Minggu, 20 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) : "Menjadi penyedia jasa kepelabuhanan dan logistik terkemuka di tingkat regional"

Prestasi

PT Pelindo I (Persero) Cabang Lhokseumawe Terima Penghargaan Bendera Emas SMK3 Dari Menakertrans

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda, apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan oleh Manajemen PT Pelindo I (Persero) Cab. Pelabuhan Sibolga?

  • Penertiban/Penataan di dalam areal lingkungan Pelabuhan (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan fasilitas infra dan suprastruktur (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan Kinerja SDM (25%, 2 Votes)
  • Peningkatan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan (0%, 0 Votes)

Total Voters: 8

Loading ... Loading ...

PELAKU-PELAKU BISNIS DI PELABUHAN

19 Oktober 2006

Pelabuhan merupakan tempat untuk melaksanakan kegiatan pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lainnya yang diangkut melalui jalur transportasi laut yang prosesnya berawal di pelabuhan muat dan berakhir di pelabuhan tujuan. Secara umum fungsi pelabuhan dapat disebutkan sebagai tempat pertemuan (interface), pintu gerbang (gate way), entitas industri (industry entity) dan tempat bertemunya berbagai bentuk moda transportasi.

Kelancaran operasional pelabuhan laut merupakan salah satu faktor pendukung berkembangnya suatu daerah yang secara langsung juga akan berdampak kepada berkembangnya kegiatan perekonomian daerah/wilayah setempat.

Selain dari PT (Persero) Pelabuhan Indonesia yang merupakan pelaku bisnis utama (pengusaha jasa kepelabuhanan) di pelabuhan dalam operasionalnya di dukung oleh pelaku-pelaku bisnis lainnya yang dalam operasinalnya mempunyai keterkaitan bisnis secara langsung dengan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia.
Secara garis besar dapat digambarkan bahwa pelaku-pelaku bisnis di pelabuhan pada umumnya merupakan pihak-pihak yang mewakili (perantara/agent) kepentingan para shipper (pemilik barang/penjual) ataupun buyer (pembeli barang) dimanapun berada antara lain yaitu :

1. Perusahaan Pelayaran (Shipping Lines)
Perusahaan pelayaran disebut juga sebagai Shipping Company atau populer juga di sebut dengan istilah Shipping Lines. Dalam operasionalnya tugas utama dari shipping lines adalah mengangkut barang dari pelabuhan awal ke pelabuhan tujuan berdasarkan Instruksi Pengiriman (Shipping Instruction) barang dari shipper. Selain dari tugas utama tersebut diatas, shipping lines juga meng-usahakan beberapa bidang usaha lainnya antara lain sebagai agen pelayaran (shipping agent) dan usaha-usaha lainnya yang bersifat sebagai penunjang kegiatan pelayaran.

Jenis usaha shipping lines terdiri dari kategori :
a. Pelayaran Dalam Negeri
Merupakan kegiatan pengangkutan barang yang beroperasi terbatas pada antar pelabuhan dalam satu negara (misal pelayaran antar pulau di Indonesia) dengan sifat kunjungan liner/reguler (berkunjung secara tetap/teratur) maupun secara tramper (berkunjung secara tidak tetap/tidak teratur)

b. Pelayaran Luar Negeri
Merupakan kegiatan pengangkutan barang yang beroperasi antar pelabuhan dalam negeri dengan luar negeri dengan sifat kunjungan liner/reguler dan tramper

Dokumen-dokumen yang dibutuhkan shipping lines dalam proses clearance kapal ke pihak
pelabuhan/syahbandar antara lain :
a. sertifikat layak laut
b. sertifikat lambung timbul
c. sertifikat keamanan radio telepon, telegraph
d. sertifikat keamanan bangunan kapal
e. sertifikat permesinan
f. sertifikat klasifikasi lambung timbul
g. sertifikat permesinan kapal
h. surat ukur
i. surat sijil

2. Perusahaan Bongkar Muat (Stevedoring Company)
Perusahaan bongkar muat atau yang populer disebut dengan PBM atau stevedore memberikan kontribusi dalam kelancaran operasional pelabuhan dalam bentuk membongkar dan memuat barang dari dan ke kapal, kegiatan pergudangan dan penumpukan barang.
Secara umum 3 kegiatan utama yang termasuk dalam aktivitas stevedoring company adalah sebagai berikut :

a. Stevedoring
Stevedoring adalah kegiatan pembong-karan barang dari dan ke kapal dengan menggunakan peralatan mekanis, non mekanis dan moda transportasi pendukungnya.

b. Cargodoring
Cargodoring adalah kegiatan meng-eluarkan muatan/barang dari dermaga dan mengangkut dari dermaga ke lapangan penumpukan barang di gudang/lapangan penumpukan dan sebaliknya.

c. Receiving/Delivery
Receving/Delivery merupakan kegiatan penerimaan dan penyerahan barang dari gudang/lapangan penumpukan barang di daerah lini 1 dan menyusun ke atas kenderaan truck di pintu gudang/lapangan penumpukan barang lini 1 atau sebaliknya untuk seterusnya disampaikan kepada shipper.

Dalam melaksanakan tugasnya Perusahaan Bongkar Muat (stevedore) bertanggung jawab dalam kelancaran operasional pelabuhan dalam bentuk :
a. Perencanaan operasional kegiatan bongkar muat kapal
b. Keselamatan atas penerimaan dan penyerahan barang
c. Pengaturan penggunaan tenaga kerja bongkar muat dan peralatannya sesuai kebutuhan.

Tahapan-tahapan tugas yang dilaksanakan oleh Perusahaan Bongkar Muat adalah :
a. Sebelum kapal sandar di dermaga
Dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan oleh PBM sebelum kapal sandar di dermaga :
1) Document manifest
2) Stowage plan
3) Ship plan
4) Loading list
5) Handling order
6) Dangerous cargo list
7) Shifting cargo list

b. Saat kapal sandar di dermaga
Hal-hal yang harus dipersiapkan saat sebelum kapal di dermaga adalah :
1) pembuatan laporan pengawasan kondisi muatan (cargo maupun container)
2) pengawasan dan supervisi kegiatan operasional bongkar muat

c. Setelah kapal berangkat
Hal-hal yang harus dilakukan setelah kapal berangkat adalah :
1) Pembuatan laporan hasil kegiatan bongkar muat secara menyeluruh
2) Evaluasi dan rekapitulasi hasil kegitan bongkar muat
3) Melaksanakan penagihan terhadap biaya-biaya kegiatan bongkar muat

d. Warehosing
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Perusahaan Bongkar Muat pada tahapan warehousing (pergudangan) adalah:
1) Penanganan barang-barang yang akan masuk ke gudang
2) Penanganan terhadap barang yang memerlukan perlakuan/penanganan khusus
3) Penanganan terhadap barang yang ditimbun di open storage

e. Delivery
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Perusahaan Bongkar Muat pada tahapan delivery (pergudangan) adalah :
1) Menerima kwitansi pembayaran
2) Menerima Delivery Order (DO) yang telah di fiat (diberi izin) impor oleh custom
3) Pemberian surat jalan keluar dari pelabuhan kepada shipper/consignee

3. Freight Forwarder

Freight forwarder adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) atau disebut juga dengan istilah Architect of Transport. Disebut sebagai Architect of Transport karena freight forwarder lah yang berperan dalam pengaturan angkutan ke pasar tujuan dengan moda transportasi yang aman dan ekonomis. Freight forwarder berperan sebagai perantara untuk menangani muatan antara shipper (pemilik barang) dan consignee (penerima barang) dan dengan carrier (pengangkut).
Ruang lingkup tugas freight forwarder adalah bertanggungjawab sejak mulai diterimanya barang/muatan dari shipper sampai dengan barang/muatan diserahkan kepada consignee. Dalam operasionalnya, freight forwarder menggunakan beberapa moda transportasi pendukung yaitu moda transportasi laut, darat dan udara. Jasa-jasa yang diberikan oleh freight forwarder antara lain dalam bentuk pengurusan dokumen dan operasional antara lain proses clearance dokumen barang ekspor maupun impor.

Tugas-tugas freight forwarder secara umum adalah :
a. Menerima barang/muatan
b. Menyerahkan barang
c. Menyimpan barang
d. Menyiapkan barang
e. Menyelesaikan biaya/tagihan asuransi, biaya angkutan darat/ laut dan udara, claim yang berhubungan dengan muatan ekspor dan impor
f. Mengepak (packing) barang/muatan
g. Mengukur berat atau mengukur volume mauatan
h. Menyelesaikan dokumen-dokumen terkait

Perbedaan antara fungsi tugas Perusahaan berstatus sebagai Freight Forwarder dibandingkan dengan perusahaan yang bersatus sebagai Ekspedisi Muatan Kapal Laut atau populer dengan istilah EMKL adalah lebih luasnya ruang lingkup tugas Freight Forwarder dibandingkan dengan EMKL, pada Freight Forwarder dapat menggunakan beberapa jenis moda transportasi (laut, darat dan udara) sedangkan pada EMKL terbatas hanya pada moda transportasi laut.

Source :Bisnis



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Fatal error: Call to undefined function stc_get_connect_button() in /Data/publik/www/wp-content/plugins/simple-twitter-connect/stc-comments.php on line 231