Minggu, 20 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) : "Menjadi penyedia jasa kepelabuhanan dan logistik terkemuka di tingkat regional"

Prestasi

PT Pelindo I (Persero) Cabang Lhokseumawe Terima Penghargaan Bendera Emas SMK3 Dari Menakertrans

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda, apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan oleh Manajemen PT Pelindo I (Persero) Cab. Pelabuhan Sibolga?

  • Penertiban/Penataan di dalam areal lingkungan Pelabuhan (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan fasilitas infra dan suprastruktur (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan Kinerja SDM (25%, 2 Votes)
  • Peningkatan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan (0%, 0 Votes)

Total Voters: 8

Loading ... Loading ...

PERAN SENTRAL PUBLIC RELATIONS DALAM PENGELOLAAN REPUTASI PERUSAHAAN

12 Juli 2011

Suka tidak suka, Public Relations (PR) sudah menjadi salah satu indikator sukses serta communications tools (alat komunikasi) penting bagi  perusahaan maupun sebuah negara. Dalam era reformasi secepat arus internet ini, PR sudah menjadi elemen korporasi yang esensial (values) dan penting dalam mengelola reputasi  sebuah perusahaan.

Reputasi  korporasi dapat diartikan membangun persepsi orang lain/public tentang sebuah organisasi . Persepsi ini bisa positif bisa negatif tergantung dari pengalaman dan interaksi orang lain/public  dengan organisasi tersebut, sehingga dibutuhkan strategi-strategi yang jitu untuk mencapai reputasi yang baik. Oleh karena itu selain penting untuk membangun reputasi, juga tidak kalah pentingnya adalah memelihara dan memanajemen reputasi yang baik dalam korporasi. Karena reputasi merupakan sebuah aset yang jika senantiasa dibangun dan dikembangkan dapat memberikan imbal hasil (return) yang besar di masa mendatang baik korporasi juga Negara.

Materi terkait reputasi ini dikupas tuntas dalam Seminar Nasional Manajemen  Reputasi: Tantangan Negara dan Korporasi yang diadakan oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) di Hotel Sultan, Jakarta Kamis (16/6) yang lalu.

Seminar Nasional yang diikuti oleh anggota Perhumas dari seluruh Indonesia, praktisi publik relation, kehumasan, akademisi, pengelola informasi publik seperti pejabat pengelola informasi dan dokumentasi ini dibuka oleh Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar.

Dalam sambutannya, Menteri BUMN, Mustafa Abu Bakar mengatakan sangat mengapresiasi seminar yang diadakan oleh Perhumas, apalagi ditengah perlunya menjaga reputasi  negara/ korporasi yang sampai sekarang belum sesuai dengan yang diharapkan.

Mustafa mengatakan reputasi negara bergantung pada para praktisi humas baik dari pemerintahan, swasta maupun organisasi yang mempunyai peran strategis dalam membangun reputasi bangsa. Sehingga ia  mengimbau seluruh perusahaan maupun organisasi, untuk merancang strategi komunikasi yang terpadu dan terarah untuk mengelola reputasi organisasi.

“Membangun sebuah reputasi tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu singkat, karena itu diperlukan strategi komunikasi yang kuat dan dinamis dalam pengelolaan reputasi,” kata Menteri BUMN.

Sementara itu, menurut Ketua Umum BPP Perhumas Indonesia, Muslim Basya, pemahaman reputasi pada sejumlah perusahaan semakin minim. “Pemahaman reputasi organisasi harus terus ditingkatkan untuk mengangkat reputasi Indonesia di mata dunia” ucapnya.

Basya menuturkan, bagi korporasi, reputasi merupakan intangible asset (tak terlihat) yang sangat strategis dan bersifat dinamis mengikuti identitas, citra, dan strategi bisnis yang ditetapkan oleh perusahaan guna mencapai target kinerja yang diinginkan.

Sedangkan CEO Halma Strategic Halim Mahfudz salah satu pembicara dalam seminar tersebut,  malah mencontohkan sebuah paradoks yaitu “dibutuhkan puluhan tahun untuk membangun reputasi yang baik, namun hanya cukup satu menit saja untuk meruntuhkannya,” ucapnya.   Itu berarti bahwa membangun sebuah reputasi tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu singkat.

Ia memberikan gambaran, kasus CitiBank di Indonesia, dalam sepekan dua permasalahan membelit bank berbasis di Amerika Serikat itu, yaitu meninggalnya nasabah di kantor CitiBank, dan terungkapnya kejahatan pengalihan rekening miliaran rupiah oleh karyawannya.

“Kasus ini tentu tidak hanya berimbas bagi CitiBank tetapi sedikit banyak juga mempengaruhi persepsi publik terhadap perbankan nasional,” ujar Halim.  Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang kuat dan dinamis dalam pengelolaan reputasi, tambahnya.

…dibutuhkan puluhan tahun untuk membangun reputasi yang baik, namun hanya cukup satu menit saja untuk meruntuhkannya….

Memanajemen reputasi perusahaan adalah merupakan asset utama dari sebuah perusahaan. Oleh karena itu dari sekarang diperlukan kepahaman bagaimana cara membangun dan mempertahankan reputasi perusahaan yang positif. Seorang PR bukan hanya bertugas membangun citra positif, tetapi juga bertanggung jawab atas fakta-fakta sehingga citra yang terbangun tidak berdasarkan atas fondasi khayal belaka.

“Apabila perusahaan mengalami masalah, maka sebagai seorang PR harus cepat mengambil tindakan agar masalah yang terjadi tidak berubah menjadi krisis yang akan berakibat pada buruknya reputasi perusahaan”, menurut Troy Pantaw Corporate Communication Director Danone Aqua, yang juga ikut menjadi pembicara dalam seminar tersebut.

Dalam mengelola brand dan reputasi sebuah corporate, seorang PR membutuhkan strategi yang baik agar brand corporate tersebut dapat diterima dengan baik oleh publik dan kemudian akan berpengaruh pada reputasi perusahaan yang positif.

Reputasi perusahaan bisa dibangun dari berbagai upaya, dengan membangun kepercayaan dan kepuasan publik untuk konsistensi, aksesibilitas, responsif dan komitmen organisasi yang ditunjukan melalui brand corporate.

Selain itu, Drivers of Reputation (penggerak reputasi) itu sendiri terbagi dua hal, dalam internal seperti Employee Communication (komunikasi antar pegawai), Ethics (etika), Issues Management ( isu-isu manajemen), Crisis Management (manajemen krisis), Corporate Responsibility (tanggung jawab perusahaan). Sedangkan faktor eksternal terdiri dari Media Relations, Government Relations, Community Relations, dan Investor Relations.  

Pembicara lain dalam kegiatan yang diikuti antusias seluruh peserta tersebut antara lain Sarwoto Atmosutarno, Presdir/CEO Telkomsel dengan tema “ Tantangan Reputasi BUMN dalam Konteks Reputasi Indonesia” , Harry Heriawan Saleh dari Kementerian Tenaga Kerja RI mengambil tema “Manajemen Reputasi : Membangun Reputasi BUMN”, Mochamad Harun Vice President Corporate Communication Pertamina mengambil tema A Crisis management Strategy” dan Troy Pantouw dari Danone memberikan tema “Kontribusi Korporasi dalam membangan Reputasi Indonesia”.

Musyawarah Nasional Perhumas Indonesia

Selain mengadakan Seminar Nasional, Perhumas Indonesia juga mengadakan Musyawarah Nasional Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia untuk pemilihan pengurus Perhumas Indonesia periode 2011-2014. Dalam musyawarah nasional yang dilaksanakan usai seminar tersebut, mengeluarkan Pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi The London School of Public Relations-Jakarta (LSPR), Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR terpilih menjadi Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia atau Perhumas periode 2011-2014. Prita pun mencatatkan sejarah sebagai ketua umum wanita pertama dalam perjalanan 39 tahun berdirinya Perhumas. Acara pemilihan ini dihadiri oleh 28 Badan Pengurus Cabang (BPC), Badan Pengurus Pusat dan Dewan Kehormatan Perhumas dengan total suara 64.

Kandidat pada pemilihan Ketua Umum Perhumas adalah Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR (UK) dari The London School of Public Relations, Heri Rakhmadi dari Bamboedoea Communications sekaligus anggota Dewan Pengawas Perum LKBN ANTARA serta Halim. M CEO Halma-Strategic.

Sementara itu, DPC Perhumas Medan yang ikut menghadiri Seminar dan Munas Perhumas Indonesia yaitu Ketua DPC Perhumas Medan Gus Irawan, Sekretaris Perhumas Medan Boy Henry, Ketua Bidang Organisasi Saurma Siahaan. Selain itu, perwakilan Pelindo I oleh Humas Pelindo I M. Taufik Fadillah selaku Wakil Ketua Bidang Antar lembaga, beserta Fiona Sari Utami selaku anggota Bidang Antar Lembaga Perhumas Medan.  

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia- Perhumas adalah organisasi profesi para praktisi Humas dan Komunikasi Indonesia yang didirikan pada tanggal 15 Desember 1972. Perhumas bertujuan meningkatkan keterampilan professional, memperluas dan memperdalam pengetahuan, meningkatkan kontak dan pertukaran pengalaman antara anggota serta berhubungan dengan organisasi serumpun di dalam dan luar negeri. (fio)

Divisi Hubungan masyarakat Pelindo I



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Fatal error: Call to undefined function stc_get_connect_button() in /Data/publik/www/wp-content/plugins/simple-twitter-connect/stc-comments.php on line 231