Rabu, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

IPC on Social Media

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut anda materi apa yang perlu ditambah pada website ini

  • kegiatan operasional pelabuhan (36%, 51 Votes)
  • studi tentang kepelabuhanan (17%, 25 Votes)
  • performansi unit usaha (13%, 18 Votes)
  • berita kepelabuhan internasional (12%, 17 Votes)
  • pelabuhan dari waktu ke waktu (9%, 13 Votes)
  • halaman hubungan investor (8%, 12 Votes)
  • ekonomi indonesia (5%, 7 Votes)

Total Voters: 143

Loading ... Loading ...

Penerapan Inaportnet untuk Tercapainya Indonesia National Single Window

25 Juni 2012

Penerapan Inaportnet untuk Tercapainya Indonesia National Single Window

Inaportnet menjadi wujud nyata upaya PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dalam membantu terciptanya sistem yang terintegrasi untuk memangkas biaya logistik nasional.

Jakarta, 21 Juni 2012 – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) hari ini menandatangani kesepakatan bersama dengan tujuh instansi pemerintah di Pelabuhan Tanjung Priok untuk menerapkan Inaportnet dalam rangka mendukung implementasi National Single Window (NSW). Penerapan Inaportnet ini akan dilaksanakan di bawah koordinasi Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok demi kelancaran arus barang dan kinerja pelayanan ekspor impor.

Bersama dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe A Pelabuhan Tanjung Priok, Kantor Syahbandar Kelas Utama Pelabuhan Tanjung Priok, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Jakarta II serta Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Priok.

“Penerapan Inaportnet akan mempercepat implementasi NSW di Indonesia dan mendorong kelancaran arus barang serta kinerja pelayanan ekspor/impor. Lebih jauh ke depan, sistem ini menjadi salah satu persiapan kita menuju ASEAN Single Window (ASW). Karena perdagangan global sekarang tidak lagi bisa ditahan atau dihindari. Yang terpenting adalah bagaimana kita siap menghadapi dan bisa mengambil peluang dari situ,” ujar Direktur Operasional PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Dana Amin.

Seperti diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2008, Indonesia National Single Window (INSW) adalah sistem terintegrasi yang memungkinkan dilakukannya suatu penyampaian data dan informasi secara tunggal, pemrosesan data dan informasi secara tunggal dan pembuatan keputusan secara tunggal untuk pemberian izin kepabeanan dan pengeluaran barang. Dalam implementasi terkait dengan layanan logistik di Indonesia, terutama yang memanfaatkan jasa transportasi laut, INSW terbagi antara Tradenet dengan Inaportnet. Tradenet merupakan layanan terintegrasi pengurusan izin barang eskpor/impor yang saat ini dikoordinasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sedangkan Inaportnet yang mulai aktif hari ini merupakan integrasi layanan perizinan kapal (port clearance)yang dikoordinasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla).

Inaportnet merupakan sistem layanan tunggal yang mengintegrasikan layanan kebutuhan administrasi perkapalan di seluruh instansi terkait di pelabuhan. Inaportnet memungkinkan pengurusan administrasi online terintegrasi untuk surat izin kelaikan berlayar, surat izin kesehatan kapal, surat bebas karantina, entry/exit permit bagi pekerja kapal, serta berbagai izin lain yang diperlukan sebuah kapal untuk sandar atau berlayar. Pemilik atau kapten kapal akan mengetahui dokumen apa saja dan berapa biaya yang diperlukan, serta izin mana yang telah diperoleh dan mana yang tidak. Ini akan mempercepat waktu yang dibutuhkan suatu kapal untuk mendapatkan izin merapat atau pergi dari dermaga sehingga berthing windowyang disepakati oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dengan pemilik kapal dapat dicapai tepat waktu.

Pelaksanaan operasional Inaportnet akan mulai diujicobakan pada 1 Juli 2012 di wilayah PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Tanjung Priok sebagai instansi yang infrastrukturnya dianggap paling siap oleh Dirjen Hubla. Perusahaan akan membantu pelaksanaan teknis terkait pemeliharaan dan pengelolaan sistem Inaportnet secara keseluruhan termasuk penyiapan sumber daya manusia, agar sistem tersebut dapat beroperasi secara optimal di Pelabuhan Tanjung Priok. Integrasi sistem PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dengan milik instansi lainnya terkaitport clearance ini diakukan untuk mempercepat penerapan penuh INSW yang selama ini belum berjalan sempurna akibat belum terwujudnya Inaportnet.

“Ke depan, Inaportnet direncanakan dapat berintegrasi dengan Indonesia Logistic Community System (ILCS) yang sistemnya saat ini sedang dikembangkan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) bersama PT Telkom. Tren sekarang ini semua sudah bisa dilakukan secara online, mulai dari membeli barang, transfer dana, atau pembayaran online lain. Maka sistem logistik yang sedang kita bangun harus dan bisa mengikuti tren itu, dengan tetap berlaku universal bagi semua pengguna jasa atau semua cara pembayaran, supaya tetap bisa dipakai siapa saja,” tambah Dana Amin.

ILCS sendiri dirancang sebagai layanan business-to-business (B2B) antarpelaku usaha logistik dan menyediakanswitching untuk one-gate-payment system bagi seluruh kegiatan logistik di Indonesia yang menyediakan layanan port community system, domestic manifest, dan tracking and tracing system. Dalam jangka pendek, layanan ini dimaksudkan untuk memudahkan kegiatan para pelaku logistik di Pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan-pelabuhan lain yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

“PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) terus berkomitmen untuk terus mewujudkan sistem logistik Indonesia yang efektif dan efisien. Penggunaan teknologi informasi yang didukung dengan integrasi sistem antar instansi pemerintah kami yakini akan meningkatkan efisiensi layanan pelabuhan termasuk di dalamnya kinerja pelayanan kapal. Mengingat kapal merupakan sarana pengangkut yang tidak terpisahkan dari percepatan proses arus barang,” tutup Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), RJ Lino.

–selesai–

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Rima Novianti

Sekretaris Perusahaan

PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero)

Telp       : +6221 4301080

Email     : corpsec@indonesiaport.co.id

corp_sec@inaport2.co.id

www.indonesiaport.co.id



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>