Pertamina Optimistis Jaga Produksi Migas Blok Mahakam Tanpa Mitra

PT Pertamina (Persero) percaya diri dapat menjaga produksi minyak bumi dan gas di Blok Mahakam tanpa bantuan mitra. Sebab sebelumnya, perseroan tersebut memiliki pengalaman mengelola blok migas lain. Seperti diketahui mulai 1 Januari 2018, Pertamina resmi mengambil alih kelola Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie (TEPI), dan Inpex Corporation yang telah bercokol sejak 50 tahun lalu. Pengelolaan Blok Mahakam oleh Pertamina dilakukan melalui PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI). PHI sendiri merupakan anak perusahaan dari PT Pertamina.
 
"Kita masih optimistis bisa menjaga produksi walaupun tanpa mitra," terang Direktur Utama PHI, Bambang Manumayoso kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (2/1).
 
Dia mencontohkan saat Pertamina mendapatkan hak operatorship untuk lapangan offshore North West Java (ONWJ) di 2009. Berdasarkan data Pertamina setelah 5 tahun berjalan, produksi di blok itu mencatatkan tren peningkatan hingga 12% dari 23,1 Million Barrels of Oil Per Day (MBOPD) di 2009 menjadi 40,3 MBOPD di 2014.
Pun saat diberikan pengelolaan blok West Madura Offshore yang diambil alih dari Kodeco di 2011, dalam kurun waktu 4 tahun, Pertamina mampu meningkatkan produksi sebesar 14% dari 13,7 MBOPD di 2011 menjadi 20,3 MBOPD.
 
"Kita sudah ada pengalaman, lapangan ONWJ dan WMO misalnya," terang Bambang.
 
Namun demikian ketika nantinya terdapat pihak lain yang deal untuk turut mengelola Blok Mahakam, pihaknya akan menyambut.
Saat disinggung mengenai target produksi Blok Mahakam 2018 yang lebih rendah dibandingkan produksi tahun 2017, menurut dia, hal tersebut merupakan perhitungan SKK Migas.
 
"Itu pembahasan mereka (SKK Migas), soal teknis hingga keekonomian. Tapi ini bertahap kan, kita sudah rencanakan supaya produksi meningkat," bebernya.
Menurut Bambang, PHI menetapkan target produksi gas 2018 sebesar 1.100 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD), dan minyak/kondensat sebesar 48.000 Barel Oil Per Day (BOPD).
 
Hanya saja dalam Work Program dan Budget (WP&B) 2018 yang disetujui SKK Migas, produksi gas ditargetkan 916 MMSCFD dan minyak/kondensat sebesar 42.000 BOPD. Adapun target itu akan direalisasikan PHI melalui pengeboran sumur pengembangan sebanyak 69 sumur, 132 workover sumur, 5.623 perbaikan sumur, dan pengajuan rencana pengembangan lanjutan atas lima lapangan.
 
"Anggaran untuk itu USD 1,8 miliar. USD 1,1 miliar untuk biaya operasi, USD 700 juta untuk investasi. Sudah ada itu," tutup Bambang.


sumber


Kategori Publikasi
Sub Kategori Berita