Rabu, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

IPC on Social Media

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut anda materi apa yang perlu ditambah pada website ini

  • kegiatan operasional pelabuhan (36%, 51 Votes)
  • studi tentang kepelabuhanan (17%, 25 Votes)
  • performansi unit usaha (13%, 18 Votes)
  • berita kepelabuhan internasional (12%, 17 Votes)
  • pelabuhan dari waktu ke waktu (9%, 13 Votes)
  • halaman hubungan investor (8%, 12 Votes)
  • ekonomi indonesia (5%, 7 Votes)

Total Voters: 143

Loading ... Loading ...

Peringkat Logistic Performance Index (LPI) Indonesia 2012 Naik Signifikan

15 Juni 2012

Bank Dunia pada awal minggu ini merilis data logistic performance index (LPI) 2012. Dalam hasil riset LPI 2012, Indonesia berhasil naik peringkat dari posisi 75 di tahun 2010 menjadi posisi 59 di tahun 2012 ini, dengan kenaikan indeks dari 2.76 menjadi 2.94. Indeks LPI memiliki rentang nilai antara 1 hingga 5, dengan capaian indeks 5 sebagai yang terbaik. Peningkatan ini memang belum membawa Indonesia menjadi yang terbaik di kawasan asia tenggara. Namun peningkatan ini menunjukkan perbaikan yang signifikan, di saat negara-negara tetangga, kecuali Singapura, mengalami stagnasi atau penurunan peringkat. Terlebih, indeks ini dicapai dalam kondisi belum selesainya pembangunan infrastruktur utama logistik, seperti pelabuhan-pelabuhan baru dan soft infrastructure sebagai penunjangnya.
Kenaikan tertinggi dalam indikator tersebut terjadi di wilayah soft infrastructure yang meliputi kompetensi logistic handler dan kemampuan pemilik barang untuk mengetahui di mana saat ini barangnya berada (tracking and tracing). Indikator kompetensi logistic handler meningkat dari 2.47 di tahun 2010 ke 2.85 di tahun 2012, sedangkan tracking and tracing dari 2.77 hingga 3.12. “Hasil LPI ini tentu sejalan dengan program peningkatan produktivitas yang mulai dicanangkan di wilayah kerja Pelabuhan Indonesia II, terutama Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pintu gerbang utama pengapalan internasional,“ ujar Cipto Pramono, Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), yang juga merangkap sebagai Plt. General Manager Cabang Tanjung Priok.
Kemudahan tracking dan tracing ini akan semakin efektif saat Indonesia Logistic Community System (ILCS),  sistem online hasil kerja sama Pelabuhan Indonesia II dan PT Telkom, mulai diterapkan. ILCS akan memungkinkan pemilik barang secara real time bisa mendapatkan informasi mengenai pengurusan barang miliknya. Sistem ini akan mulai diuji-coba-operasikan pada 1 Juli 2012 dan dibuat sebagai gerbang e-payment layanan logistik nasional dengan 4 (empat) layanan berupa penyediaan layanan port community system, inaport net, domestic manifest, dan tracking system.  Keberadaan sistem ini tentu sebagai bagian transformasi layanan Pelabuhan Indonesia II dalam mengelola pelabuhan-pelabuhannya agar semakin mengefisiensikan sistem logistik di Indonesia. Nantinya, pemilik barang akan dapat mengetahui di mana barangnya saat ini berada, proses administrasi apa yang harus dilengkapi, dan berapa yang harus dibayar. Semuanya dapat diakses secara mudah dan transparan.
Pelabuhan Tanjung Priok juga telah menerapkan layanan berthing window bagi kapal-kapal yang akan melakukan bongkar muat. Layanan berthing window berarti tiap kapal yang mau sandar di dermaga telah mendapatkan kepastian jam dan lama sandar. Sehingga  di wilayah kerja Tanjung Priok, tidak ada lagi antrean kapal yang disebabkan oleh ketidakjelasan waktu sandar. Beberapa kapal yang terlihat menunggu di sekitar pelabuhan memang disebabkan menunggunya kapal tersebut untuk bisa sandar sesuai jam yang ditentukan, atau kapal tersebut terlambat datang dan harus menunggu slot kosong berikutnya. Dalam dua tahun ke depan, sistem ini direncakan mampu diterapkan di semua pelabuhan yang dikelola oleh Pelabuhan Indonesia II termasuk pelabuhan-pelabuhan baru yang akan dibangun. Terkait efisiensi layanan bongkar-muat ini, Bank Dunia pun mencatat kenaikan efisiensi pengapalan internasional, dari 2.82 menjadi 2.97 dengan efektivitas waktu logistik dari 3.46 ke 3.61. Bank Dunia juga memberi catatan pada kenaikan tipis indikator pelayanan bea cukai di Indonesia.
Hal lain yang menjadi catatan serius dari LPI 2012 adalah masih belum adanya perbaikan di indikator bidang infrastruktur fisik. Disebutkan di awal, perbaikan signifikan yang diraih berada dalam area soft infrastructure. Sedangkan pada hard infrastructure, kualitas fisik infrastruktur pendukung logistik seperti pelabuhan, jalur kereta api, maupun jalan-jalan utama, masih dinilai Bank Dunia belum menunjukkan perbaikan berarti. Hal ini karena selain mahal, hard infrastructure membutuhkan waktu lama untuk mewujudkannya.

“Perbaikan-perbaikan dalam hal yang sifatnya soft infrastructure dapat dilakukan dalam waktu yang relatif lebih cepat, mudah dan murah. Karena itu hal yang bisa segera kita lakukan dengan cepat adalah dengan terus berupaya memperbaiki hal-hal yang sifatnya soft infrastructure tadi. Ini bisa dibuktikan dengan hanya memperbaiki beberapa bagian saja hal ini sudah bisa memberikan dampak yang cukup besar untuk Logistic Performance Index kita. Kedepan hal ini yang akan kita dorong terus,” ujar RJ Lino, Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II, menjelaskan.
Pelabuhan Indonesia II sebagai salah satu pemain utama di mata rantai logistik nasional konsisten berkomitmen membantu Indonesia untuk dengan cepat menurunkan biaya logistik dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
“Ini memang yang menjadi tantangan kita. Soft infrastructure kita siapkan dan kita benahi sambil menunggu hard infrastructure seperti pelabuhan-pelabuhan baru selesai dibangun, saya yakin Indonesia bisa menjadi  top performer di kawasan Asia. Oleh karena itu, pembangunan pelabuhan baru, juga penataan kawasan pelabuhan harus segera dimulai, harus didukung semua pihak,” tutup Lino.



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>