Rabu, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) : "Menjadi penyedia jasa kepelabuhanan dan logistik terkemuka di tingkat regional"

Prestasi

PT Pelindo I (Persero) Cabang Lhokseumawe Terima Penghargaan Bendera Emas SMK3 Dari Menakertrans

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Menurut Anda, apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan oleh Manajemen PT Pelindo I (Persero) Cab. Pelabuhan Sibolga?

  • Penertiban/Penataan di dalam areal lingkungan Pelabuhan (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan fasilitas infra dan suprastruktur (38%, 3 Votes)
  • Peningkatan Kinerja SDM (25%, 2 Votes)
  • Peningkatan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan (0%, 0 Votes)

Total Voters: 8

Loading ... Loading ...

Meneg BUMN, Dahlan Iskan Kunjungi BICT

24 November 2011

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke BUMN-BUMN di Sumatera Utara, salah satunya adalah PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Rabu (23/11). Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau secara langsung kondisi Pelabuhan Belawan dan Belawan International Container Terminal (BICT), permasalahan yang dihadapi, kendala serta pengembangan pelabuhan  ke depan.

Seperti kebiasaannya pada acara-acara yang lain, Dahlan tampil santai, mengenakan kemeja putih dengan sweeter hitam yang dikalungkan di leher, tanpa pin menteri, bawahan gelap, dan sepatu kets hitam yang menjadi ciri khasnya. Dengan mobil Alphard bersama Direktur Utama Pelindo I, Alfred Natsir dan Direktur Utama PTPN III, H. Amri Siregar, Dahlan berkeliling meninjau BUMN-BUMN di Medan.

Tiba di bandara Polonia pada pukul 07.45 disambut Kota Medan yang hujan deras, Dahlan berserta rombongan langsung bergegas berkunjung ke BUMN-BUMN karena dijadwalkan kembali ke Jakarta dengan penerbangan pukul 13.55 di hari yang sama. Jadwal kunjungan BUMN mana saja yang akan menjadi target kunjungan, belum diketahui oleh para pejabat protokoler BUMN setempat maupun protokoler Kementerian sendiri, karena Dahlan sendiri yang akan menentukan BUMN yang akan dikunjungi ketika telah sampai di Medan. Adalah ciri khas dari Dahlan Iskan yang bebas, tidak mau terikat dengan aturan – aturan birokratis protokoler .

Keluar dari bandara, iringan rombongan mobil Kementerian dikawal mobil polisi seperti pada umumnya kunjungan Menteri. Bukan Dahlan, kalau berlaku seperti Menteri pada umumnya. Tanpa disadari para rombongan, mobil Alphard yang ditumpangi Dahlan keluar dari iringan rombongan mobil dan mengambil arah yang berbeda.  Sontak hal ini cukup membuat para pejabat protokoler kalang kabut.

Tanpa mobil polisi, rombongan iring-iringan mobil Kementerian terpisah-terpisah, sehingga membuat lalu lintas Kota Medan berjalan seperti biasanya, yang macet bukan karena ada rombongan iringan mobil Kementerian, namun hujan deras serta jam berangkat kerja. Kedatangan Menteri BUMN seakan tidak disadari warga Kota Medan.

Setelah melalui koordinasi dengan sopir yang membawa mobil Alphard, diketahui bahwa kunjungan kerja pertama Dahlan adalah PTPN II di Tanjung Morawa, dilanjutkan ke Pelabuhan Belawan dan BICT, yang sebelumnya sempat memutar di halaman Kantor Pusat Pelindo I di jalan Krakatau Ujung No. 100 Medan untuk sekedar melihat Kantor Pusat Pelindo I.

Setibanya di BICT, Dahlan langsung naik mobil operasional, lengkap dengan perlengkapan safety ke lapangan operasional pelabuhan. Dahlan duduk disamping sopir, ditemani Dirut Pelindo I, GM BICT A. Hidayat Alcaff dan beberapa pegawai operasional. Karena cuaca saat itu hujan deras, Dahlan dan rombongan hanya di dalam mobil mengelilingi wilayah operasional pelabuhan tanpa turun ke lapangan.

Setelah meninjau lapangan, rombongan berkumpul di Ruang Spreader dan Dirut Pelindo I, Alfred Natsir mempresentasikan kondisi Pelabuhan Belawan dan BICT yang merupakan satu-satunya terminal peti kemas di wilayah operasional Pelindo I yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau Daratan dan Kepulauan.

“Terimakasih atas kunjungan Bapak Dahlan ke Pelindo I, semoga akan memberi angin positif bagi kemajuan perusahaan,” Alfred mengawali presentasinya.

Alfred menjelaskan bahwa penanganan bongkar muat peti kemas di BICT saat ini masih sering mengalami kongesti disebabkan kapasitas dermaga yang kurang, sehingga seringkali peti kemas tersebut dilayani di dermaga konvensional Pelabuhan Belawan.

“Dermaga di BICT saat ini sepanjang 850 meter dengan kapasitas bongkar muat sebesar 850.000 TEUs per tahun. Saat ini sedang dilakukan penambahan dermaga 100 meter yang akan meningkatkan kapasitas menjadi 1 juta TEUs. Sedangkan tahun ini saja, BICT telah melayani hampir 1, 3 juta TEUs. Bahkan proyeksi ke depan, pengiriman barang melalui peti kemas akan terus meningkat, diperkirakan penanganan bongkar muat peti kemas di BICT tahun depan akan mencapai 1,6 juta TEUs,” jelas Alfred.

Dahlan menanyakan bahwa selain kekurangan dermaga, masalah urgent apa yang dihadapi BICT. Dengan tegas, Alfred menjawab bahwa dermaga adalah masalah utama, menurutnya fasilitas bisa dilakukan dengan kerjasama denga mitra, namun dermaga tidak bisa dan pembangunannya membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Pengembangan sampai tahun 2015, BICT akan menambah panjang dermaga 700 meter, dengan rincian 350 meter dengan modal investasi bantuan dari IDB (Islamic Development Bank) dan 350 meter menggunakan modal investasi dari Pelindo I sendiri,” jelas Alfred.

Ketika Dahlan menanyakan, kendala apa yang dihadapi dalam pembangunan dermaga, Alfred menjelaskan bahwa harapannya untuk dipermudah dalam proses birokrasi dan perijinannya dari Kementerian Perhubungan. Alfred menyampaikan beberapa hal yang perlu dukungan dari Menteri BUMN adalah agar dividen dikecilkan untuk infrastruktur, dukungan agar asset eks proyek IDB dapat menjadi PMN Pelindo I, dukungan untuk memperoleh konsesi tanpa tender, serta dukungan agar pengerukan alur pelayaran menjadi beban pemerintah sesuai amanat UU 17/2008 tentang Pelayaran.

Menjawab pernyataan Alfred, dengan tegas Dahlan akan berusaha untuk mempercepat jalur birokrasi di Kementerian yang sekarang terkesan berbelit –belit. “Masalah konsesi akan segera keluar Kepresnya (Keputusan Presiden-red) dan untuk rekomendasi yang lain akan saya masukkan dalam agenda rapat Kabinet,” tegas Dahlan.

Dahlan tidak memberikan arahan secara khusus. Acara kemudian ditutup dengan bersalam-salaman Dahlan dan semua pegawai yang hadiri saat itu. Dengan senyumnya yang ramah, Dahlan melambaikan tangan kepada para pegawai yang hadir dan kembali ke mobil Alphard yang akan membawa Dahlan melanjutkan perjalanannya mengunjungi Hotel Darma Deli Medan.

Kunjungan singkat, semoga berarti bagi perubahan Pelindo I untuk lebih maju dan cukup memberikan suasana yang berbeda dari kunjungan menetri-menteri sebelumnya.



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Fatal error: Call to undefined function stc_get_connect_button() in /Data/publik/www/wp-content/plugins/simple-twitter-connect/stc-comments.php on line 231