Minggu, 20 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) : "Menjadi penyedia jasa kepelabuhanan dan logistik terkemuka di tingkat regional"

Prestasi

PT Pelindo I (Persero) Cabang Lhokseumawe Terima Penghargaan Bendera Emas SMK3 Dari Menakertrans

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda, apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan oleh Manajemen PT Pelindo I (Persero) Cab. Pelabuhan Sibolga?

  • Penertiban/Penataan di dalam areal lingkungan Pelabuhan (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan fasilitas infra dan suprastruktur (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan Kinerja SDM (25%, 2 Votes)
  • Peningkatan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan (0%, 0 Votes)

Total Voters: 8

Loading ... Loading ...

Pelabuhan Gunungsitoli Gerbang Utama Perekonomian Pulau Nias

9 Pebruari 2011

PULAU Nias di sebelah Barat Pulau Sumatera dikelilingi laut. Dalam kehidupan sehari-hari Nias masih banyak berharap dan bergantung dari wilayah Sibolga dan Provinsi Sumatera Utara, utamanya dalam bidang perekonomian. Seperti Beras, Sayur-Sayuran dan lain-lain.
Mendukung perekonomian masyarakat di Pulau Nias yang jumlah penduduk kurang lebih 700 ribu jiwa, Pelabuhan Gunungsitoli merupakan gerbang utama keluar masuk berbagai barang komoditi dan kebutuhan masyarakat Nias, selain pelabuhan yang berada di teluk dalam nias selatan. Sekitar ± 3 (tiga) kin dari pusat Kota Gunungsitoli terdapat Pelabuhan 1 laut yaitu Pelabuhan Angin-Gunungsitoli. Setiap harinya melayani berbagai  kapal  yang melayani route Gunungsitoli-Sibolga, Gunungsitoli-Padang serta lainnya.
Dari data yang dihimpun analisa melalui Plh Kepala Administrasi Pelabuhan (Adpel) Gunungsitoli, Jeffry Usdekia Zebua  menyebutkan, pelabuhan Gunungsitoli saat ini memiliki tiga dermaga. Masing-masing, ukuran 20 meter tempat bersandar kapal Ferry, kemudian dermaga ukuran 60 serta dermaga 86 meter yang dibangun oleh BRR-NAD Nias.
Dalam pencatatan Adpel Gunungsitoli dari Januari 2010 hingga Desember 2010, jumlah bongkaran di Pelabuhan Gunungsitoli sebanyak 236.738.300 Kg dan muat 46.428.510 kg dengan penumpang baik 77.063 orang dan turun 84.507 orang. Sedangkan jenis-jenis kapal yang dominan di Pelabuhan Gunungsitoli, tiga unit Kapal’ Ferry ASDP Route Gunungsitoli-Sibolga, setiap harinya masuk di pelabuhan Gunungsitoli. Kemudian sekali dalam satu minggu, Kapal Ferry ASDP Route Gunungsitoli-Singkil.
Kapal PT Pelni pelayaran keliling, masuk sekali dalam sebulan. Kapal Kargo route Gunungsitoli-Padang mengangkut semen serta Kapal Landing LCT Jayanti-I dan Niaga J.aya 99, masuk setiap hari.
Selain itu, ungkap Plh Kepala Adpel Gunungsitoli yang. menjadi kendala. dermaga Gunungsitoli ketika angin bertiup dari Timur atau dari Barat, kapal-kapal  sangat sülit untuk bersandar di pelabuhan.
Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Hadirat ST Gea kepada analisa mengatakan, meskipun arus bongkar muat dan arus penumpang berjalan dengan lancar, menurutnya kawasan Pelabuhan Gunungsitoli masih terlihat belum tertata.
Dia menilai, manajemen dari pihak Kawasan PT. Pelindo I Gunung sitoli dalam menata kawasan Pelabuhan Gunungsitoli tidak maksimal.
Pelabuhan Gunungsitoli belum tertata dengan rapi, tidak ada perbedaan antara penumpang, pengantar dan penjemput. Dari sistem kebersihan Pelabuhan Gunungsitoli masih terlihat kurang bersih. Pedagang kaki lima dibiarkan berjualan di sekitar dermaga ‘ pelabuhan, belum ada perhatian dari pihak Kepala Kawasan PT Pelindo Gunungsitoli kepada para penjual kaki lima di kawasan pelabuhan. Kawasan parkir, tidak jelas antara truk dan kendaraan roda dua.
Disisi lain, Kata Hadirat ST Gea, dari data yang telah sampai ditanganganya, khususnya kapal LCT Jayanti-I dan LCT Niaga Jaya. 99 tidak sesuai dengan izin pengoperasianya. Yakni’ pengoperasian kapal Tramper dalam negeri.
Menurut Hadirat ST Gea, kedua kapal itu sudah menyalahi izin yang telah dikeluarkan
oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang sehaiiisnya kedua kapal, tidak hanya berlayar di pelabuhan Gunüngsitoli-Siboga secara linier.
Sesuai dengan izin yang dikeluarkan, kedua kapal hams juga rnenginggahi beberapa pelabuhan lain yakni Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Periuk, Pelabuhan Merak dan lain-lain. Kenya-taanya kedua kapal, hanya berlayar setiap ‘ harinya dari Pelabuhan Gunungsitoli-Sibolga-PP.
Untuk itu, Hadirat ST Gea berharap, pihak Kepala Kawasan Pelindo I Gunungsitoli dan Adpel Gunungsitoli, lebih maksimal dalam melakukan penataan khususnya di Pelabuhan Gunungsitoli, sehingga kawasan Pelabuhan Gunungsitoli lebih tertata rapi dan adanya perbedaan antara pelabuhan bongkar  muat dan dermaga penumpang.
Dia juga berharapa; Adpel Gunung¬sitoli diminta untuk lebih dapat melakukan pengawasanteiiebih izin operasional kapal yang sesuai dengan izin yang diberikan oleh Kementerian perhubungan agar program Kementerian Perhubungan Zeromap Accindent”dapat terwujud.
Menurut Penulis Pelabuhan Gunungsitoli “yang terletak di tengah’ Kota Gunungsitoli; merupakan urat nadi atau pusat ekonomi, sosial dan pariwisata di Kepulauan Nias, selain Pelabuhan Udara Binaka
Tentunya dari sisi perekonomian pelabuhan laut juga sangat dibutuhkan Pelabuhan yang layak dan rnampu menampung seluruh kebutuhan masyarakat, sehingga roda perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar dengan baik.
Dengan lancarnya arus pelabuhan laut ini dapat dipastikan peluang dan kesempatan yang cukup menjadikan. Gunungsitoli menjadi wilayah berkembang dan dan menj adi pusat pertumbuhan dan kota yang dapat menyediakan jasa dalam menggerakkan roda perekonomian di séluruh wilayah Kepulauan Nias dapat terwujud.

Analisa

Oleh: Karsani aulia Polem



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Fatal error: Call to undefined function stc_get_connect_button() in /Data/publik/www/wp-content/plugins/simple-twitter-connect/stc-comments.php on line 231