Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) : "Menjadi penyedia jasa kepelabuhanan dan logistik terkemuka di tingkat regional"

Prestasi

PT Pelindo I (Persero) Cabang Lhokseumawe Terima Penghargaan Bendera Emas SMK3 Dari Menakertrans

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda, apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan oleh Manajemen PT Pelindo I (Persero) Cab. Pelabuhan Sibolga?

  • Penertiban/Penataan di dalam areal lingkungan Pelabuhan (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan fasilitas infra dan suprastruktur (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan Kinerja SDM (25%, 2 Votes)
  • Peningkatan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan (0%, 0 Votes)

Total Voters: 8

Loading ... Loading ...

Pelabuhan Laut di Riau, Berbenah Diri

10 Desember 2012

RIAU. Pelabuhan-pelabuhan di Provinsi Riau sangat banyak. Namun berdasarkan aktivitasnya, nama-nama pelabuhan-pelabuhan Riau ini memiliki tujuan dan sasaran bagi peningkatan pelayanan angkutan banrang maupun penumpang. Apalagi, keberadaan pelabuhan-pelabuhan Riau tersebut berdampak pada peningkatan ekonomi Indonesia. Pasalnya, Riau berada di pintu gerbang internasional, seperti Malaysia, Singapura dan Thailand sehingga mempengaruhi pertumbuhan di sektor industri dan pariwisata.


Sejumlah pelabuhan-pelabuhan Riau ini, hingga kini terus berbenah diri. Karena menjadi ikon pertumbuhan di Riau dan Indonesia. Berikut nama-nama pelabuhan-pelabuhan laut dan sungai, yang terdapat di sejumlah kabupaten di Riau

  1. Pelabuhan Dumai
  2. Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis
  3. Pelabuhan Tanjung Harapan Selat Panjang Kepulauan Meranti
  4. Pelabuhan di Kuala Enok Indragiri Hilir
  5. Pelabuhan Internasional di Siak
  6. Pelabuhan Panipahan Rokan Hilir
  7. Pelabuhan Sungai Duku di Pekanbaru

Adapun profil pelabuhan-pelabuhan Riau, seperti manfaat pelabuhan, penggunaan pelabuhan, fungsi pelabuhan, syarat berdiri pelabuhan, izin pelabuhan dan tujuan pelabuhan dapat dilihat pada uraian di bawah ini:

1. Pelabuhan Dumai

Pelabuhan Dumai dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I (Persero) Cabang Dumai. Pelabuhan Dumai ini terletak di Kota Dumai, Provinsi Riau, dan merupakan daerah yang terkena dampak atas kerja sama bidang ekonomi antara Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand sehingga mengakibatkan pertumbuhan pada sektor industri dan pariwisata. Pelabuhan Dumai terletak 200 kilometer dari Kota Pekanbaru yang merupakan ibukota Provinsi Riau.

Pelabuhan Dumai

PT Pelindo I (Persero) Cabang Dumai dipimpin oleh seorang General Manager yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Direksi PT Pelindo I (Persero) serta dibantu oleh delapan orang Manager Divisi dan 1 (satu) orang kepala perwakilan.

Dalam kegiatannya, Pelabuhan Dumai melayani kapal-kapal domestik internasional dengan berbagai jenis kapal baik kapal penumpang maupun barang. Cabang Pelabuhan Dumai terletak pada posisi 00°-55′-55″ LU dan 104°-26′-06″ BT. Letak Pelabuhan Dumaiyang strategis didukung oleh daerah hinterland berupa industri, pertambangan dan perkebunan. Status Pelabuhan Dumai adalah pelabuhan umum yang diusahakan dan terbuka untuk perdagangan luar negeri, dengan predikat pelabuhan kelas 1 (satu).

Langkah awal untuk menjadikan Pelabuhan Dumai bertaraf Internasional telah dilakukan kemudahan pelayanan jasa kepelabuhanan melalui Sistem Pelayanan Satu Atap (PPSA) dan didukung oleh pelayanan sistem online (PPKB Online) yang terintegrasi pada Sistem Informasi Manajemen (SIM) Terpadu Pelabuhan Cabang Dumai.
Untuk Pelayanan Kapal telah dilengkapi dengan standar ISO 9001-2000, serta dalam penanganan sistem keamanan fasilitas pelabuhan Dumai terhitung 30 Mei 2004 telah diberlakukan persyaratan sesuai ketentuan Internasional Maritime Organization (IMO) dan telah dikeluarkan “Pernyataan Pemenuhan Keamanan Fasilitas Pelabuhan” (Statement of Compliance of Port Facility) oleh Pemerintah No. KL.94/152/ISPS/DV/APR04 yang berarti Pelabuhan telah memenuhi ketentuan Internasional Ships and Port Facility Security Code (ISPS-CODE).
Fasilitas pemanduan, keputusan wajib pandu KM.22 tahun 1990/07 Maret 1990, personalia pandu Bandar/Laut sebanyak 23 orang, 6 unit kapal tunda, 6 unit kapal pandu. Hari kerja pelabuhan 7 hari (Senin s/d Minggu), jam kerja pelabuhan 24 jam, telep +62-765-31469, 31964, 31369, 31379, fasilitas perbankan CMS Bank Mandiri dan Bank BNI, rumah sakit, pemadam kebakaran pelabuhan, dua unit mobil PMK.

2. Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis

Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Kabupaten Bengkalis ini berada di Kota Bengkalis. Dibangun pada tahun 2003. Posisi Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Kabupaten Bengkalis ini bukan hanya sekedar potensi untuk mempercantik wajah tampilan Kota Bengkalis, akan tetapi juga pintu gerbang utama para pendatang. Karena itu, Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Kabupaten Bengkalis sebagai pintu gerbang utama pelabuhan ini dibangun dengan memberi kesan yang nyaman, aman dan menarik.
Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Kabupaten Bengkalis ini dibangun terkesan eksklusif dengan sistem pengawalannya yang begitu rapi dan ketat akan terasa berbeda bagi yang terbiasa dengan pelabuhan lama. Kabupaten Bengkalis sendiri memiliki letak yang strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan berada dalam kawasan segitiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Singapura (IMS-GT) dan kawasan segitiga Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT).

Pelabuhan Laut Bengkalis

Kemudian, Bandar Setia Raja di Selat Baru (Kecamatan Bantan) yang fokus operasinya melayani pelayaran ke luar negeri, khususnya ke negara tetangga Malaysia. Selanjutnya Pelabuahan Sungai Pakning (Kecamatan Bukit Batu) yang dikelola PT Pelindo. Malah, Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Kabupaten Bengkalis ini digunakan untuk bongkar muat barang dan naik turunnya penumpang juga sebagai aktivitas pelabuhan untuk bongkar muat minyak karena di kecamatan ini terdapat kilang minyak unit pengolahan milik Pertamina UP II Dumai-Sungai Pakning.

Di samping itu juga terdapat ferry penyeberangan atau Ro-Ro (Roll on-Rool of) yang membangun ibu kota Kabupaten Bengkalis (pelabuhannya di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis) dengan Kecamatan Bukit Batu/Pulau Sumatera (di Desa Sungai Selari ) yang dikelola pihak swasta.

3. Pelabuhan Tanjung Harapan Selat Panjang Kepulauan Meranti

Pelabuhan Tanjung Harapan ini berada di Kota Selat Panjang, ibukota kabupaten termuda di Provinsi Riau yakni Kabupaten Kepulauan Meranti. Aktivitas Kota Selat Panjang sebagai pusat ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi ramai dengan adanya pelabuhan Pelabuhan Tanjung Harapan Selat Panjang Kepulauan Meranti ini. Baik oleh para pedagang, pelancong maupun para pegawai dan masyarakat lainnya datang dan pergi dari dan ke Selat Panjang untuk berbagai kepentingan. Mulai dari urusan keluarga atau pribadi, dinas maupun bisnis.

Pelabuhan Selatpanjang, Kepulauan Meranti

Pelabuhan Tanjung Harapan Selat Panjang Kepulauan Meranti ini juga selalu ramai dengan kedatangan dan berangkatnya speed boat, ferry dan kapal ini menunjukkan tingginya aktivitas angkutan laut yang merupakan satu-satunya jalur penghubung dengan kota-kota lain di Provinsi Riau.

4. Pelabuhan di Kuala Enok Indragiri Hilir

Pelabuhan Kuala Enok ini terletak di perairan Sungai Sapat Dalam, Kabupaten Indragiri Hilir dan dibangun dengan tujuan sebagai outlet dan inlet wilayah Riau bagian Selatan dan Jambi. Belum berfungsinya pelabuhan Kuala Enok ini akibat masih ada beberapa ruas jalan dan jembatan yang merupakan akses ke pelabuhan belum selesai dibangun, di antaranya, lima buah jembatan dengan panjang lebih kurang 120 meter dengan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp7,8 miliar. Bahkan, pelabuhan Kuala Enok ini sudah mulai melakukan peningkatan jalan (awcaes) Bagan Jaya-Kuala Enok sepanjang 31 kilometer dengan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 20,8 miliar, peningkatan jalan (hotmix) Sungai Akar-Bagan Jaya sepanjang lebih kurang 74 kilometer yang membutuhkan dana sebesar Rp74,5 miliar.
Dibangunnya Pelabuhan Samudera Kuala Enok karena memiliki kriteria antara lain, panjang alur pelayaran mencapai 15 kilometer, dengan lebar 500 meter. Kedalaman alur Pelabuhan Samudera Kuala Enok mencapai 5,2 meter sampai dengan 12 meter LWS. Bahkan, Pelabuhan Samudera Kuala Enok memiliki kedalaman kolam mencapai 10 meter sampai dengan 12 meter LWS, dapat disandari kapal mencapai 200 meter dan draft 8 meter atau dengan bobot lebih kurang 35.000 ton.

5. Pelabuhan Siak

Pelabuhan Siak ini berada di Komplek Tanjung Buton. Pembangunan pelabuhan ini akan banyak memberi manfaat ekonomi terhadap masyarakat Sekitar, juga bagi Siak keseluruhan. Pelabuhan Tanjung Buton ini nantinya menjadi alternatif lain untuk bongkar peti kemas selain Pelabuhan Dumai. Karena pelabuhan ini merupakan pelabuhan internasional, pelabuhan ini juga akan menjadikan Siak menjadi daerah strategis bagi Riau dan wilayah Sumatera.

Dengan dibukanya pelabuhan Siak ini nantinya, maka Siak menjadi salah satu pintu masuk laut Sumatera dan dampaknya menjadikan Siak sebagai daerah yang sangat strategis. Pelabuhan Buton ini mempunyai jalur pelayaran internasional yang diharap memberi kontribusi bagi geliat perekonomian masyarakat terutama di bidang transportasi dan kepariwisataan.

Dengan pelabuhan Siak ini, baik masyarakat Riau maupun Pemkab Siak berharap akan lebih mempermudah transportasi dan akses antara dua negara bertetangga yakni Indonesia-Malaysia secara umum atau Siak-Muar secara khusus dan menjadi pendukung bagi peningkatan kunjungan wisata ke Kabupaten berjuluk Negeri Istana ini.

6. Pelabuhan Panipahan Rokan Hilir

Pelabuhan Penipahan ini terletak di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Setelah peresmiannya sebagai pelabuhan lintas batas, pelabuhan ini dapat melayani pelayaran dari dan ke luar negeri via dua pelabuhan di Malaysia, yaitu Port Dickson dan Port Kelang. Pelabuhan Panipahan merupakan pelabuhan persinggahan bagi kapal ekspor/inpor, untuk aktivitas bongkar muat barang lebih difokuskan di Pelabuhan Dumai.

7. Pelabuhan Pekanbaru

Pelabunan Sungai Duku adalah pelabuhan pemberangkatan yang terletak di jantung Kota Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan pemberangkatan domestik dan internasional.

Sebagai sarana transportasi, pelabuhan tentu ikut terlibat di dalam rantai perniagaan. Sehingga secara tidak langsung keberadaan pelabuhan penting juga bagi roda perekonomian pada wilayah-wilayah di sekitarnya.

Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru

Terminal Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru adalah prasarana transportasi untuk keperluan singgah, menurunkan penumpang dan atau barang dari kapal (jenis speedboat) atau sebaliknya dan mengatur kedatangan dan pemberangkatan penumpang pada jalur lalulintas Sungai Siak di daerah Pekanbaru.
Dari segi arsitektural, terminal ini bukan hanya sebagai tempat transisi, melainkan juga berfungsi sebagai landmark atau pintu gerbang Kota Pekanbaru.
Pemberangkatan domestik adalah dengan tujuan Kabupaten Bengkalis, Kota Selat Panjang, Kabupaten Siak dan sekitarnya. Untuk internasional, pelabuhan penumpang ini juga melayani pelayaran internasional seperti ke Melaka, Malaysia.
Pelabuhan ini memiliki areal parkir yang memadai. Setiap harinya pelabuhan ini melayani kapal-kapal yang berangkat dan berlabuh di Kota Pekanbaru. Kapal-kapal yang datang ke pelabuhan ini berasal dari dalam dan luar negeri.
Untuk dalam negeri, kapal-kapal tersebut datang dari Batam, Selat Panjang, Tanjung Balai Karimun dan lain-lain. Armada yang terdapat di pelabuhan ini antara lain, speedboat Alita Ekspress, Bengkalis Wisata Ekspress, Siak Wisata dan Trubuk Ekspress. Kemudian ada Jelatik, Garuda dan Forti. (Sumber: cekau.com)



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Fatal error: Call to undefined function stc_get_connect_button() in /Data/publik/www/wp-content/plugins/simple-twitter-connect/stc-comments.php on line 231