WASPADA BAHAN NUKLIR: Bapeten pasang monitor di 3 pelabuhan
5 Maret 2013JAKARTA: Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) akan memasang Radiation Portal Monitor di tiga pelabuhan, yang mampu mendeteksi bahan nuklir dan zat radioaktif yang terdapat dalam kontainer, tanpa perlu membuka kontainer terlebih dahulu.
Ketiga pelabuhan yang akan dipasang monitor tersebut adalah Pelabuhan Bitung Manado, Soekarno-Hatta Makassar, dan Tanjung Emas Semarang.
“Saat ini baru ada empat pelabuhan yang memakai RPM. Yaitu Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Batam, dan Pelabuhan Belawan Medan,” kata As Natio Lasman, Kepala Bapeten, di Jakarta, Selasa (12/2/2013).
Dia menuturkan jumlah pelabuhan yang memiliki RPM di Indonesia masih kurang. Negara jiran Malaysia saja sudah memiliki 64 RPM.
Karena itu, pihaknya akan meningkatkan lagi sehingga semua pelabuhan di Indonesia memiliki RPM, mengingat lokasi ini sarat dengan aktifitas ekspor dan impor.
RPM di Jakarta dan Surabaya dimiliki oleh Bea Cukai, di Batam milik Otorita Batam, dan di Medan, bantuan dari International Atomic Energy Agency (IAEA).
“Dari hasil monitoring RPM di sejumlah pelabuhan itu, sampai saat ini tidak ada komoditas perdagangan yang membahayakan,” ujarnya menyampaikan hasil RPM selama ini. ![]()
As menjelaskan pemanfaatan RPM ini sesuai dengan upaya pemerintah, khususnya Bapeten, yang melakukan pembuatan peraturan, perizinan dan inspeksi terkait pemanfaatan nuklir di Indonesia.
Apalagi mengingat pemanfaatan nuklir di Indonesia selama ini beragam seperti di bidang kesehatan, industri, dan energi.
Bapeten mencatat perizinan pemanfaatkan zat radioaktif untuk kepentingan kesehatan ada 6.000 izin, dan di 5.000 izin untuk industri.
“Pemanfaatan nuklir di Indonesia sudah right track, mengutamakan keselamatan dan keamanan untuk tujuan damai,” ujarnya. (ra)
Sumber : Rahmayulis Saleh
Editor : Rustam Agus
Sumber:Bisnis.com

Kirim Komentar
Baca Komentar ( 0 )