Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) : "Menjadi penyedia jasa kepelabuhanan dan logistik terkemuka di tingkat regional"

Prestasi

PT Pelindo I (Persero) Cabang Lhokseumawe Terima Penghargaan Bendera Emas SMK3 Dari Menakertrans

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda, apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan oleh Manajemen PT Pelindo I (Persero) Cab. Pelabuhan Sibolga?

  • Penertiban/Penataan di dalam areal lingkungan Pelabuhan (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan fasilitas infra dan suprastruktur (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan Kinerja SDM (25%, 2 Votes)
  • Peningkatan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan (0%, 0 Votes)

Total Voters: 8

Loading ... Loading ...

Pengalihan Impor Buah Melalui Belawan Bebani Sumut

24 Pebruari 2012

MedanBisnis –  Medan. Pengalihan pintu masuk buah impor dari Tanjung Priok Jakarta ke tiga pelabuhan lain di Indonesia termasuk di antaranya Pelabuhan Belawan Medan, per 19 Maret mendatang akan membebani Sumatera Utara (Sumut). Pasalnya, pemasukan buah impor ini akan membuat jumlah importasi semakin tinggi dan bisa mengancam produk lokal.

“Meski awal penerapannya nanti, kemungkinan impor buah akan turun. Namun, minimal setahun setelah itu pasokan dan harga akan berubah, jumlah buah impor bukannya turun, malah akan naik berlipat-lipat. Pengusaha akan obral buah impor. Apalagi yang jadi masalah, Sumut termasuk penghasil buah lokal nasional. Jika dibanjiri buah impor, ya pasti berdampak besar pada petani buah terutama di daerah Tanah Karo. Mereka bisa saja kolaps dan memicu pengangguran besar-besaran. Jika kondisinya seperti ini, tentu akan sangat membebani Sumut,” ujar pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara, Jhon Tafbu Ritonga, kepada MedanBisnis, Selasa (21/2).

Menurut Jhon, pusat memang selalu egois. Dikatakannya, pengalihan ini dibuat karena pusat mau menyelamatkan kongesti Priuk dengan memindahkan pintu masuk impor buah ke-4 pelabuhan yakni Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Makasar, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Pelabuhan Belawan.

“Pelabuhan Belawan saja sudah kongesti. Kini ditambah lagi impor komoditas subsitusi. Ini akan membuat dampak yang sangat besar. Tapi Indonesia negara kesatuan. Jadi daerah pun harus patuh apa maunya pusat,” katanya.Peraturan yang tertuang dalam Permentan Nomor 89/2011 tentang Persyaratan Teknis dan Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Buah-buahan dan atau Sayuran Segar, juga akan mengakibatkan harga buah impor naik, karena ongkos angkut buah impor cukup mahal. Selain itu, sejumlah importir harus buka cabang di daerah dan perlu investasi gudang baru sekitar Rp 10 miliar per gudang. “Kondisi inilah yang diperkirakan bisa membuat harga buah impor naik,” kata Jhon.

Pengalihan ini dilakukan karena volume arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok sangat padat dan over load, di mana setiap hari terjadi sekitar 1000-1500 kontainer. Padahal layanan karantina memerlukan waktu antara 3-4 hari sehingga perlu dialihkan ke tempat yang lebih longgar tetapi mempunyai dukungan fasilitas pelabuhan yang memadai.

Namun di sisi lain, kata Jhon, pengalihan ini akan membuka peluang bisnis bagi perusahaan pergudangan. Tetapi tetap saja ada masalah kongesti Belawan.

Mudah-mudahan Kuala Tanjung, kata Jhon, segera dibangun menjadi hub internasional dan jalan bebas hambatan lintas Sumatera pun segera disiapkan. Disebutkannya, jangan pemerintah cuma memindahkan beban Tanjung Priok ke Belawan. “Tapi ide jembatan Selat Sunda saja, Menteri Keungan dan Menteri Perekonomian masih beda pendapat hingga saat ini. Mana mungkin diharap pembangunan baru akan lancar. Tapi kita tetap berharap ada realisasi dari pembangunan itu. Sehingga perekonomian tidak terganggu dan daerah pun tidak terbebani dengan kebijakan-kebijakan dari pusat,” ucapnya.

Namun kalangan importir menyambut baik pengalihan ini. Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Sumut Khairul Mahali, mengatakan, pengalihan ini akan menjadikan Sumut sebagai pusat distribusi buah ke daerah-daerah di Sumatera seperti Pekanbaru, Padang dan Aceh. “Jadi kebijakan seperti ini, harus kita lihat sisi positifnya. Jangan negatifnya,” katanya.
Menurut Mahali, selama ini, buah yang beredar di pasar Sumut merupakan impor. Dengan pengalihan ini, akan menjadi peluang banyak pihak karena ekonomi akan semakin menggeliat. Disebutkannya, kondisi ini juga akan mengurangi biaya angkut bagi importir. Meski sejumlah importir masih akan membutuhkan gudang di Pelabuhan Belawan, tapi jika ingin berhemat, importir bisa langsung membawa buah impor ke gudang masing-masing asalkan ada penyertaan dokumennya.

Meski sejumlah pihak mengatakan kondisi ini akan membebani Sumut karena akan mengancam petani buah lokal, namun menurut Mahali, ada sejumlah buah yang memang tidak ada di Sumut sementara permintaannya cukup tinggi. Menurutnya, ini menjadi peluang untuk petani Sumut meningkatkan kualitas. (elvidaris simamora)



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Fatal error: Call to undefined function stc_get_connect_button() in /Data/publik/www/wp-content/plugins/simple-twitter-connect/stc-comments.php on line 231