Rabu, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) : "Menjadi penyedia jasa kepelabuhanan dan logistik terkemuka di tingkat regional"

Prestasi

PT Pelindo I (Persero) Cabang Lhokseumawe Terima Penghargaan Bendera Emas SMK3 Dari Menakertrans

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda, apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan oleh Manajemen PT Pelindo I (Persero) Cab. Pelabuhan Sibolga?

  • Penertiban/Penataan di dalam areal lingkungan Pelabuhan (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan fasilitas infra dan suprastruktur (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan Kinerja SDM (25%, 2 Votes)
  • Peningkatan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan (0%, 0 Votes)

Total Voters: 8

Loading ... Loading ...

TERMINAL PETI KEMAS BELAWAN DIKEMBANGKAN, PELINDO I TANDATANGANI MOU DENGAN HUTAMA KARYA DAN WIJAYA KARYA

9 April 2012

MEDAN- PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I melakukan penandatanganan MOU (Memorandum Of Understanding) dengan Hutama karya (Persero) dan Wijaya Karya (Persero) terkait kerjasama pembangunan Dermaga Terminal Petikemas Belawan 350 meter Tahap II dan fasilitas pendukungnya, Senin (9/4) bertempat di Ruang Serbaguna Selat Malaka Kantor Pusat Pelindo I, Medan.  Penandatanganan Mou dilakukan oleh Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I Bambang Eka Cahyana ,  Direktur Operasi II Hutama Karya Indaraya Manopol, Direktur Operasi Wijaya Karya Budiharto. Hadir dalam acara ini, Direktur Utama Pelindo I Alfred Natsir didampingi oleh jajaran direksi Pelindo I lainnya.

Alfred Natsir dalam sambutannya mengatakan MOU kerjasama pengembangan Dermaga Terminal Petikemas Belawan atau BICT (Belawan International Container Terminal) 350 meter Tahap II adalah merupakan salah satu wujud dalam MP3EI (Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang mana salah satunya adalah pengembangan Pelabuhan Belawan.

Alfred Menjelaskan dermaga BICT saat ini sepanjang 950 meter dengan jumlah bongkar muat hampir 1 juta teus per tahun dengan kapasitas 1,3 juta Teus per tahun. Alfred mengatakan bahwa sebagai Pelabuhan terbesar yang dimiliki Pelindo I, terdapat beberapa program untuk Pelabuhan Belawan yaitu Program Urgent, yang hampir rampung yaitu dari 2010-2012, dimana terjadi peningkatan dari 600 ribu Teus pertahun menjadi 1,3 juta Teus per tahun.

Kemudian Program Pengotimalisasian yaitu program pengembangan Pelabuhan Belawan dimulai dari tahun 2012-2014  dimana dermaga di BICT akan ditambah sepanjang 700 meter. Program ini terbagi dalam 2 tahap, Tahap I adalah investasi dengan rincian 350 meter dengan modal investasi bantuan dari IDB (Islamic Development Bank) dan Pelindo I. Dimana dana IDB untuk investasi infrastruktur  dan suprastruktur dari Pelindo I dengan total investasi sebanyak Rp 1,5 Triliun. Dana ini untuk membiayai investasi dermaga 350 meter, Container yard (CY) 15,7 Ha dan Peralatan seperti Container Crane 3 unit, Transtainer 9 unit serta Headtruck 15 Unit.

Sementara tahap II adalah sindikasi Pelindo I dengan Hutama Karya dan Wijaya Karya dengan perkiraan nilai investasi Rp 1,5 Triliun. Dengan kegiatan investasi untuk dermaga 350 meter, Container Yard 15,7 Ha, peralatan berupa Container Crane 3 unit, Transtainer 9 unit dan Head Truck 15 Unit.  “Jika pembangunan tahap I dan II ini selesai maka kapasitas Pelabuhan Belawan yang saat ini 1,3 juta Teus per tahun akan menjadi 2 juta teus per tahun ” tambahnya.

Menurut Direktur Utama Alfred Natsir, mengatakan MOU rencana sinergitas antara BUMN ini adalah sinergitas yang sangat strategis, karena masing-masing pihak memberikan kompetensi lebih dimana saling bekerjasama. Pelindo sebagai perencanaan dan pengelolaan pelabuhan, sementara Hutama Karya dan Wijaya Karya memiliki pengalaman dalam pembangunan pelabuhan dan  fasilitas pendukungnya. Alfred berharap agar MOU ini nantinya berakhir dengan kerja sama sehingga bisa dilakukan konstruksi/pembangunan  dan pengoperasian dermaga secepatnya.

Direktur Bambang Eka Cahyana menambahkan bahwa pengembangan tahap I dan Tahap II direncanakan akan dioperasikan di awal tahun 2015 dan optimis target 2 juta Teus per tahun akan mudah dipenuhi. “ Kami yakin dengan penambahan dermaga 700 meter, BICT akan mampu menampung traffic 2 juta Teus per tahun,” tegasnya.



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Fatal error: Call to undefined function stc_get_connect_button() in /Data/publik/www/wp-content/plugins/simple-twitter-connect/stc-comments.php on line 231