGN 40 persen. Selain itu, Pertamina
juga akan mengirimkan wakilnya untuk menempati posisi Direktur Utama dan
Direktur Teknik dan Operasi, serta Komisaris Utama dan dua orang Komisaris.
Sedangkan wakil dari PGN akan menempati posisi Direktur Keuangan dan
Administrasi serta satu orang Komisaris.

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menyatakan bahwa
dengan penandatanganan ini, Pertamina membuktikan komitmennya dalam mengelola
energi untuk kepentingan bangsa. Proyek
ini juga bermanfaat bagi Pertamina untuk melengkapi LNG chain yang selama ini
telah ditangani lebih dari 30 tahun,
katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PGN Hendir Prio Santoso
menyatakan bahwa penandatanganan perjanjian ini menunjukkan komitmen PGN dan
Pertamina untuk bersinergi dalam upaya pemenuhan kebutuhan gas khususnya untuk
pembangkit listrik di dalam negeri. Hal
ini merupakan salah satu upaya PGN yang akan terus berupaya secara optimal
meningkatkan penyaluran dan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri, dalam rangka
pengembangan utilisasi LNG dalam memenuhi kebutuhan pasokan gas, untuk melengkapi
sumber pasok gas yang disalurkan melalui pipa
, paparnya.

Diketahui, penandatanganan tersebut merupakan kelanjutan dari
ketentuan-ketentuan pokok perjanjian yang ditandatangani pada 17 April 2009
lalu, tentang pembentukan perusahaan LNG Receiving
Terminal
antara Pertamina, PGN, dan PLN. Ketentuan pokok tersebut mencakup
kerja sama pembangunan LNG Receiving Terminal
dengan teknologi Floating Storage dan
Regasification Unit (FSRU) di daerah
Jawa Bagian Barat.

Pemanfaatan LNG tersebut nantinya akan ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan gas domestik khususnya bagi pembangkit listrik milik PLN.
Pasokan gas untuk kebutuhan fasilitas tersebut nantinya berasal dari sumber gas
di Kalimantan Timur dengan total volume sebesar 11,75 juta ton selama 11 tahun.

Pada mulanya konsorsium pemben-tukan perusahaan terdiri dari
tiga BUMN, yaitu Pertamina, PGN, dan PLN yang diberikan penugasan oleh
pemerintah untuk melakukan kerjasama pembangunan dan pengoperasian LNG Receiving Terminal.

Dalam perkembangannya, terjadi perubahan di mana pihak PLN
mengundurkan diri, namun akan tetap menjadi pembeli utama dari LNG Receiving Terminal tersebut.

Setelah penandatanganan
ini, badan hukum anak perusahaan untuk LNG Receiving Terminal ini diharapkan
berdiri dalam waktu dekat, sehingga proses konstruksi terminal dapat dimulai
di  tahun 2010 ini
, ujar
Karen.

Karen juga berharap, ke depan, Pertamina dan PGN dapat terus
berperan dalam peningkatan penggunaan gas bumi, sebagai sumber energi yang
lebih efisien, bersih, dan ramah lingkungan dalam rangka mendukung program pemerintah
untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

Di saat bersamaan, Pertamina dan PLN juga melakukan
penandatanganan nota kesepahaman pemanfaatan LNG di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dalam nota kesepahaman tersebut, Pertamina dan PLN menyatakan kesiapan untuk
menyelesaikan proyek pemanfaatan LNG di wilayah tersebut tepat pada waktunya.

Dalam kesempatan itu, Karen juga mengatakan, Pertamina akan
membuka beauty contest untuk mencari
mitra pemilik kapal yang akan diubah menjadi LNG terminal terapung (floating storage) pada akhir Februari
2010.

Menurutnya, beauty
contest
tersebut akan dilakukan untuk pengadaan dua buah kapal yang diubah
menjadi terminal LNG terapung yang akan dibangun Pertamina di Jawa Barat dan
Jawa Timur.

Sudah ada beberapa
perusahaan yang berminat untuk joint venture. Yang jelas, kami akan menjadi
pemilik mayoritas
,
tukasnya.
MPNDJ

Source :P ertamina



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>