Jumat, 18 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Prestasi

CEO, CFO dan Investor Relations Pertamina Terbaik di Asia

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Pengisian Tabung Elpiji 3 Kg Sesuai Standar Keamanan

26 Mei 2010



5elpiji_dicat


JAKARTA – Pengisian Tabung Elpiji
3 Kg oleh Pertamina telah memenuhi standar keamanan. Artinya tabung elpiji 3 Kg
yang dikeluarkan pertamina aman untuk didistribusikan kepada masyarakat. Hal
ini disampaikan VP Corporate Communication Pertamina, B. Trikora Putra, saat
melakukan sidak bersama sejumlah wartawan ke SPBE (Stasiun Pengisian Bulk
Elpiji) Depot Filling Plant II,  Jampea,
Tanjung Priok, (14/5).

Sistem pengisian tabung Elpiji 3 Kg di tempat ini, melewati
sejumlah tahap dan pengendalian mutu (quality control). Diawali
dengan pemeriksaan tabung kosong dari agen, pengisian elpiji secara
otomatis,  hingga melengkapi  rubber seal (karet pengaman).  Rubber seal ini harus dimasukkan ke tabung elpiji, dan dipastikan tertutup dengan
plastic 
cup-nya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa
pengisian dan pemeriksaan tabung elpiji telah sesuai prosedur
,  terang Trikora.

Selain melakukan pengisian, 
depot ini juga melakukan 
pemeliharaan tabung. Setiap hari sekitar 1500 tabung masuk ke bagian pemeliharaan,
dari total 95.000 tabung yang diisi per hari. 
Pemeliharaan yang dilakukan berupa pengecatan tabung yang sudah usang.

Prosedur pemeliharaan dilakukan di workshop pemeliharaan
tabung, dan melewati sejumlah proses meliputi : 
valve
fitting opening
(pembukaan katup, sekaligus pengosongan sisa gas), shot
blasting
(pengelupasan cat) , valve fitting closing
(penutupan  katup), pengecatan, dan leakage
test
(tes kebocoran tabung) dengan merendam di dalam air.  Sementara untuk pengecekan ulang kelayakan
tabung dilakukan setiap lima tahun sekali. Karena tabung baru diedarkan tahun
2007, maka pengecekan ulang kelayakan tabung 
baru dilakukan tahun 2012.

Dengan prosedur  ini dipastikan tabung-tabung elpiji yang
diisi Pertamina  telah memenuhi  Standar Nasional Indonesia, dan memenuhi  standar keselamatan
, ujar Trikora
menambahkan.

Kasus kecelakaan akibat penggunaan tabung gas, menurut Trikora,
lebih banyak disebabkan oleh kebocoran gas akibat selang  bocor, penggunaan kompor yang salah, dan
minimnya pemahaman masyarakat menggunakan Elpiji yang baik dan benar. Di
samping menggiatkan sosialisasi di masyarakat, Pertamina juga meningkatkan
pengawasan ke sejumlah agen, untuk memastikan tabung yang beredar tidak
dikurangi isi, maupun perlengkapan keamanannya.

 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Depot
Filling Plant II  mengoperasikan 120 unit
mesin pengisian gas elpiji otomatis, yang merupakan terbesar di Asia. Setiap
harinya rata-rata 95.000 tabung elpiji 3 kilogram diisi disini.  Suplai gas berasal dari Tanjung Uban sebanyak
50.000 metric ton, yang dikirim ke Tanjung Priok lewat Teluk Semangka, Lampung
dengan sistem  Ship to Ship.MPDSU

Source :P ertamina



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>