Tim KLHK Lakukan Vertek Kulin KK di Perhutani Saradan

SARADAN, PERHUTANI (12/08/2019) | Tim Kementerian Lingkungan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan verifikasi teknis (vertek) Kemitraan Kehutanan kepada 15 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) diwilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan yang dilaksanakan tanggal 8-10 Agustus 2019.

Sebanyak 15 LMDH tersebut berada di dua Kecamatan, yakni Pilangkenceng dan Gemarang Kabupaten Madiun. Dalam vertek tersebut semua anggota LMDH harus menyiapkan Kartu Tanda Pengenal (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang asli untuk dicocokkan dengan data permohonan yang diterima oleh KLHK dan selanjutnya dilakukan kroscek obyek lahan dilapangan.

Ketua Tim Vertek Tedjo Purwoto mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memverifikasi data subyek yaitu masyarakat yang tergabung dalam LMDH sebagai pemohon Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) beserta obyek yakni lahan garapan yang dimohon oleh LMDH. “Untuk mempercepat kegiatan verifikasi di 15 Desa,  tim dibagi menjadi tiga regu,” ucap Tedjo.

Menurut dia vertek ini untuk memastikan agar izin Kulin KK ini tepat sasaran dengan ketentuan antara lain penggarap adalah masyarakat yang tinggal didekat hutan. “Juga dalam satu Kartu Keluarga (KK) tidak boleh memiliki lebih dari 1 lahan,” tegas Tedjo.

Selain itu Tedjo juga menyampaikan bahwa penggarap tidak boleh dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota TNI/Polri karena tujuan dari perhutanan sosial ini adalah untuk mensejahterakan masyarakat sekitar hutan.

Administratur KPH Saradan Noor Rochman mengatakan jika pihaknya sangat mendukung program Pemerintah mengenai Perhutanan Sosial, ia juga menyampaikan telah memfasilitasi 41 LMDH yang ada di wilayah kerja KPH Saradan agar dapat mengajukan permohonan Kulin KK ke KLHK.

“Saya berharap agar 41 LMDH di wilayah Perhutani KPH Saradan ini bisa segera mendapatkan SK Kulin KK dari KLHK, sehingga nanti antara Perhutani dan LMDH bisa bersinergi dalam mengelola dan menjaga kelestarian hutan, agar hutan bisa lestari dan masyarakat dapat meningkatkan ekonominya,” kata  Noor Rochman. (Kom-PHT/Srd/Swn)

Editor : Ywn

Copyright©2019


Kategori Berita