Rabu, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) : "Menjadi penyedia jasa kepelabuhanan dan logistik terkemuka di tingkat regional"

Prestasi

PT Pelindo I (Persero) Cabang Lhokseumawe Terima Penghargaan Bendera Emas SMK3 Dari Menakertrans

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda, apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan oleh Manajemen PT Pelindo I (Persero) Cab. Pelabuhan Sibolga?

  • Penertiban/Penataan di dalam areal lingkungan Pelabuhan (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan fasilitas infra dan suprastruktur (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan Kinerja SDM (25%, 2 Votes)
  • Peningkatan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan (0%, 0 Votes)

Total Voters: 8

Loading ... Loading ...

Pelabuhan Belawan dan Batam Pendulum Nusantara

7 Januari 2013

Medan-andalas PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I menyiapkan Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Batu Ampar Batam untuk mendukung implementasi konsep Pendulum Nusantara yang bertujuan untuk menekan biaya logistik nasional.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Pelindo I Alfred Natsir dalam diskusi dengan Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono beserta rombongan di Kantor Belawan International Container Terminal (BICT)  Belawan, Sabtu (5/1).

Dalam paparannya mengenai Kesiapan Pelindo I dalam mendukung Pendulum Nusantara, Dirut Pelindo I Alfred Natsir menyambut positif gagasan ini untuk perbaikan dan perkembangan transportasi nasional dan menekankan perlu adanya kesiapan yang lebih mendalam serta sosialiasi yang lebih luas kepada para stakeholder utama dalam hal ini pemilik barang, perusahaan pelayaran dan pengelola pelabuhan/terminal operator dalam penerapan implementasi Pendulum Nusantara, sehingga akan mampu menekan biaya logistik nasional.

Implementasi dari Pendulum Nusantara ini ditindaklanjuti dibentuknya Terminal Petikemas Indonesia yang merupakan hasil bentukan dari gabungan Unit Usaha dibawah Pelindo I, II, III dan IV.

Pelindo I menyiapkan dua pelabuhan yaitu Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Batu Ampar Batam dari rangkaian enam pelabuhan di Indonesia untuk mendukung Pendulum Nusantara yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Sorong.

Terkait kesiapan Pelabuhan Belawan, Alfred menjelaskan bahwa untuk Terminal Petikemas terdiri dari tiga tahapan program, yaitu tahap pertama adalah Urgent Program, atau peningkatan produktivitas yang sudah dilakukan pada tahun 2010-2012, dimana terjadi peningkatan kapasitas dari 800.000 Teus/thn menjadi 1,2 juta/thn, dengan investasi berupa penambahan peralatan 5 unit CC (Container Crane), 15 unit RTG (Rubber Tyred Gantry), 2 unit HMC (Harbour Mobile Crane), 14 unit Reach Stacker dan Side Loader, dermaga 100 meter dan CY (Container yard) 6.000 m2. Kinerja pelayanan, Turn Round Time kapal dari 7-8 hari menjadi untuk terminal domestik ± 2,5–3,0 hari dan terminal internasional ± 1,2–1,5 hari serta menerapkan Service Level Guarantee dan Windows System.

Untuk tahapan berikutnya yaitu Optimalization Program, atau peningkatan kapasitas dan kualitas  pada tahun 2013-2015 dengan peningkatan kapasitas dari 1,2 jt Teus/tahun menjadi 2 juta Teus/tahun, dengan investasi terdiri dari Paket I yang merupakan dana dari IDB dan Pelindo I untuk perpanjangan dermaga 350, dengan CY 15 ha dan peralatan CC sebanyak 4 Unit serta Transtainer 8 unit, dan Paket II didanai dari Pelindo I dan sindikasi BUMN lainnya, terdiri dari perpanjangan dermaga 350 m, dengan CY 15 ha dan peralatan CC sebanyak 4 Unit serta Transtainer 8 unit.

“Tahapan ke tiga yaitu Expansion Program (2014-2016) berupa pengembangan Pelabuhan Belawan dengan membangun Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi Hub Port,” jelas Alfred.

Sedangkan kesiapan Pelabuhan Batu Ampar Batam, Tahap I yaitu Improvement Batu Ampar Selatan (2013-2015), akan dilakukan Restrengthening dermaga sepanjang 400 m, pembangunan CY seluas 5 Ha, pengadaan Container Crane sebanyak 4 unit, RTG sebanyak 10 unit dan Head Truck + Chasis sebanyak 25 unit. Tahap II yaitu Pengembangan Batu Ampar Utara (2013-2016), penambahan dermaga sepanjang 600 m, CY seluas 20 Ha, CC sebanyak 6 unit, RTG sebanyak 15 unit, dan Head Truck + Chasis sebanyak 40 unit.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono merespon positif dan mendukung gagasan serta masukan dari Dirut Alfred Natsir.

Dikatakan Wamenhub, Pendulum Nusantara tidak hanya menekankan tentang permasalahan  kapal yang bergerak dari timur ke barat saja tapi juga terkait dengan peningkatan dan pembenahan menyangkut prasarana, sarana, system serta SDM disektor angkutan laut, dan mengharapkan kepada jajaran terkait dilapangan dalam hal ini Pelindo, Otoritas Pelabuhan, Syahbandar, Navigasi dan pihak lainnya untuk berintegrasi, bersinergi dan berkoordinasi dalam Implementasi penerapan Pendulum Nusantara ini. (ACHAI)



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Fatal error: Call to undefined function stc_get_connect_button() in /Data/publik/www/wp-content/plugins/simple-twitter-connect/stc-comments.php on line 231