PELINDO I bangun terminal curah Rp567,5 miliar
21 Juni 2012MEDAN—PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Medan segera membangun terminal curah cair di Kuala Tanjung dengan investasi Rp567,5 miliar, sementara terminal petikemas akan dibangun dengan investasi Rp4 triliun.
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan di Pelabuhan Kuala Tanjung akan dibangun Terminal Curah Cair dengan nilai investasi Rp 567,5 miliar.
Menurut dia, untuk mengembangkan terminal Curah Cair, Pelindo I akan bermitra dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan.
Porsi saham masing-masing BUMN, kata dia, belum ditentukan. Cuma saja, lanjut dia, memorandun saling pengertian diantara dua BUMN sudah diteken minggu lalu di Jakarta.
Adapun, pengembangan Terminal Petikemas, lanjutnya, Pelindo I menggandeng PT PP (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero).
“Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung adalah hal yang urgent untuk perekonomian Indonesia, terutama Indonesia barat, untuk itu kami akan segera memulainya dalam waktu dekat dan penandatanganan MoU ini merupakan langkah penting,” tegas Bambang.
“Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung adalah proyek pembangunan yang besar dan membutuhkan dana investasi yang cukup besar. Kami menggandeng BUMN strategis lain untuk joint investment dalam proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung,” jelas Bambang.
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan di Pelabuhan Kuala Tanjung akan dibangun Terminal Curah Cair dengan nilai investasi Rp 567,5 miliar dan Terminal Petikemas dengan nilai Investasi Rp 4 triliun.
“Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung adalah proyek pembangunan yang besar dan membutuhkan dana investasi yang cukup besar juga, maka kami menggandeng BUMN strategis lain untuk joint investment dalam proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung,” ujar Bambang di Medan Senin 18 Juni 2012.
“Kami segera memulainya dalam waktu dekat dan penandatanganan memorandum saling pengertian ini merupakan langkah awal ,” tutur Bambang.
Humas PT Pelindo I M. Taufik Fadillah menambahkan Pelabuhan Kuala Tanjung saat ini ditetapkan menjadi logistik hub transportasi laut sesuai konsep cetak biru pengembangan sistem logistik nasional.
Hinterland dominannya, kata dia, kelapa sawit yang mempunyai basis industri di Kawasan Industri Sei Mangke yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui PP No 29 Thn 2012. “Pengembangan ini sejalan dengan program pemerintah Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dalam mewujudkan Konektivitas Nasional,” ujarnya.
Pelabuhan Kuala Tanjung adalah salah satu cabang pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo I. Lokasi geografis yang strategis, menghadap Selat Malaka, yang merupakan salah satu selat tersibuk di dunia dan merupakan jalur utama pelayaran perdagangan di dunia.
Di selat itu juga terdapat beberapa pelabuhan besar di dunia yaitu Port of Singapura, Port Klang dan Port of Tanjung Pelepas. Letaknya yang berdekatan dengan Pelabuhan Belawan, menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi prioritas pengembangan sebagai pendukung Pelabuhan Belawan yang terbatas pengembangannya dan tinggi sedimentasinya.
Pelabuhan Kuala Tanjung juga mempunyai draft kolam yang cukup dalam, yaitu -14 LWS sehingga tidak perlu melakukan pengerukan lagi. Saat ini Pelabuhan Kuala Tanjung satu kawasan dengan PT Inalum. (sut

Kirim Komentar
Baca Komentar ( 0 )