Jumat, 25 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Menjadi pengelola hutan lestari untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

Prestasi

Menhut Serahkan Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional 2013

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

75 Hektare Hutan Lindung Dipatok

5 Desember 2008


Koordinator Paguyuban
Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kabupaten Bandung Barat, Lee Roy Matita
mengaku kaget dengan pematokan tersebut. Tim dari perusahaan itu, lanjut Roy,
memegang memegang persetujuan izin prinsip pengusahaan pariwisata dari Menhut
tahun 2007. Ia baru mengetahui ada pematokan tersebut sekitar 2 minggu yang
lalu dan dikabarkan seminggu kemarin tim yang mematok tersebut datang kembali.

“Kita kaget dengan
adanya pematokan di kawasan PHBM, selama ini masyarakat memanfaatkan kawasan
tersebut untuk menanam rumput gajah dan sebagian kopi, namun desas desusnya
kawasan ini akan dibangun padahal tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada
kami,” ujar Roy, Senin (1/12).

Menurut Roy, sebanyak 80
kepala keluarga selama ini mengelola kawasan hutan lindung yang masuk ke dalam
kawasan Tangkuban Perahu tersebut.

Sementara Adm KPH Perum
Perhutani Bandung Utara, Nanang Suwandi mengaku belum mengetahui areal yang
dipatok akan dibangun.

Pihaknya hanya
mendapatkan informasi bahwa tim dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XI
Jawa-Madura yang mematok tersebut hanya mengumpulkan data.

“Yang saya tahu tim
hanya baru mencari data di area 75 hektare tersebut, izinnya Menteri yang
menyetujui jadi kita bisa apa, selebihnya saya kurang tahu, lebih jelas dan
persisnya mungkin ke Unit Perhutani akan lebih jelas,” ungkap Nanang yang
ditemui saat acara pencanangan hari menanam pohon Indonesia dan bulan menanam
nasional serta gerakan perempuan tanam, tebar dan pelihara pohon.

Menurut Nanang areal 75
hektare yang masuk ke dalam kawasan hutan lindung Tangkuban Parahu tersebut
sebagai buffer dari kawasan wisata Tangkuban Perahu.

Izin prinsip pinjam
pakai yang telah dikeluarkan Menteri masih harus melengkapi
rekomendasi/pertimbangan teknis dari Kepala Balai Besar KSDA Jabar dan Banten,
rekomendasi dari Gubernur Provinsi Jabar karena indikasi permohonan pengusahaan
pariwisata alam berada di wilayah Kabupaten Subang dan Bandung, kejelasan batas
dan lokasi yang dituangkan pada peta lokasi pengusahaan pariwisata alam yang
dimohon, dan perbaikan proposal dengan penajaman analisis investasi dan bisnis
usaha pariwisata alam yang direncanakan. Sementara itu di lokasi kawasan hutan
lindung ditanam sebanyak 200 pohon di area seluas 0,5 hektare.(fam)

Harus Seizin Gubernur
* Tim dari Balai
Pemantapan Kawasan Hutan membuat patok di lahan 75 hektare hutan lindung
Tangkuban Parahu
* Izin yang dipegang tim adalah pengusahaan pariwisata alam dari Menhut
* Izin itu harus dilengkapi rekomendasi teknis dari Kepala BKSDS Jabar dan
Banten
* Juga rekomendasi dari Gubernur Jabar
* Menunjukkan batas dan lokasi pada peta lokasi
* Disertakan pula analisis investasi dan bisni usaha pariwisata alam

Source :ferry amiril mukminin



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Fatal error: Call to undefined function stc_get_connect_button() in /Data/publik/www/wp-content/plugins/simple-twitter-connect/stc-comments.php on line 231