Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) : "Menjadi penyedia jasa kepelabuhanan dan logistik terkemuka di tingkat regional"

Prestasi

PT Pelindo I (Persero) Cabang Lhokseumawe Terima Penghargaan Bendera Emas SMK3 Dari Menakertrans

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda, apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan oleh Manajemen PT Pelindo I (Persero) Cab. Pelabuhan Sibolga?

  • Penertiban/Penataan di dalam areal lingkungan Pelabuhan (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan fasilitas infra dan suprastruktur (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan Kinerja SDM (25%, 2 Votes)
  • Peningkatan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan (0%, 0 Votes)

Total Voters: 8

Loading ... Loading ...

Terminal Petikemas Baru Hadir di Riau.

7 Mei 2012

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Alfred Natsir meresmikan pengoperasian Terminal Petikemas Perawang yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Alfred Natsir dan Komisaris Utama Pelindo I Hastjarja Harijogi, di Batam, Jum’at (4/5). Pengoperasian Terminal Petikemas ini menjawab tuntutan perkembangan perekonomian di daerah Riau yang semakin pesat pertumbuhan industrinya serta jawaban atas pemberlakukan UU No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran yang membuka kompetisi bisnis pelabuhan.

Dalam sambutannya, Alfred menjelaskan bahwa Terminal Petikemas Perawang yang berlokasi di Sungai Siak Pekanbaru ini juga merupakan wujud dukungan implementasi program Pemerintah yaitu Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Pekanbaru ditetapkan sebagai daerah pengembangan industri cluster sawit. Keberadaan Terminal Petikemas Perawang ini sekaligus sebagai upaya memperkuat konektivitas nasional, yang terintegrasi secara lokal dan terhubung secara global (locally integrated globally connected) dalam mendukung percepatan ekonomi nasional,” kata Alfred.

Alfred berharap keberadaan Terminal Petikemas Perawang yang merupakan Terminal Petikemas pertama di Riau ini akan semakin mendorong pertumbuhan perekonomian Riau dan daerah di sekitarnya. Diharapkan arus barang dari dan keluar provinsi Riau menjadi lebih cepat dan dan lebih efisien sehingga mampu meningkatkan daya saing perekonomian Provinsi Riau.

Alfred menambahkan bahwa Pelindo I memfokuskan pada bisnis pelayanan terminal petikemas di pelabuhan guna menghadapi persaingan antaroperator pasca pemberlakuan UU No.17/2008 tentang Pelayaran. Selain di Perawang, Pelindo I juga terus mengembangkan Belawan International Container Terminal (BICT) yang berlokasi di Pelabuhan Belawan, dengan melakukan pembangunan perpanjangan dermaga 700 meter yang diperkirakan selesai pada 2014.

Deklarasi Terminal Petikemas Perawang ini berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut nomor PP. 001/I/18/DJPL-12 tanggal 14 Februari 2012 tentang Penetapan Pengoperasian Terminal Petikemas Perawang Pelabuhan Perawang Pekanbaru, Provinsi Riau.

Pada acara deklarasi ini sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan SLA (Service Level Agreement) dengan 5 (lima) perusahaan pelayaran yaitu PT Tempuran Mas (TEMAS), PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), PT Maskapai Pelayaran Pulau Laut, PT Baruna Shipping Line dan Low Kim Chuan Shipping Line Sdn Bhd.  Penandatanganan SLA ini merupakan bentuk komitmen manajemen Pelabuhan Perawang  dalam memberikan pelayanan dan kelima perusahaan ini juga berkomitmen untuk memberikan throughput minimal 4.250 box per bulan.

General Manager Pelabuhan Pekanbaru, Praptono menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan Pelabuhan Perawang menjadi terminal petikemas yang mampu menjawab berbagai tantangan yang ada. Sejak tahun 2010, telah dibangun perpanjangan dermaga dari 88 meter menjadi 308 meter, sehingga bisa melayani 3 tambatan kapal sekaligus, memperluas Container Yard (CY) menjadi 20.000 m2 dengan kapasitas 150.000 TEUs/tahun.  Saat ini arus peti kemas di Terminal Peti Kemas Perawang  lebih kurang 4000 TEUs/bulan  dan diharapkan terus meningkat ditahun-tahun mendatang.

Praptono menambahkan bahwa pihaknya juga membangun fasilitas dan menambah peralatan seperti jalan akses menuju Pelabuhan Perawang sepanjang  3,1 km dan jalan akses di dalam pelabuhan sepanjang 1.065 meter. Saat ini Terminal Petikemas Perawang memiliki 1 unit shore crane kapasitas 150 ton, 1 unit shore crane kapasitas 180 ton, 1 unit Harbour Mobile Crane (dalam proses delivery), 4 (empat) unit Head Truck, 4 (empat) unit Chasis, 2 (dua) unit Reachstacker kapasitas 45 ton. Beberapa fasilitas penunjang yang tersedia antara lain genset kapasitas 20 KVA, air kapal kapasitas 18 ton per jam dan CCTV sebanyak 4 unit untuk mendukung kelancaran dan keamanan operasional terminal.

“Saat ini service time pelayanan kapal mengalami peningkatan. Dari rata-rata Turn Round Time (TRT) Tahun 2011 sebesar 46,23  jam/kapal dapat dipersingkat menjadi rata-rata TRT tahun 2012 sebesar 35,22 jam/kapal”, jelas Praptono.

Acara deklarasi ini juga dihadiri oleh Dirpelpeng Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan Kemal Heryandri, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Bambang Eka Cahyana, Direktur Operasi dan Teknik Iman A. Sulaiman, Direktur Personalia dan Umum Imran Iskandar, Direktur Keuangan Farid Luthfi,  Sekretaris Dewan Komisaris Agus Edy Susilo,  Adpel Pelabuhan Pekanbaru, wakil dari Kadishub Provinsi Riau, INSA dan APBMI Pekanbaru, Asosiasi, dan undangan lainnya.



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Fatal error: Call to undefined function stc_get_connect_button() in /Data/publik/www/wp-content/plugins/simple-twitter-connect/stc-comments.php on line 231