Triwulan I 2012, Pendapatan Pelindo I Naik 35%
24 Mei 2012Medan – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau biasa dikenal Pelindo I mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 333,7 milyar pada triwulan pertama tahun 2012. Angka ini lebih tinggi 35,8% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya sebesar Rp 245,6 miliar.
Pertumbuhan positif juga terjadi pada arus kunjungan kapal, yaitu sebesar 15.777 call, meningkat 49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 10.567 call. Sedangkan dalam satuan GT (Gross Tonnage), juga meningkat 59% yaitu dari 24 juta GT menjadi 38 juta GT. Selain itu, trafik petikemas di Belawan International Terminal Container (BICT) juga mengalami peningkatan dari 176.777 Teus pada triwulan I tahun 2011 naik menjadi 197.980 Teus di triwulan II tahun 2012 atau naik sebesar 12%.
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I, Bambang Eka Cahyana pada Kamis (24/5) menyebutkan bahwa pendapatan usaha didapat dari pelayanan jasa kapal dan barang, pelayanan penumpang, pelayanan terminal Curah cair dan Curah Kering, pelayanan terminal peti kemas, pengusahaan TBAL, produksi rupa-rupa usaha dan Kerja Sama Mitra Usaha (KSMU). “Apa yang dicapai sekarang ini tidak terlepas dari kerja keras pegawai dan manajemen serta merupakan buah dari investasi yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu”, jelas Bambang.
Pelindo I sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) pengelola pelabuhan di empat provinsi di Sumatera ini juga pada, 4 Mei 2012 kemarin, telah mendeklarasikan pengoperasian Terminal Peti Kemas Perawang di berlokasi di Pekanbaru, Provinsi Riau. Terminal Peti Kemas perawang merupakan terminal peti kemas kedua yang dimiliki Pelindo I setelah BICT yang dibangun 25 tahun lalu. Pembangunan terminal ini sebagai upaya penguatan bisnis Pelindo I terutama dalam pelayanan peti kemas yang menjadi tren pengiriman barang dunia saat ini. Sekaligus menjawab tantangan letak strategis geografis Pelindo I di selat tersibuk kedua di dunia, yaitu Selat Malaka.
Dalam waktu dekat, Pelindo I juga mulai membangun Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai Hub Port Indonesia barat, yang meliputi pembangunan Terminal Curah Cair pada tahap pertama (2012-2013) dan Terminal Peti Kemas pada tahap selanjutnya (2012-2014).
“Peningkatan kinerja pelayanan serta investasi besar yang kami lakukan ini untuk memenuhi harapan pengguna jasa. Dan yang paling utama adalah untuk mendukung suksesnya program pemerintah MP3EI dalam mewujudkan Konektivitas Nasional dan Sistem Logistik Nasional, yang pada akhirnya akan mengurangi biaya logistik di Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Bambang.
Sementara itu, M. Taufik Fadillah menjelaskan bahawa pada triwulan I tahun ini, Belawan International Terminal Container (BICT), Terminal Peti Kemas terbesar di Sumatera, terus meningkatkan kinerja pelayanannya. Setelah mengoperasikan dermaga 100 meter, kemarin BICT kedatangan 3 (tiga) Unit Container Crane (CC) sehingga total CC menjadi 11 unit. “Pengoperasian dermaga baru dan penambahan jumlah CC ini tentunya akan sangat berpengaruh pada kinerja bongkar muat di BICT, yang semula hanya dapat membongkar sekitar 26 box per kapal per jam (B/S/H) namun kini sudah bisa mencapai 32 – 42 B/S/H,” jelas Taufik lugas.

Kirim Komentar
Baca Komentar ( 0 )