Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) : "Menjadi penyedia jasa kepelabuhanan dan logistik terkemuka di tingkat regional"

Prestasi

PT Pelindo I (Persero) Cabang Lhokseumawe Terima Penghargaan Bendera Emas SMK3 Dari Menakertrans

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda, apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan oleh Manajemen PT Pelindo I (Persero) Cab. Pelabuhan Sibolga?

  • Penertiban/Penataan di dalam areal lingkungan Pelabuhan (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan fasilitas infra dan suprastruktur (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan Kinerja SDM (25%, 2 Votes)
  • Peningkatan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan (0%, 0 Votes)

Total Voters: 8

Loading ... Loading ...

RHENALD KASALI: PERUBAHAN MINDSET DALAM MENTRANSFORMASI BISNIS YANG TANGGUH DAN INOVATIF

24 Mei 2011

Sebagai komitmen manajemen PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) dalam mengusung Change To Growth bagi kemajuan bisnis, Senin, 23/5,  PT. Pelabuhan Indonesia I menggelar Sharing and Session dengan Rhenald Kasali di Ruang Bandar Deli, Cabang Pelabuhan Belawan. Diharapkan dengan acara tersebut mampu merubah mindset karyawan dalam mentransformasi bisnis menjadi tangguh dan inovatif.

“Dunia selalu berubah, kita pun harus terus memperbaharui diri agar bisa tidak menjadi korban perubahan” Itulah yang diusungkan oleh Rhenald Kasali dalam kuliah umumnya yang berjudul “ Transformasi Bisnis Budaya dan Mindset Dalam Membuat Usaha Menjadi Tangguh dan Inovatif Melalui Upaya Cracking Zone” .

Dalam kuliah umum yang dikutip oleh Rhenal Kasali dalam bukunya yang berjudul  “Cracking Zone” ini adalah membahas tentang sebuh konsep perubahan. Bahwa perubahan bukanlah hanya dari fisik semata, tetapi dimulai dari mindset seseorang. Disini Rhenald menjelaskan besarnya pengaruh pikiran. Menurutnya, Mindset adalah How we do set our mindset dan Rhenald menjelaskan bahwa dalam perubahan yang dirubah bukanlah realita yang terjadi tetapi mindset.

Ia membagi mindset itu sendiri atas dua kategori yaitu Fix Mindset dan Growth Mindset. Dimana Fix Mindset ini adalah orang–orang yang akan stagnant pada dirinya sendiri dan tidak akan berkembang. Sementara Growth Mindset adalah orang–orang yang mau belajar, mampu menghadapi tantangan, berupaya, menerima kritikan dan tidak menyerah.

Cracking zone adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk menggambarkan masa transisi dari era ekonomi industri memasuki era ekonomi baru yang didominasi oleh perkembangan teknologi informasi dan keterbukaan informasi. Misalnya, konsep low-cost airline betul-betul mengubah model dan struktur industri penerbangan, dan bahkan memberikan dampak kepada industri lain seperti bis, kereta api, dan kapal pengangkut penumpang. Banyak perubahan yang diusung, mulai dari skala mikro yang proses kerja, model bisnis, budaya organisasi, sampai dengan tatanan yang lebih makro, yaitu budaya masyarakat, sampai dengan strategi pertahanan dan keamanan negara.

Perkembangan aktor-aktor cracking zone seperti perangkat telekomunikasi, social media seperti facebook, twitter, dan blog, dan sebagainya, telah membawa angin perubahan baru. Pada era ini muncul apa yang disebut dengan C-Gen atau Connected-Generation, di mana generasi ini ditandai dengan kemampuan mereka untuk saling terhubung dan bertukar informasi dengan cepat.

Pada era ini, dibutuhkan pemimpin yang berjiwa cracker, yaitu yang berani untuk tidak populer untuk melakukan perubahan dengan cara membawa organisasinya keluar dari comfort zone. Siapapun akan sangat gusar dan kesal jika harus keluar dari comfort zone ini, tetapi demi sebuah pembaharuan dan perbaikan, sang cracker harus mampu melakukannya. Cracker harus mampu membuat terobosan dan membawa hal-hal baru demi kemajuan organisasi.

Konsep inilah yang dibutuhkan oleh PT. Pelindo I dalam menghadapi perubahan terutama dalam menghadapi uu No 17 tentang Pelayaran yang membuat kebebasan bagi pihak, swasta, BUMD, pemerintah maupun. Sebab UU No 17 tentang Pelayaran yang baru ini mengatur tentang pengelolaan setiap pelabuhan–pelabuhan yang ada diseluruh Indonesia yang sebelumnya dikelola oleh PT.PELINDO sebagai operator maupun regulator disetiap pelabuhan tersebut. Namun dengan adanya UU Pelayaran yang baru ini PELINDO harus merelakan pembagian lahan pengelolaan pelabuhan dengan pihak lain (pihak swasta) yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melaksanakan operasional pelabuhan. Dimana tingkat persaingan pun semakin meningkat dan tentunya dibutuhkan daya kreatifitas yang tinggi  agar mampu bertahan terhadap perubahan. Tentunya Kategori Growth mindset yanG dibutuhkan oleh karyawan untuk bisa menghadapi perubahan tersebut.

Dalam sesi tanya jawab, Rhenald mengungkapkan bahwa dalam menumbuhkan growth mindset bagi karyawan sendiri adalah dengan diperlukannya membuka diri dan dibutuhkannya leader atau pemimpin yang mampu membuat crakcking untuk perubahan tersebut.

Menurut Rhenald, Pelabuhan Indonesia saat ini masih dalam masa peralihan , masih terlihat keragu-raguan dalam melangkah dan masih takut dalam membuat terobosan dan berada di out of the box. Syarat yang harus dilakukan oleh Pelindo I agar bisa berubah adalah memperbaiki system dan tidak terpengaruh oleh interpensi pihak-pihak luar, selain itu diperlukannya kemampuan komunikasi dalam berhubungan dengan dunia luar. Rhenald mengharapkan, perubahan mindset untuk kemajuan bukanlah hal yang sulit untuk Pelindo I.

“Saya melihat Pelindo kita saat ini berkembang, sudah ada kemajuan dalam 1 atau 2 tahun terakhir ini , cuma janganlah ada keragu-raguan karena pemerintah kita dan masyarakat kita sudah haus dengan infrastruktur, jadi infrastuktur ini harus progresif. Sehingga diperlukannya meningkatkan investasi, dimana bukan hanya investasi peralatan namun juga investasi manusia”, imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pelindo I Harry Sutanto yang hadir dalam acara tersebut, dengan Sharing session ini diharapkan  mampu memperkaya bisnis kepelabuhanan dan memberi pencerahan. “Diharapkan sharing&Session ini bisa memperkaya bisnis kita dan juga memberikan pencerahan dari Rhenald Kasali karena bisnis akan terus berubah dan kita sekarang menghadirkan master perubahan. Semoga apa yang didapatkan dalam sharing ini untuk pengembangan bisnis kepelabuhan, kata Harry Sutanto dalam sambutannya.

Selain dihadiri oleh Harry Sutanto, para General Manager, pegawai, acara ini juga tampak diikuti oleh direksi lainnya, yaitu Direktur Personalia dan Umum Pasoroan Herman Harianja yang berlaku sebagai moderator, Direktur Operasional dan Teknik Iman A Sulaiman dan Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Bambang Eka Cahyana. Sharing & Session ini bukanlah yang pertama diadakan oleh Pelindo I, acara ini merupakan kegiatan yang rutinitas dilakukan untuk mengubah mindset karyawan. Sebelumnya Pelindo I mengundang Meutya Hafidz Anggota Komisi XI, Konsul Belanda Jhon Meyer, Konsul Amerika Stanley Harsya dan tokoh lainnya.

Divisi Humas PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero)




Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Fatal error: Call to undefined function stc_get_connect_button() in /Data/publik/www/wp-content/plugins/simple-twitter-connect/stc-comments.php on line 231