Wednesday, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Achievements

IPC on Social Media

Activity

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Polls

Menurut anda materi apa yang perlu ditambah pada website ini

  • kegiatan operasional pelabuhan (36%, 51 Votes)
  • studi tentang kepelabuhanan (17%, 25 Votes)
  • performansi unit usaha (13%, 18 Votes)
  • berita kepelabuhan internasional (12%, 17 Votes)
  • pelabuhan dari waktu ke waktu (9%, 13 Votes)
  • halaman hubungan investor (8%, 12 Votes)
  • ekonomi indonesia (5%, 7 Votes)

Total Voters: 143

Loading ... Loading ...

Online Services from TPK Koja

13 March 2011

Pengelola Terminal Peti Kemas (TPK) Koja akan menerapkan sistem pembayaran online dan single billing untuk pelayanan di dermaga mereka.General Manager TPK KOJA, Suparjo, sistem online tersebut diberlakukan untuk memberikan kemudahan pada para pengguna jasa di terminal tersibuk kedua di Pelabuhan Tanjung Priok tersebut.

“Persiapan teknis sudah final. Dalam waktu dekat akan kami implementasikan sistem pembatyaran secara online dan penerapan dokumen tunggal di TPK Koja”, ujarnya pada peringatan 13 tahun TPK Koja.

Sistem online ini juga untuk mendukung pelayanan satu juta TEUs peti kemas pada tahun 2011 yang ditargetkan TPK Koja.

INVESTASI JALAN RAYA DAN PELABUHAN US$ 349 MILIAR

Pelabuhan dan jalan menjadi prioritas pengembangan infrastruktur koridor ekonomi Indonesia. Kebutuhan investasi untuk kedua infrastruktur prioritas tersebut mencapai US$349,4 miliar dalam dua dekade kedepan.

BUMN siap menyediakan dana sebesar Rp 176 triliun tahun ini untuk pengembangan jalan, pelabuhan , bandara, dan proyek kereta api guna mendukung pengembangan koridor ekonomi. Pemerintah juga berjanji akan membantu kelancaran pembangunan pelabuhan dan dermaga baru sejumlah BUMN Pelabuhan.

Kebutuhan investasi pelabuhan dalam kurun waktu 2011-2015 mencapai US$ 3,3 miliar dan US$ 32,5 miliar dalam kurun waktu 2016-2030. Sidang kabinet bahkan telah mengesahkan agar pembangunan dermaga Kalibaru diperepat dan Pelindo II siberi konsesi tanpa harus melalui tender.  Dirut PT Pelindo II menyatakan bahwa sejak tahun 2010 Pelindo II berinvestasi besar-besaran dalam bidang peralatan dan penguatan dermaga untuk mendukung koridor ekonomi.

PELINDO II INVESTASI RP 25 TRILIUN

PT Pelabuhan Indonesia II berkonsentrasi mengembangkan pelabuhan dengan total investasi mencapai Rp 25 triliun. Investasi ini akan dialokasikan hingga tahun 2016 mendatang dan pembangunannya akan dilaksanakan pertengahan tahun ini. Dana sebesar Rp 25 triliun tersebut akan diambil dari dana internal, sebesar 30%, dan dana dari luar Pelindo, sebesar 70%.

Investasi akan dilakukan pada pembangunan Pelabuhan Kalibaru Utara yang merupakan proyek pengembangan dari Pelabuhan Tanjung Priok. Proyek ini diperkirakan bernilai Rp 22 miliar dan akan dimulai pada bulan Mei 2011. Pelabuhan Kalibaru sendiri nantinya akan memiliki kedalaman hingga 18 meter dan akan dapat melayani arus peti kemas sebesar lima hingga enam juta TEUs. Sebagai langkah pertama, akan dibangun dermaga sepanjang 22,5 km dan akan mengambil alokasi dana sebesar Rp 12 triliun.

Investasi lain, Pelindo II akan mengembangkan pelabuhan peti kemas di Palembang, Pontianak dan Bengkulu, serta akan menambah 47 unit peralatan bongkar muat di pelabuhan. Kedua investasi tersebut akan menyedot dana sebesar Rp 4,2 triliun.

Mengenai masalah holding, manajemen PT Pelindo II menilai rencana tersebut akan dapat dilaksanakan antara dua hingga tiga tahun mendatang. Saat ini, sebaiknya masing-masing BUMN Pelabuhan menyelesaikan dahulu masalah-masalah internal yang terjadi dalam masing-masing perusahaan.

Holding Pelindo, Tiga Tahun Lagi

Pembentukan holding company akan memberikan kesempatan bagi BUMN untuk menjadi pemain kelas dunia. Selain itu, holding dapat memperkuat perekonomian nasional.

Namun demikian, sebaiknya holding dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak sembarangan.  Pemerintah harus dapat memilih perusahaan yang mempunyai potensi besar dan kuat untuk menjadi pemain di level global dan mampu memperkuat perekonomian nasional.

Dirut PT Pelindo II, Richard Jose Lino, mengatakan bahwa holding dapat memperkuat BUMN. Untuk holding BUMN Pelabuhan, dapat dilakukan dengan pengelompokan usaha yang sejenis, seperti terminal peti kemas, curah kering dan curah cair. Sebagai contoh, jika salah satu BUMN pelabuhan mengelola terminal peti kemas di seluruh Indonesia, maka perusahaan tersebut akan menjadi enam besar terkuat di dunia.

RJ Lino juga menyambut baik inisiatif pembentukan holding bagi BUMN-BUMN Pelabuhan di Indonesia. Namun, katanya,  sebaiknya holding tersebut dilaksanakan setelah seluruh BUMN Pelabuhan, Pelindo I, II, III dan IV mengatasi masalah-masalah internal yang ada dalam perusahaan masing-masing, kira-kira tiga tahun mendatang.

Menurut Tanri Abeng, mantan Menneg BUMN, untuk menjadi pemain global, BUMN harus mempunyai Chief Executive Officer dan memiliki lembaga pendidikan untuk calon CEO berkelas dunia.

Wahyu Hidayat, Staf Ahli Meneg BUMN bidang SDM dan Teknologi menambahkan, untuk mengembangkan dan memperkuat BUMN, haruslah mempersamakan perlakuan dengan swasta. Selama ini, BUMN dibatasi oleh 3 peraturan lebih banyak daripada perusahaan swasta. Akibatnya, BUMN tidak memiliki level of playing field yang sama dengan swasta.

Di sisi lain, kondisi BUMN saat ini masih banyak yang masih lemah kinerjanya. Dari 141 BUMN yang ada, 20 diantara mereka masih merugi atau tidak sehat. 141 BUMN tersebut belum ada yang  menyamai perusahaan besar di Asia dan baru tujuh BUMN yang berpotensi untuk menjadi pemain kelas dunia.(bisnis indonesia, 01032011,K1)



2 Tanggapan to Online Services from TPK Koja

  1. suko susilo says:

    saya sangat mendukung adanya upaya dalam pengembangan pelabuhan di indonesia, karena pelabuhan merupakan pintu gerbang kegiatan internasional juga sebagai simbol kekuatan bagi suatu bangsa . dengan demikian maka membuka peluang lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja yang di siapkan…

  2. Rfsarf says:

    numpang mampir dan menengok berita-berita yang ditampilkan oleh SP TPK Koja salam solidaritas, maju terus dan selalu semangat kata Friedrich Engels bahwa ‘as schools of war, the unions are unexcelled’(sebagai sekolah perang, serikat pekerja tidak terkalahkan). But, it won’t be easy, but I know we’re able. Being strong takes more than a few, It takes everyone, and that includes you!! (ini tidak akan mudah saudara, tapi kita tahu bahwa kita mampu. Menjadi kuat memang memakan waktu lebih dan kekuatan ini membutuhkan semua orang, dan itu termasuk Anda!)

Kirim Komentar

Baca Komentar ( 2 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>