Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Menjadi pengelola hutan lestari untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

Prestasi

Menhut Serahkan Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional 2013

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Eksotisme Tanjung Papuma

31 Maret 2011

Wanawisata Tanjung Papuma merupakan hamparan vegetasi tumbuhan pantai hingga pegunungan yang eksotis.

Eksotisme Tanjung Papuma bisa tergambar dari cukilan sebuah blog berikut:

Sebelum masuk ke pantai kita akan melewati wisata hutan yang sebagian besar ditanami pohon jati selanjutnya setelah masuk gerbang area wisata kita akan melihat hutan yang dipenuhi pohon-pohon yang masih alami seperti palem, serut dan beragam pohon kecil lainnya dan konon hutan ini masih menyimpan berbagi macam flora dan fauna tropis, seperti berbagai jenis burung dan juga lutung yang bergelantungan di pohon.

Setelah melewati hutan malikan kita akan disuguhi hamparan pasir putih yang bersih dan begitu indahnya, pantai yang berpanorama fantastis.


Di sepanjang pasir putih sebelah barat terdapat perahu-perahu nelayan yang sedang bersandar. Apabila ingin melihat nelayan turun dari kapal datanglah antara jam 11.00 sampai 13.00 siang dan kita bisa membeli langsung ikan hasil tangkapan nelayan untuk dibakar di pinggir pantai, tentu saja dengan bantuan para pemilik warung makan yang ada di sepanjang pinggir pantai.

Setelah menelusuri pantai pasir putih akan semakin takjub melihat panorama pantai tanjung papuma ini, pantai yang bersih, air yang jernih dan setelah memandang ke tengah akan terlihat begitu banyak batu karang atau warga menyebutnya atol-atol, karena besarnya dan terombang ambing di tengah laut biru ini akan terlihat seperti pulau-pulau karang.

Ada 7 (tujuh) karang besar di papuma ini, deretan pulau karang ini memiliki nama sendiri-sendiri yang diambil dari tokoh pewayangan seperti, pulau batara guru, pulau kresna , pulau narada, pulau nusa barong, pulau kajang dan pulau kodok karena pulau karang ini bentuknya mirip dengan kodok raksasa yang timbul tenggelam di tengah laut.

Disaaat ombak sedang pasang akan terasa indah sekali bila kita melihat dari sudut pandang bawah sitihinggil karena akan terlihat tepat di depan mata bongkahan batu karang besar yang diterjang ombak besar ( sungguh elok ciptaan NYA)

Disaat surut atau ombak kecil kita bisa turun dan berdiri diatas batu-batu karang yang kalau laut pasang batu-batu karang ini tidak terlihat karena tertutup air laut, berdiri diatas karang sambil sesekali terkena ombak sungguh menakjubkan sambil melihat pemandangan nan eksotis dan luar biasa.

Di saaat surut kita juga bisa melihat banyak nelayan yang mencari ikan dengan pancing, kalau kita berani menyeberang ikut para pemancing ini ke karang yang ditengah sungguh lebih menakjubkan lagi karena kita bisa berdiri diatas karang tinggi dan besar ditengah-tengah laut sambil melihat ombak yang menerjang karang yang tingginya kurang lebih 5 meter sungguh sensasinya luar biasa..

Karena tanjung papuma ini menghadap barat daya tentu pemandangan yang paling indah adalah saat sunset, disaat matahari terbenam tenggelam di air laut. Suasana dan pemandangan ini bisa kita nikmati di bukit kecil yang dinamai sitihinggil dimana disana sudah dibangun sebuah joglo.

Di joglo ini kita bisa melihat seluruh wilayah tanjung papuma dari pasir putih, perahu nelayan, serpihan batu karang, karang kecil di bibir pantai dan juga bongkahan-bongkahan pulau karang di tengah laut.

http://kupubiru.wordpress.com

Atau anda bisa lihat dari clip youtube di link ini:

Tanjung Papuma Sea Shore Jember East Java Indonesia



1 Tanggapan to Eksotisme Tanjung Papuma

  1. avhwan says:

    Indonesia sejak dahulu kala selalu dipuja-puja bangsa…..
    untuk itu marilah kita berusaha menjadi manusia indonesia yg dipuja-puja bangsa juga….amieeeeennnnnnnnnnnn…….

Kirim Komentar

Baca Komentar ( 1 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Fatal error: Call to undefined function stc_get_connect_button() in /Data/publik/www/wp-content/plugins/simple-twitter-connect/stc-comments.php on line 231