Jumat, 18 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Prestasi

CEO, CFO dan Investor Relations Pertamina Terbaik di Asia

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Bangkitkan Nasionalisme dengan Mengajar

20 Mei 2013

Hari ini, tepat 105 tahun bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional, yang didengungkan para pendahulu kita dalam membangun rasa persatuan, nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan, saat masa penjajahan Belanda. Walaupun kini mungkin tak banyak dari kita yang menyadarinya sebagai Hari Kebangkitan Nasional, karena memang sudah tidak diwajibkan lagi menggelar upacara.

Karena perjuangan pendahulu kita, generasi kini bisa menikmati hidup dalam suasana kemerdekaan, dan begitu dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang serba mudah dijangkau. Terkadang dengan kemudahan yang ada, kita lupa dengan apa yang telah diperjuangkan pendahulu kita, siapapun mereka. Baik yang berjasa secara langsung maupun tidak langsung.

Belakangan di era reformasi, justru lahir kebiasaan ‘menghardik’ para pendahulu. Sebagai contoh ketika seorang pimpinan lengser dari kursinya, seolah harus berhadapan dengan karma dihardik generasi selanjutnya. Sedikit kesalahan dianggap sebagai cacat masa lalu yang harus dibayar dengan berbagai sanksi sosial yang terasa lebih kejam dibandingkan sanksi hukum.

Manusia tidak ada yang sempurna. Tak luput dari segala kesalahan. Karena sejarah di negara manapun, secacat para pendahulu, maupun para pemimpin, tetap akan dicatat sebagai pahlawan yang berjasa bagi kemajuan negara. Setidaknya masih ada nilia-nilai luhur dan sifat positif yang bisa diambil sebagai suri tauladan bagi generasi berikutnya. Seperti semangat nasionalisme, kerja keras dan perjuangan.

Bisa jadi lunturnya sikap nasionalisme para generasi globalisasi di tanah air ini, mendorong Kementerian BUMN mengisi Hari Kebangkitan Nasional dengan mewajibkan para Direksi BUMN untuk mengajar di SMA. Kegiatan yang terinspirasi dari Gerakan Indonesia Mengajar ini mengajak para Direksi BUMN untuk  berbagi kisah sukses. Yakni bercerita tentang perjuangan dalam mencapai posisi saat ini, memberikan gambaran tentang profesi yang digeluti serta dampaknya bagi masyarakat. Selain itu para Direksi diminta untuk menanamkan nilia-nilai kejujuran, kerja keras dan tekad yang kuat dalam menggapi cita-cita.

Hari ini seluruh jajaran Direksi Pertamina melakukan kegiatan mengajar di SMA di sekolah tempat direksi menimba ilmu atau daerah terdekat dari wilayah operasi perusahaan. Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan akan mengajar di SMA 2 Cikampek, Direktur SDM Evita M. Tagor mengajar di SMAN 5 Kosambi, Kabupaten Tangerang, Direktur Gas Hari Karyuliarto akan mengajar SMA dan SMK BOPKRI Wates, Direktur Hulu M. Husen mengajar di SMK At Taqwa, Babelan, Bekasi, Direktur Keuangan Andri T. Hidayat mengajar di SMAN 2 Padalarang, Jawa Barat, Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya mengajar di SMA 2 Cepu, dan Direktur PIMR, M. Afdal Bahaudin mengajar di SMA Yayasan Al Ma’soem, Sumedang, Jawa Barat.

Semoga kegiatan tersebut bisa memberikan inspirasi dan memotivasi para siswa agar kembali memiliki semangat nasionalisme, menjadi generasi kuat yang memiliki integritas dalam membangun Indonesia di masa yang akan datang.