Serah Terima Blok Mahakam, Kepala SKK Migas: Ini Urusan Bisnis, Tidak Ada Isu

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN -- Alih kelola secara resmi Blok Mahakam dari Total Exploration and Production Indonesie (TEPI) kepada PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) telah dilaksanakan pada malam pergantian tahun Minggu, (1/1/2018) di Club House Gunung Utara, Balikpapan.

Itu artinya pengelolaan lapangan-lapangan minyak dan gas di rawa-rawa besar muara Sungai Mahakam itu kini telah beralih ke tangan putra-putri Indonesia.

 

Di sisi lain, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan bahwa dalam serah terima tersebut tidak ada isu nasionalisasi.

Ia justru melihat bahwa serah terima tersebut adalah hal yang biasa dalam bisnis dan itu artinya, pengelola wilayah kerja mahakam berikutnya yaitu Pertamina Hulu Mahakam (PHM)

"Jadi serah terima wilayah kerja Mahakam ini adalah hal yang biasa, hal yang normal. Tidak ada isu nasionalisasi, tidak ada isu-isu  yang berwarna nasional. Ini urusan business to business," kata Amin dalam sambutannya.

Amin juga menekankan bahwa PHM sebagai operator terbaru di WK Mahakam diharapkan dapat memberi pemasukan bagi negara.

"SKK Migas melihat pengelola Blok Mahakam adalah business partner.  Bagi negera, Blok Mahakam dilihat sebagai yang menghasilkan gas yang kemudian menghasilkan penerimaan negara dari migas. Tentunya bukan semata-mata gas, ada kondensat juga. Tapi yang penting adalah penerimaan keuangan negara dari migas," kata Amin.

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menjadi pemegang hak kelola mayoritas di Blok Mahakam yaitu sebesar 51%. TEPI paling banyak hanya akan memegang 39% hak kelola. Sedangkan pemerintah daerah diberikan hak kelola maksimal 10%.

Berdasarkan data SKK Migas, per November 2017, WK Mahakam berproduksi minyak dan kondensat sebesar 52 ribu barel minyak per hari dan 1.360 juta kaki kubik gas bumi per hari. Potensi di Blok Mahakam  masih cukup menjanjikan.

Cadangan terbukti per 1 Januari 2016 sebesar 4,9 TCF gas, 57 juta barel minyak dan 45 juta barrel kondensat Pengelolaan WK Mahakam oleh Pertamina, menjadikanPertamina sebagai penyumbang lebih dari 30% produksi minyak dan gas nasional pada tahun 2018.

Persetujuan Program Kerja dan Anggaran (WP&B) 2018 oleh SKK Migas menargetkan produksi PHM 42,01 ribu barel minyak per hari dan 916 mmscf gas per hari. Angka tersebut direncakan dicapai dengan pengeboran sumur pengembangan sebanyak 69 sumur, 132 workover sumur, 5623 perbaikan sumur serta POFD  5 lapangan migas di WK Mahakam.

Sebanyak 1.885 orang karyawan TEPI atau 98 persen sudah bergabung dengan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) untuk mengelola Blok Mahakam.

Mereka yang kini bergabung dengan PHM dalam jajaran manajemen puncak seperti Vice President hingga General Manager sebanyak 8 orang, manajemen menengah seperti manajer 53 orang, dan staf sebanyak 1.824 orang. Ditambah karyawan PHM yang berasal dari Pertamina seluruhnya PHM kini memperkerjakan 1.919 orang.

sumber


Kategori Publikasi
Sub Kategori Berita