<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)</title>
	<atom:link href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bumn.go.id/pelindo1</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 07:05:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Tahun 2013, Pelindo I kembali Menerima Penghargaan</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/tahun-2013-pelindo-i-kembali-menerima-penghargaan-2/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/tahun-2013-pelindo-i-kembali-menerima-penghargaan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 07:05:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>conop3_plb1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/pelindo1/?p=9544</guid>
		<description><![CDATA[
PT Pelabuhan Indonesia  I (Persero) atau Pelindo I kembali memperoleh penghargaan atas  terobosan dalam peningkatan kinerja pelayanan yaitu penghargaan Kategori  Individu II “Perbaikan Turn Round Time di  Pelabuhan Belawan” dari Kementerian BUMN yang diserahkan langsung oleh  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/tahun-2013-pelindo-i-kembali-menerima-penghargaan-2/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/files/2013/05/b1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-9546" src="http://www.bumn.go.id/pelindo1/files/2013/05/b1.jpg" alt="" width="294" height="178" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">PT Pelabuhan </span><span lang="EN-US">Indonesia  I (Persero) atau Pelindo I kembali memperoleh penghargaan atas  terobosan dalam peningkatan kinerja pelayanan yaitu penghargaan Kategori  Individu II “</span><span lang="EN-US">Perbaikan Turn Round Time di  Pelabuhan Belawan” dari Kementerian BUMN yang diserahkan langsung oleh  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, di Kantor Pusat  Pertamina, Jakarta, Minggu (19/5/2013).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Pada  tahun yang lalu, Pelindo I juga memperoleh penghargaan 6 (Enam)  penghargaan Pelayanan Prima Sektor Transportasi dari Kementerian  Perhubungan. Tahun ini, Pelindo I melalui Cabang Pelabuhan Dumai  menerima Penghargaan Nihil Kecelakaan (Zero Accident Award) dari  Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia pada bulan  lalu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">“Penghargaan  ini diberikan kepada Pelindo I atas keberhasilan Pelindo I dalam  menurunkan ‘Turn Round Time’ kapal dari 7-8 hari menjadi 2 hari di  Pelabuhan Belawan khususnya Belawan International Container Terminal  (BICT),” jelas M. Eriansyah, Humas Pelindo I, Selasa (22/05/2013).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Eriansyah menjelaskan bahwa Turn Round Time atau Total W</span><span>aktu </span><span lang="EN-US">K</span><span>apal di </span><span lang="EN-US">P</span><span>elabuhan</span><span> <span lang="EN-US">kondisi sebelumnya</span></span><span lang="EN-US"> </span><span lang="EN-US">per kapal </span><span>dapat </span><span lang="EN-US">mencapai </span><span>7</span><span lang="EN-US">-</span><span>8 hari </span><span lang="EN-US">d</span><span>engan produktivitas bongkar muat </span><span lang="EN-US">berkisar </span><span>18 box/crane/hour (B/C/H).</span><span> </span><span>Hal ini disebabkan karena panjang dermaga yang kurang (hanya 850 M dengan alat bongkar </span><span><span> </span></span><span>muat (container crane) hanya sebanyak 6 unit ditambah lagi Sispro yang tidak menggunakan <em>windows system</em> dan tidak menerapkan jaminan pelayanan bagi pelanggan</span><span lang="EN-US">. Dampaknya, lamanya waktu pelayanan kapal di pelabuhan m</span><span>embuat biaya tinggi logistik yang tinggi</span><span lang="EN-US">, </span><span>Sehingga produk-produk dari Sumatera Utara</span><span> <span lang="EN-US">bisa menjadi mahal dan </span></span><span>kurang competiti</span><span lang="EN-US">f</span><span>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Kemudian p</span><span>ada </span><span lang="EN-US">t</span><span>ahun 2010 </span><span lang="EN-US">M</span><span>anajemen </span><span lang="EN-US">Pelindo I</span><span> melakukan terobosan perbaikan kinerja pelayanan</span><span lang="EN-US">, yang dilakukan dalam 3 (tiga) tahap/program,</span><span> dimulai tahun 2010 hingga 2015</span><span lang="EN-US">. Pada tahap pertama, disebut </span><span>Urgent Program (2010-2012)</span><span lang="EN-US"> yang bertujuan untuk</span><span> peningkatan produktivitas dan Kapasitas Pelabuhan</span><span lang="EN-US">. Implementasi dari tahap pertama adalah perpanjangan</span><span> Dermaga 100 meter, </span><span lang="EN-US">perluasan </span><span>Container Yard (CY) 6000 m<sup>2</sup>, </span><span lang="EN-US">penambahan peralatan bongkar muat seperti </span><span>Container Crane (CC) </span><span lang="EN-US">sebanyak </span><span>5</span><span lang="EN-US"> (lima) u</span><span>nit, Harbour</span><span> </span><span>Mobile </span><span><span> </span></span><span>Crane (HMC) </span><span lang="EN-US">sebanyak </span><span>2 </span><span lang="EN-US">(dua) u</span><span>nit, Rubber Tire Gantry (RTG) </span><span lang="EN-US">sebanyak </span><span>15</span><span> <span lang="EN-US">(lima belas) u</span></span><span>nit</span><span lang="EN-US">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Me</span><span>nerap</span><span lang="EN-US">k</span><span>an Sispro dengan menggunakan Window System, penerapan Service Level Agreement/Service Level</span><span> </span><span>Guarantee, </span><span lang="EN-US">serta </span><span>pemasangan Moveable </span><span lang="EN-US">F</span><span>ence antar </span><span lang="EN-US">terminal </span><span>interna</span><span lang="EN-US">s</span><span>ional dan domestik</span><span lang="EN-US">. Terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM), </span><span>dengan menambah </span><span lang="EN-US">SDM </span><span>operator dan menerapkan sistem insentif produksi</span><span lang="EN-US">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">“Urgent program ini telah meningkatkan k</span><span>apasitas terminal </span><span lang="EN-US">dan  produktivitas bongkar muat sehingga menurunkan Turn Round Time (TMT)  kapal, meningkatkan kapasitas terminal dari 800.000 Teus menjadi  1.200.000 Teus, dan meningkatkan produktivitas dari </span><span>18 box/crane/hour (B/C/H)</span><span lang="EN-US"> menjadi 25</span><span> box/crane/hour (B/C/H)</span><span lang="EN-US"> sehingga menurunkan biaya logistik,” kata Eriansyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Untuk tahap kedua, disebut </span><span>Optimalization Program (2013-2014)</span><span lang="EN-US"> yang bert</span><span>ujuan </span><span lang="EN-US">untuk</span><span> peningkatan kapasitas dan peningkatan kualitas layanan dari</span><span> </span><span>Panamax size menjadi Post Panamax Size</span><span lang="EN-US">. Programnya dibagi dalam 2 (dua) paket, paket pertama </span><span>adalah</span><span> <span> </span><span lang="EN-US">p</span></span><span>enambahan Dermaga 350 m dan CY 15 Ha, CC 4 Unit dan TT 12 Unit</span><span lang="EN-US"> dan paket kedua adalah p</span><span>enambahan Dermaga </span><span lang="EN-US">sepanjang </span><span>350 m dan CY </span><span lang="EN-US">seluas </span><span>15 Ha, CC </span><span lang="EN-US">sebanyak </span><span>4 </span><span lang="EN-US">(empat) u</span><span>nit dan TT </span><span lang="EN-US">sebanyak </span><span>12 </span><span lang="EN-US">(dua belas) u</span><span>nit</span><span lang="EN-US">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"><span> </span></span><span lang="EN-US">“P</span><span>rogres</span><span lang="EN-US">nya sampai saat ini</span><span> adalah</span><span lang="EN-US"> program ini t</span><span>elah diakomodasi dalam RKAP Pelindo I </span><span lang="EN-US">tahun </span><span>2013</span><span lang="EN-US">, </span><span>Master Plan telah mendapat pengesahan </span><span lang="EN-US">M</span><span>enteri </span><span lang="EN-US">Perhubungan, </span><span>Engineering Design telah diselesaikan</span><span lang="EN-US">, t</span><span>elah ada surat persetujuan prinsip Menteri Perhubungan</span><span lang="EN-US"> dan K</span><span>onsesi dalam tahap pembahasan dan negosiasi dengan pihak Kementerian Perhubungan</span><span lang="EN-US">,” tambah Eriansyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Tahap ketiga, disebut E</span><span>xpansion Program </span><span lang="EN-US">(</span><span>2013-2015</span><span lang="EN-US">) yang bert</span><span>ujuan </span><span lang="EN-US">untuk</span><span> membangun Indonesia Hub Container Port</span><span lang="EN-US"> di Pelabuhan Kuala Tanjung. P</span><span>rogram </span><span lang="EN-US">ini terbagi dalam dalam</span><span> 21 </span><span lang="EN-US">m</span><span>odul</span><span lang="EN-US">, setiap modul terdiri dari pembangunan </span><span>Dermaga </span><span lang="EN-US">sepanjang </span><span>1000 m’</span><span lang="EN-US"> dengan kedalaman </span><span>17 m’ LWS, </span><span lang="EN-US">p</span><span>embangunan Container Yard</span><span lang="EN-US"> (CY) seluas</span><span> 40 Ha,</span><span> </span><span>pengadaan Container Crane (</span><span lang="EN-US">P</span><span>ost Panamax </span><span lang="EN-US">S</span><span>ize ) </span><span lang="EN-US">sebanyak </span><span>10 </span><span lang="EN-US">(sepuluh) u</span><span>nit, </span><span lang="EN-US">d</span><span>an Transtainer (one over six)</span><span lang="EN-US"> sebanyak </span><span>30 </span><span lang="EN-US">(tiga puluh) </span><span>unit</span><span lang="EN-US">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">“</span><span>Progres sampai saat ini</span><span lang="EN-US">, </span><span>Master Plan telah disahkan oleh Kementerian Perhubungan</span><span lang="EN-US">, </span><span>Engineering design </span><span lang="EN-US">(DED) </span><span>telah selesai</span><span lang="EN-US"> dan</span><span lang="EN-US"> </span><span>Amdal </span><span lang="EN-US">d</span><span>alam proses pengesahan Menteri KLH</span><span lang="EN-US">,” jelas Eriansyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span>P</span><span lang="EN-US">e</span><span>labuhan </span><span lang="EN-US">merupakan </span><span>mata rantai utama sistem logistik nasional</span><span lang="EN-US"> yang<span> </span></span><span>memiliki</span><span> </span><span><span> </span>peran </span><span><span> </span></span><span>strategis </span><span><span> </span></span><span>dalam mendukung kelancaran arus barang/produk</span><span lang="EN-US"> dan </span><span>mempengaruhi </span><span lang="EN-US">harga jual </span><span>sebuah produk</span><span lang="EN-US">.</span><span lang="EN-US"> </span><span lang="EN-US">Untuk itu diharapkan pengelolaan pelabuhan </span><span>semakin ef</span><span lang="EN-US">i</span><span>sien</span><span lang="EN-US"> agar </span><span>produk </span><span lang="EN-US">yang melewati pelabuhan tersebut </span><span>semakin kompetitif</span><span lang="EN-US">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"><span> </span>“Dengan  menurunnya Waktu Kapal (Turn Round Time) di pelabuhan, produktivitas  dan kapasitas meningkat, otomatis ada penghematan dalam pengiriman  barang sehingga dapat menurunkan biaya logistik. Alhasil, harga dari  produk daerah hinterland semakin kompetitif terutama hinterland kami  Sumatera,” kata Eriansyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Untuk  diketahui, bahwa kondisi Logistik di Indonesia pada pertengahan tahun  lalu, Bank Dunia merilis data Logistic Performance Index (LPI) 2012 yang  menyatakan bahwa<span> </span>Indonesia naik peringkat dari posisi 75  di tahun 2010 menjadi posisi 59 di tahun 2012. Naiknya peringkat ini  mengindikasikan mulai membaiknya kinerja pelabuhan-pelabuhan di  Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;text-indent: 1.0cm;line-height: normal"><span lang="EN-US"><span> </span><span class="cg1"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: center;line-height: normal"><strong><span lang="EN-US">Selesai</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><strong><span lang="EN-US">Tentang PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang<span> </span>mengelola  jasa kepelabuhanan di Indonesia bagian barat. Pelindo I berkantor pusat  di Medan dan memiliki wilayah operasi di 4 provinsi yang meliputi  Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan dan Riau Kepulauan, serta  mengelola 13 cabang pelabuhan, dan mengelola empat unit usaha yaitu BICT  (Belawan International Container Terminal), BLC (Belawan Logistic  Center), UGK (Unit Usaha Galangan Kapal) dan RSPM (Rumah Sakit Pelabuhan  Medan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Pelayanan Pelindo I meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang</span><span>, </span><span lang="EN-US">pelayanan </span><span>penumpang dan jasa kepelabuhanan lainnya.</span><span lang="EN-US"><span> </span>Pelindo  I mempunyai lokasi strategis di Selat Malaka, yang merupakan selat  tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia. Saat ini Pelindo I dalam  upaya<span> </span>meningkatkan produktivitas pelayanan secara terus  menerus dengan menambahkan alat dan perpanjangan dermaga sehingga untuk  meningkatkan produktivitas lebih efektif dan efisien. Pengembangan  secara kontinu ini juga untuk mendukung suksesnya program pemerintah  MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan) Indonesia barat  untuk menciptakan Konektivitas Nasional dan kelancaran Sistem Logistik  Nsional) <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span>Humas Pelindo I</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span>M. </span><span lang="EN-US">Eriansyah</span><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"><a href="mailto:meriansyah@yahoo.com">meriansyah<span lang="IN">@yahoo.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/tahun-2013-pelindo-i-kembali-menerima-penghargaan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Para BUMN yang Dapat Penghargaan dari Dahlan Iskan</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/ini-dia-para-bumn-yang-dapat-penghargaan-dari-dahlan-iskan/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/ini-dia-para-bumn-yang-dapat-penghargaan-dari-dahlan-iskan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 03:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>conop3_plb1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/pelindo1/?p=9542</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA. Kementerian BUMN memberikan penghargaan terhadap pencapaian kinerja dan terobosan para BUMN.
Banyak BUMN yang mendapat penghargaan tersebut, penghargaan langsung  diberikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini di Kantor Pusat  Pertamina, Jakarta, Minggu (19/5/2013)

Sumber: informan017.wordpress.com

Berikut ini BUMN-BUMN tersebut  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/ini-dia-para-bumn-yang-dapat-penghargaan-dari-dahlan-iskan/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA. Kementerian BUMN memberikan penghargaan terhadap pencapaian kinerja dan terobosan para BUMN.</p>
<p>Banyak BUMN yang mendapat penghargaan tersebut, penghargaan langsung  diberikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini di Kantor Pusat  Pertamina, Jakarta, Minggu (19/5/2013)</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 287px"><img class="size-full wp-image-3188" src="http://www.inaport1.co.id/wp-content/uploads/2013/05/dahlan-iskan.jpg" alt="" width="277" height="182" /></p>
<p class="wp-caption-text">Sumber: informan017.wordpress.com</p>
</div>
<p>Berikut ini BUMN-BUMN tersebut berdasarkan beberapa kategori:</p>
<p><strong>Kategori Individual (I)</strong></p>
<p>1. Dukungan Ketahanan Pangan Melalui Pengadaan Beras Dalam Negeri<br />
Perum BULOG</p>
<p>2.Konsistensi Produktivitas Karet dalam 5 Tahun Terakhir<br />
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero)</p>
<p>3. Pengurangan Emisi melalui Penggunaan Bio Gas<br />
PT Perkebunan Nusantara V (Persero)</p>
<p>4. Keteladanan Hilirisasi Produk Tambang<br />
PT Antam (Persero) Tbk</p>
<p>5. Keteladanan Kreativitas Pemasaran dan Distribusi Produk Gula<br />
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)</p>
<p>6.Perintis Usaha Industri Kedirgantaraan di Indonesia<br />
PT Dirgantara Indonesia (Persero)</p>
<p>7. Penggunaan Konten Produk Lokal dalam Pembuatan Kendaraan Taktis<br />
PT Pindad (Persero)</p>
<p>8.Mendukung Ketahanan Energi Melalui Pembangunan Geothermal PLTU dan Penyumbang Kontribusi Dividen Terbesar<br />
PT Pertamina (Persero)</p>
<p>9. Pelopor Industri Baja Terintegrasi di Indonesia<br />
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk</p>
<p>10. Pelopor Multi Yard Single Construction<br />
PT DKB (Persero)</p>
<p>11. Perintis Usaha Industri Kapal Alutista<br />
PT PAL (Persero)</p>
<p>12. Pelopor Pemanfaat Green Building di Indonesia<br />
PT Dahana (Persero)</p>
<p><strong>Kategori Individual (II)</strong></p>
<p>1. Inisiasi Penerapan Program Online ICT untuk Percepatan Pelayanan  Pelabuhan dan Inisiasi Penerapan Green Port di Pelabuhan Tanjung Priok<br />
PT Pelindo II (Persero)</p>
<p>2. Pembangun Rumah Rakyat Lebih Dari 1 Juta<br />
Perum Perumnas</p>
<p>3. Gagasan Inovasi Monorail Container<br />
PT Pelindo III (Persero)</p>
<p>4. Perbaikan Turn Around Time di Pelabuhan Belawan<br />
PT Pelindo I (Persero)</p>
<p>5. Penurunan Waktu Sandar Kapal di Pelabuhan Kariangau<br />
PT Pelindo IV (Persero)</p>
<p>6. Moda Angkutan Pengangkut Penumpang Terbanyak di Indonesia, Inovasi  Teknnologgi Rail Ticket System (RTS) dan Penataan Stasiun Jabodetabek<br />
PT Kereta Api Indonesia (Persero)</p>
<p>7. Pengembangan Aplikasi Handling Complain Pelanggan<br />
PT Angkasa Pura I (Persero)</p>
<p>8. Safety Improvement untuk Pelayanan di Bandara<br />
PT Angkasa Pura II (Persero)</p>
<p>9. Pelopor Green Contractor di Indonesia<br />
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk</p>
<p>10. Penyerap Tenaga Kerja Terbanyak, Salah Satu Model Utama Micro Finance Dunia dan Bank dengan Jumlah ATM terbanyak<br />
PT Bank BRI (Persero) Tbk</p>
<p>11. Peningkatan Pelayanan Peserta Melalui Jamsostek Point of Service Officer dan Pengembangan Unit Traumatic Center<br />
PT Jamsostek (Persero)</p>
<p>12. Penyalur terbesar Program KPR/KPRS Bersubsidi<br />
PT Bank BTN (Persero) Tbk</p>
<p>13. Bank dengan jumlah aset terbesar di Indonesia<br />
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk</p>
<p>14. Pelopor Penggunaan Energi Alternatif Kapal Berbahan Bakar Compress Natural Gas (CNG)<br />
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)</p>
<p>15. Jaringan Askes Center untuk Program Pelayanan Administrasi  Terpadu Rumah Sakit dan Pelayanan Kesehatan Satu Atap oleh Dokter  Keluarga Provider Askes<br />
PT Askes (Persero)</p>
<p>16. Percepatan Penyelesaian Klaim Satelit TELKOM<br />
PT Asuransi Jasindo (Persero)</p>
<p>17. Perluasan Jaringan Aplikasi SIMGAJI PNS di 98 Pemda<br />
PT Taspen (Persero)</p>
<p>18. Memiliki Laboratorium Testing Terintegrasi Terbesar di Indonesia<br />
PT Sucofindo (Persero)</p>
<p><strong>Kategori Group</strong></p>
<p>1. Kemandirian Usaha Tanpa Tambahan PMN<br />
Group:</p>
<ul>
<li>PT Perkebunan Nusantara I (Persero)</li>
<li>PT Djakarta Lloyd (Persero)</li>
<li>PT Survei Udara Penas (Persero)</li>
</ul>
<p>2. Optimalisasi/Penyelamatan Asset:<br />
Group:</p>
<ul>
<li>PT Perkebunan Nusantara II (Persero)</li>
<li>PT Kereta Api Indonesia (Persero)</li>
<li>PT Pos Indonesia (Persero)</li>
<li>PT Inhutani V (Persero)</li>
</ul>
<p>3. Diversifikasi Produk<br />
Group:</p>
<ul>
<li>PT Perkebunan Nusantara XII (Persero)</li>
<li>PT Pos Indonesia (Persero)</li>
<li>PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero)</li>
</ul>
<p>4. Penghematan Energi Melalui Pemanfaatan Energi Alternatif<br />
Group :</p>
<ul>
<li>PT Perkebunan Nusantara X (Persero)</li>
<li>PT Perkebunan Nusantara III (Persero)</li>
<li>PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)</li>
<li>PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero)</li>
</ul>
<p>5. Program Pemberdayaan Masyarakat<br />
Group:</p>
<ul>
<li>Perum Perhutani</li>
<li>PT Inhutani V (Persero)</li>
<li>PT PNM (Persero)</li>
<li>PT Antam (Persero) Tbk</li>
<li>PT BNI (Persero) Tbk</li>
</ul>
<p>6.Penerapan Inovasi Teknologi atau Model Bisnis untuk Peningkatan Produktivitas dan/atau Efisiensi<br />
Group :</p>
<ul>
<li>PT Garam (Persero)</li>
<li>PT INTI (Persero)</li>
<li>PT LEN Industri (Persero)</li>
<li>PT Batan Teknologi (Persero)</li>
<li>PT Perusahaan Nasional Madani (Persero)</li>
<li>PT Pegadaian (Persero)</li>
</ul>
<p>7. Pelaksana Program Kemanfaatan Umum Non Perintisan<br />
Group:</p>
<ul>
<li>PT Pertamina (Persero)</li>
<li>PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero)</li>
<li>Perum BULOG</li>
<li>PT Pupuk Indonesia (Persero)</li>
<li>PT Kereta Api Indonesia (Persero)</li>
<li>PT Sang Hyang Seri (Persero)</li>
<li>PT Pertani (Persero)</li>
<li>Perum LKBN Antara</li>
</ul>
<p>8. Standar Proses Produksi Bersih Terbaik<br />
Group :</p>
<ul>
<li>Proper Emas:</li>
<li>PT Semen Indonesia (Persero) Tbk</li>
<li>Proper Hijau :</li>
<li>PT Pertamina (Persero)</li>
<li>PT Perkebunan Nusantara VII (Persero)</li>
<li>PT Antam (Persero) Tbk</li>
<li>PT Bio Farma (Persero)</li>
<li>PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk</li>
<li>PT Perkebunan Nusantara III (Persero)</li>
</ul>
<p>9. Penetrasi Pasar Global<br />
Group:</p>
<ul>
<li>PT Semen Indonesia (Persero) Tbk</li>
<li>PT Bio Farma (Persero)</li>
<li>PT Sarana Karya (Persero)</li>
<li>PT Wijaya Karya (Persero) Tbk</li>
<li>PT Bank BNI (Persero) Tbk</li>
<li>PT Waskita Karya (Persero) Tbk</li>
<li>PT Pertamina (Persero)</li>
<li>PT Telkom (Persero) Tbk</li>
<li>PT Adhi Karya (Persero) Tbk</li>
<li>PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk</li>
</ul>
<p>10. Inisiator Pengembangan Solar Cell untuk Ketahanan Energi<br />
Group :</p>
<ul>
<li>PT LEN (Persero)</li>
<li>PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero)</li>
</ul>
<p>11. Jangkauan Pelayanan Terluas di Seluruh Pelosok Nusantara<br />
Group :</p>
<ul>
<li>PT Pos Indonesia (Persero)</li>
<li>PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero)</li>
<li>PT Telkom (Persero) Tbk</li>
<li>PT Bank BRI (Persero) Tbk</li>
<li>PT Pegadaian (Persero)</li>
</ul>
<p>12.Penyambung Nusantara</p>
<p>Group :</p>
<ul>
<li>PT Pelni (Persero)</li>
<li>PT Merpati Nusantara (Persero)</li>
<li>PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk</li>
<li>Perum Damri,</li>
<li>PT ASDP (Persero)</li>
</ul>
<p>13. Penggagas Proyek Monorel</p>
<p>Group :</p>
<ul>
<li>PT Adhi Karya (Persero) Tbk</li>
<li>PT LEN (Persero)</li>
<li>PT INKA (Persero)</li>
<li>PT Telkom (Persero) Tbk</li>
<li>PT Jasa Marga (Persero) Tbk</li>
</ul>
<p>14. BUMN Pembangun RS Pekerja<br />
Group :</p>
<ul>
<li>PT KBN (Persero)</li>
<li>PT Jamsostek (Persero)</li>
<li>PT Nindya Karya (Persero)</li>
<li>PT Indra Karya (Persero)</li>
</ul>
<p>15.BUMN Pelaksana PSO Kemanfaatan Umum Bidang Perintisan<br />
Group :</p>
<ul>
<li>PT Merpati Nusantara (Persero)</li>
<li>PT Pelni (Persero)</li>
<li>PT ASDP (Persero)</li>
<li>Perum Damri</li>
</ul>
<p>16. Sistem Pengembangan SDM Terpadu dan Berkesinambungan<br />
Group :</p>
<ul>
<li>PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk</li>
<li>PT Telkom (Persero) Tbk</li>
</ul>
<p>17. BUMN Penyalur dan Penjamin KUR<br />
Group :</p>
<ul>
<li>PT Bank Mandiri (Persero) Tbk</li>
<li>PT Bank BNI (Persero) Tbk</li>
<li>PT Bank BTN (Persero) Tbk</li>
<li>PT Bank BRI (Persero) Tbk</li>
<li>Perum Jamkrindo</li>
<li>PT Askrindo (Persero)</li>
</ul>
<p>18. Peningkatan Kinerja Pada Tahun 2012<br />
Group:</p>
<ul>
<li>PT PAL (Persero)</li>
<li>PT IKI (Persero)</li>
<li>PT Dirgantara Indonesia (Persero)</li>
<li>PT Perkebunan Nusantara XI (Persero)</li>
<li>PT Primissima (Persero)</li>
<li>PT PDI Pulau Batam (Persero)</li>
<li>PT Askrindo (Persero)</li>
</ul>
<p>19. Pelaksana Program BUMN Peduli</p>
<p>Group :</p>
<p>1.PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)<br />
2.PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)<br />
3.PT Angkasa Pura I (Persero)<br />
4.PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.<br />
5.PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.<br />
6.PT Askes (Persero);<br />
7.Perum Perhutani;<br />
8.PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.;<br />
9.PT Sang Hyang Seri (Persero)<br />
10.Perum Peruri<br />
11.PT Dahana (Persero)<br />
12.PT Dok &amp; Perkapalan Surabaya<br />
13.PT Indo Farma, Tbk<br />
14.PT INKA (Persero)<br />
15.PT INSAN (Persero)<br />
16.PT INTI (Persero)<br />
17.PT Kimia Farma (Persero) Tbk<br />
18.PT Krakatau Steel (Persero) Tbk<br />
19.PT Pertamina (Persero)<br />
20.PT Pindad (Persero)<br />
21.PT Semen Baturaja (Persero) Tbk<br />
22.PT Semen Indonesia (Persero) Tbk<br />
23.PT Bio Farma (Persero)<br />
24.Perum Jasa Tirta I<br />
25.PT Aneka Tambang (Persero), Tbk<br />
26.PT Perkebunan Nusantara II (Persero)<br />
27.PT Perkebunan Nusantara III (Persero)<br />
28.PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)<br />
29.PT Perkebunan Nusantara IX (Persero)<br />
30.PT Perkebunan Nusantara V (Persero)<br />
31.PT Perkebunan Nusantara VI (Persero)<br />
32.PT Perkebunan Nusantara VII (Persero)<br />
33.PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero)<br />
34.PT Perkebunan Nusantara X (Persero)<br />
35.PT Perkebunan Nusantara XI (Persero)<br />
36.PT Perkebunan Nusantara XII (Persero)<br />
37.PT Pertani (Persero)<br />
38.PT Pupuk Indonesia (Persero)<br />
39.PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)<br />
40.PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero), Tbk<br />
41.PT Timah (Persero), Tbk<br />
42.PT Adhi Karya (Persero) Tbk.;<br />
43.PT Angkasa Pura II (Persero).<br />
44.PT ASDP Indonesia Ferry (Persero);<br />
45.PT Banda Ghara Reksa (Persero)<br />
46.PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk;<br />
47.PT Hutama Karya (Persero);<br />
48.PT Indra Karya (Persero);<br />
49.PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung;<br />
50.PT Jasa Marga (Persero) Tbk<br />
51.PT Kawasan Industri Medan (Persero);<br />
52.PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero);<br />
53.PT Kereta Api Indonesia (Persero);<br />
54.PT Nindya Karya (Persero);<br />
55.PT Pelabuhan Indonesia I (Persero);<br />
56.PT Pelabuhan Indonesia III (Persero);<br />
57.PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).<br />
58.PT PELNI (Persero);<br />
59.PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.<br />
60.PT Pos Indonesia (Persero);<br />
61.PT Surabaya Industrial Estate Rungkut;<br />
62.PT Waskita Karya (Persero) Tbk;<br />
63.PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.;<br />
64.PT Yodya Karya (Persero);<br />
65.PT Asuransi Jiwasraya (Persero);<br />
66.PT Pegadaian (Persero);<br />
67.PT ASABRI (Persero);<br />
68.PT Askrindo (Persero).<br />
69.PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero);<br />
70.PT Asuransi Jasa Raharja (Persero);<br />
71.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.<br />
72.PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.;<br />
73.PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).<br />
74.PT Danareksa (Persero);<br />
75.PT Jamsostek (Persero);<br />
76.PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero);<br />
77.PT Pengembangan Pariwisata Bali (Persero)<br />
78.PT Permodalan Nasional Madani (Persero);<br />
79.PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero);<br />
80.PT Sarinah (Persero).<br />
81.PT Sucofindo (Persero);<br />
82.PT Surveyor Indonesia (Persero);<br />
83.PT Taspen (Persero);<br />
84.PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero).</p>
<p><strong>Perwakilan Group</strong></p>
<p>1. Peningkatan Produktvitas Padi melalui Program GP3K<br />
Group :</p>
<ul>
<li>PT Pupuk Indonesia (Persero)</li>
<li>PT Sang Hyang Seri (Persero)</li>
<li>PT Pertani (Persero)</li>
<li>Perum BULOG</li>
<li>Perum Perhutani</li>
</ul>
<p>2. Pembangunan Kilat Jalan Tol Benoa di Atas Laut<br />
Group :</p>
<ul>
<li>PT Waskita (Persero) Tbk</li>
<li>PT Pelindo III(Persero)</li>
<li>PT Hutama Karya (Persero)</li>
<li>PT Pengembangan Pariwisata Bali (Persero)</li>
<li>PT Jasa Marga (Persero) Tbk</li>
<li>PT Wijaya Karya (Persero) Tbk</li>
<li>PT Angkasa Pura I (Persero)</li>
</ul>
<p>3.BUMN Pendukung Inisiatif Mobil Listrik<br />
Group :</p>
<ul>
<li>PT Bank BRI (Persero) Tbk</li>
<li>PT PGN (Persero) Tbk</li>
<li>PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero)</li>
<li>PT Pertamina (Persero)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">(Sumber: finance.detik.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/ini-dia-para-bumn-yang-dapat-penghargaan-dari-dahlan-iskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelindo I sees 18 percent growth in traffic in Q1</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/pelindo-i-sees-18-percent-growth-in-traffic-in-q1/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/pelindo-i-sees-18-percent-growth-in-traffic-in-q1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 03:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>conop3_plb1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/pelindo1/?p=9540</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA. State-run port operator Pelindo I, which manages 13  seaports including Sumatra’s largest port, Belawan, reported  double-digit growth in its traffic in the first quarter of the year.
The firm’s spokesman Muhammad Eriansyah said they managed to handle   &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/pelindo-i-sees-18-percent-growth-in-traffic-in-q1/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA. State-run port operator Pelindo I, which manages 13  seaports including Sumatra’s largest port, Belawan, reported  double-digit growth in its traffic in the first quarter of the year.</p>
<p>The firm’s spokesman Muhammad Eriansyah said they managed to handle  378,308 20-foot equivalent units (TEU) containers from January to March  this year, up by 18.28 percent from 320,181 TEUs in the same period last  year.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-3163" src="http://www.inaport1.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Container-Crane-5-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>“Almost 80 percent of the traffic is recorded from Belawan Port and  Belawan International Container Terminal [North Sumatra]. We’ve been  able to achieve this because we keep making improvements in both the  hardware and software of our ports,” Eriansyah said.</p>
<p>He said the company spent around Rp 1.7 trillion (US$175 million)  investment in the past two years, adding more equipment, expanding  dockyards in some of its ports and implementing an online system for  port documentation and payment in Belawan.</p>
<p>“By looking at this good performance, we believe that our revenue  will grow by at least 30 percent to Rp 1.9 trillion by the end of this  year,” he said.</p>
<p>During January to March 2013, he said that the firm booked Rp 438  billion in revenues and Rp 93 billion in net profits. Compared to the  same period last year, both figures saw more than a 36 percent increase.</p>
<p>In the general cargo sector, Pelindo I saw its volume increase by  almost 9 percent to 41.5 million gross tonnage (GT) in the first quarter  of this year from 38.18 million GT in the same period last year.</p>
<p>He also said that improvements were seen in the dwelling time of the ports.</p>
<p>In the Belawan International Container Terminal, for instance, the  average dwelling time decreased by 34.75 percent to 0.77 hours per ship  during January to March 2013, from 1.18 hours per ship in the same  period in 2012.</p>
<p>“The dwelling time improvement has helped us increase our  productivity and efficiencies by being able to move 26.46 boxes per ship  in one hour to 31 boxes in our ports,” he added.</p>
<p>Despite improvements made in the container, general cargo and  dwelling time performance, the firm saw less passengers transported from  and to their ports.</p>
<p>He said that the number of passengers passing through their ports was  down slightly by 2.77 percent to 1.265 million during January to March  this year from 1.301 million.</p>
<p>In addition, he said that the company planned to spend Rp 613 billion  on investment and add a few new divisions this year to help boost  business. The investment would be spent across their ports, particularly  expanding the Belawan International Container Terminal and Dumai Port  in Riau.</p>
<p>Both ports have become the top three busiest ports across Sumatra because they are the main gateway for crude palm oil.</p>
<p>For the new divisions, he said that Pelindo I would establish the  Maritime Services Development in Pekanbaru, and project management  offices in Belawan and the planned Kuala Tanjung.</p>
<p>“The new divisions will help us identify problems and challenges then formulate strategies to reach goals,” he continued.</p>
<p>Besides Belawan and Dumai, Pelindo I manages Tanjung Pinang Port and  Tanjung Balai Karimun Port in Riau Islands, Lhokseumawe Port in Aceh and  Sibolga Port in North Sumatra, among others.</p>
<p style="text-align: justify">(Sumber: thejakartapost.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/pelindo-i-sees-18-percent-growth-in-traffic-in-q1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syahbandar dan Bea Cukai Belawan Bekerjasama Memberantas Illegal Oil di Belawan</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/syahbandar-dan-bea-cukai-belawan-bekerjasama-memberantas-illegal-oil-di-belawan/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/syahbandar-dan-bea-cukai-belawan-bekerjasama-memberantas-illegal-oil-di-belawan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 03:30:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>conop3_plb1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/pelindo1/?p=9537</guid>
		<description><![CDATA[
BELAWAN. Diduga dibeking aparat keamanan, bisnis illegal oil  seperti bungkeratau pengisian BBM ke kapal secara ilegal sulitdiberantas  di Pelabuhan Belawan.
“Akibatnya, petugas pengamanan pelabuhan yang terdiri dari Polres  Pelabuhan Belawan,Satpam Pelindo, dan Kesatuan Pengaman Pantai dan Laut   &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/syahbandar-dan-bea-cukai-belawan-bekerjasama-memberantas-illegal-oil-di-belawan/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify">
<p>BELAWAN. Diduga dibeking aparat keamanan, bisnis illegal oil  seperti bungkeratau pengisian BBM ke kapal secara ilegal sulitdiberantas  di Pelabuhan Belawan.</p>
<p>“Akibatnya, petugas pengamanan pelabuhan yang terdiri dari Polres  Pelabuhan Belawan,Satpam Pelindo, dan Kesatuan Pengaman Pantai dan Laut  (KPLP) tidak dapat bertindak untuk menghalaunya,” kata Kepala Syahbandar  Pelabuhan Utama Belawan Benyamin Tankuman pada acara coffe morning  Ikatan Keluarga Maritim Medan (IKMM), di aula Kantor Pelayanan dan  Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Belawan, Rabu (15/5).</p>
<p>Dihadapan puluhan pejabat dari sekitar 17instansi yang tergabung  dalam IKMM, BenyaminTankuman yang akrab disapa Beny  mengatakan,penyelewengan BBM jenis solar itu biasanyaberlangsung pada  hari Sabtu dan Minggu diniharisekitar pukul 01:00- 04.00.<br />
Ribuan liter minyaksolar dibawa masuk melalui pintu satu pelabuhan  Belawan dengan menggunakan mobil tangki,selanjutnya dimuat ke dalam  tangki kapal dibawah pengawalan ketat sejumlah pria berambutcepak yang  diduga oknum aparat keamanan.</p>
<p>Pihak Syahbandar Pelabuhan Utama Belawan telah berusaha menindak aksi  tersebut, namun sering mendapat pelawanan dari oknum aparattersebut  sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan gesekan antara petugas jaga  pelabuhan dan pengawal mobil tangki itu.</p>
<p>“Walaupun begitu kita telah menangkap satu kapal karena menerima dan  mengisi minyak secara ilegal yakni KM. Isa Mandiri,” sebut Beny.Tindakan  lainnya, lanjut Beny, pihaknya telah menindak dua pejabat Syahbandar  Utama Pelabuhan Belawan beriinisial BT dan AH yang diduga selama ini  terlibat bisnis illegal oil itu.</p>
<p>Kedua pejabat itu dinon aktifkan dari jabatannya dan masih diproses  di Dirjen Perhubungan Jakarta.“Walau sering mendapat teror akibat  penangkapan ini, staf saya terus melakukan pemberkasan perkara itu dan  jika telah selesai akan diserahkan ke Kejaksaan Belawan.<br />
Zaman telah berubah dan siapa yang tidak mau berubah akan terlindas,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan Dan Penyidikan Kantor Wilayah  Direktur Jenderal Bea Cukai ((Kabid P2 Kanwil DJBC) Sumut Imron  mengatakan, selama dua tahun bertugas di Sumut, pihaknya sering  menemukan aksi illegal oil terutama di pelabuhan kecil seperti Pelabuhan  Tanjung Balai.</p>
<p>“Setahu kami, minyaknya berasal dari Belawan dan dibawa ke sana  dengan menggunakan mobil tangki,” ujarnya. BC telah berusaha melakukan  pencegahan, namun banyak mendapat tantangan terutama dari masyarakat  sekitar pelabuhan yang lebih mendukung usaha ilegal itu dari pada  mendukung upaya pemberantasannya.</p>
<p>“Demi bangsa dan negara, perlu ada tindakan dan koordinasi semua  instansi pelabuhan untuk menghempang usaha ilegal itu,” kata Imron.</p>
<p>Hampir semua pimpinan atau perwakilan 17 instansi anggota IKMM hadir  dalam acara yang bertema “Membangun Koordinasi Dalam Upaya Mencegah  Perdagangan Iilegal di Pelabuhan Belawan” di antaranya Kakanwil DJBC  Sumut Hari Mulia, Kepala KPPBC Tipe Madya Belawan Widhi Hartono, Asop  Lantamal I Kolonel Alek Syahril, dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan  Belawan Wiyendra Waworunto. (Sumber: beritasore.com)</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/syahbandar-dan-bea-cukai-belawan-bekerjasama-memberantas-illegal-oil-di-belawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelindo I Beri Perhatian Khusus MP3EI</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/pelindo-i-beri-perhatian-khusus-mp3ei/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/pelindo-i-beri-perhatian-khusus-mp3ei/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 03:29:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>conop3_plb1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/pelindo1/?p=9535</guid>
		<description><![CDATA[
MEDAN. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)  meningkatkan perhatian kepada pengembangan terminal peti kemas Pelabuhan  Belawan dan Pelabuhan Kualatanjung di Kabupaten Batubara untuk  mendukung program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan  Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Bambang Eka Cahyana, Direktur  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/pelindo-i-beri-perhatian-khusus-mp3ei/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 class="post-title" style="text-align: justify"></h1>
<p style="text-align: justify"><strong>MEDAN.</strong> PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)  meningkatkan perhatian kepada pengembangan terminal peti kemas Pelabuhan  Belawan dan Pelabuhan Kualatanjung di Kabupaten Batubara untuk  mendukung program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan  Ekonomi Indonesia (MP3EI).</p>
<p style="text-align: justify">Bambang Eka Cahyana, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha  Pelindo I, Rabu (15/5) mengatakan, peningkatan perhatian ini  diimplementasikan dengan pembentukan divisi baru yang khusus menangani  terminal peti kemas Pelabuhan Belawan Pelabuhan Kuala Tanjung.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 310px;text-align: justify"><img class="size-medium wp-image-3101" src="http://www.inaport1.co.id/wp-content/uploads/2013/05/kl-tanjung-300x163.jpg" alt="Master Plan Pelabuhan Kuala Tanjung" width="300" height="163" /></p>
<p class="wp-caption-text">Master Plan Pelabuhan Kuala Tanjung</p>
</div>
<p style="text-align: justify">“Pelindo I baru saja membentuk Project Management Office Pengembangan  Terminal Peti Kemas Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung dalam perubahan  strategi perusahaan,” jelas Bambang.</p>
<p style="text-align: justify">Kebijakan ini, jelasnya, akan mempermudah perusahaan merumuskan strategi dan<br />
memaksimalkan peran dua pelabuhan itu dalam mendukung pencapaian target proyek MP3EI.</p>
<p style="text-align: justify">Dia mengemukakan, pihaknya mulai memperpanjang dermaga terminal peti kemas<br />
Belawan International Container Terminal (BICT) sepanjang 700 meter,  sedangkan Kualatanjung, dirancang untuk menjadi pusat pelabuhan di  Indonesia di masa mendatang.</p>
<p style="text-align: justify">Secara terpisah, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Ka  Bappeda) Kabupaten Batubara, Iskandar Lubis menambahkan, sangat  menyambut baik komitmen dari Pelindo untuk fokus dalam mengembangkan  terminal peti kemas<br />
Pelabuhan Kuala Tanjung.</p>
<p style="text-align: justify">Dia mengatakan, perhatian itu sangat dibutuhkan untuk membantu mewujudkan<br />
Kuala Tanjung menjadi pusat pelabuhan Indonesia di masa mendatang karena<br />
berada di kawasan strategis dan berpotensi dikembangkan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify">Dengan begitu, paparnya, Indonesia lebih siap menghadapi Masyarakat Ekonomi<br />
Asean yang dijadwalkan berlaku pada 2015. Dia menilai jika telah  beroperasi Kuala Tanjung akan mampu menekan biaya logistik RI yang cukup  tinggi dari biaya di negara ASEAN lain.</p>
<p style="text-align: justify">“Sekarang baru ada empat terminal di Pelabuhan Kuala Tanjung, antara lain<br />
satu terminal milik Pelindo I, dua terminal lagi milik  PT Inalum, dan<br />
sisanya milik sebuah perusahaan swasta yang diperuntukan untuk kalangan<br />
sendiri,” tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify">Dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara, paparnya, pihaknya terus<br />
berupaya untuk mempercepat penyediaan infrastruktur, seperti akses jalan,<br />
menuju pelabuhan. Pihaknya tengah memperbaiki dua jalur masuk ke pelabuhan.</p>
<p style="text-align: justify">“Sebanyak dua dari sembilan ruas jalan menuju pelabuhan tersebut sudah kami<br />
perbaiki, yakni ruas jalan Lomo Manis menuju Simpang Dolok. Satu lagi ruas<br />
jalan dari Simpang Dolok ke Pelabuhan Kuala Tanjung,” ujar Iskandar.</p>
<p style="text-align: justify">Dia mengatakan dana pembangunan infrastruktur ini berasal dari Anggaran<br />
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batubara, bukan menggunakan<br />
dana alokasi khusus dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).</p>
<p style="text-align: justify">Pelindo I melaporkan, realisasi kunjungan kapal selama Kuartal I/2013<br />
mencapai 15.874 call, meningkat 0,64 persen dibandingkan dengan angka selama<br />
periode yang sama tahun lalu sebanyak 15.773 call.</p>
<p style="text-align: justify">“Kinerja perusahaan pada triwulan pertama tahun ini menunjukan pertumbuhan<br />
yang positif jika dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama.<br />
Bukan hanya kunjungan kapal yang meningkat, tetapi juga bongkar muat baik general cargo maupun petikemas,” jelasnya.<strong>(Sumber: sumutdaily.com)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/pelindo-i-beri-perhatian-khusus-mp3ei/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun 2013, Pelindo I kembali Menerima Penghargaan</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/siaran-pers/tahun-2013-pelindo-i-kembali-menerima-penghargaan/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/siaran-pers/tahun-2013-pelindo-i-kembali-menerima-penghargaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 02:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>conop3_plb1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/pelindo1/?p=9528</guid>
		<description><![CDATA[
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I kembali memperoleh penghargaan atas terobosan dalam peningkatan kinerja pelayanan yaitu penghargaan Kategori Individu II “Perbaikan Turn Round Time di Pelabuhan Belawan” dari Kementerian BUMN yang diserahkan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/siaran-pers/tahun-2013-pelindo-i-kembali-menerima-penghargaan/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">PT Pelabuhan </span><span lang="EN-US">Indonesia I (Persero) atau Pelindo I kembali memperoleh penghargaan atas terobosan dalam peningkatan kinerja pelayanan yaitu penghargaan Kategori Individu II “</span><span lang="EN-US">Perbaikan Turn Round Time di Pelabuhan Belawan” dari Kementerian BUMN yang diserahkan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Minggu (19/5/2013).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Pada tahun yang lalu, Pelindo I juga memperoleh penghargaan 6 (Enam) penghargaan Pelayanan Prima Sektor Transportasi dari Kementerian Perhubungan. Tahun ini, Pelindo I melalui Cabang Pelabuhan Dumai menerima Penghargaan Nihil Kecelakaan (Zero Accident Award) dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia pada bulan lalu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">“Penghargaan ini diberikan kepada Pelindo I atas keberhasilan Pelindo I dalam menurunkan ‘Turn Round Time’ kapal dari 7-8 hari menjadi 2 hari di Pelabuhan Belawan khususnya Belawan International Container Terminal (BICT),” jelas M. Eriansyah, Humas Pelindo I, Selasa (22/05/2013).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Eriansyah menjelaskan bahwa Turn Round Time atau Total W</span><span>aktu </span><span lang="EN-US">K</span><span>apal di </span><span lang="EN-US">P</span><span>elabuhan</span><span> <span lang="EN-US">kondisi sebelumnya</span></span><span lang="EN-US"> </span><span lang="EN-US">per kapal </span><span>dapat </span><span lang="EN-US">mencapai </span><span>7</span><span lang="EN-US">-</span><span>8 hari </span><span lang="EN-US">d</span><span>engan produktivitas bongkar muat </span><span lang="EN-US">berkisar </span><span>18 box/crane/hour (B/C/H).</span><span> </span><span>Hal ini disebabkan karena panjang dermaga yang kurang (hanya 850 M dengan alat bongkar </span><span><span> </span></span><span>muat (container crane) hanya sebanyak 6 unit ditambah lagi Sispro yang tidak menggunakan <em>windows system</em> dan tidak menerapkan jaminan pelayanan bagi pelanggan</span><span lang="EN-US">. Dampaknya, lamanya waktu pelayanan kapal di pelabuhan m</span><span>embuat biaya tinggi logistik yang tinggi</span><span lang="EN-US">, </span><span>Sehingga produk-produk dari Sumatera Utara</span><span> <span lang="EN-US">bisa menjadi mahal dan </span></span><span>kurang competiti</span><span lang="EN-US">f</span><span>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Kemudian p</span><span>ada </span><span lang="EN-US">t</span><span>ahun 2010 </span><span lang="EN-US">M</span><span>anajemen </span><span lang="EN-US">Pelindo I</span><span> melakukan terobosan perbaikan kinerja pelayanan</span><span lang="EN-US">, yang dilakukan dalam 3 (tiga) tahap/program,</span><span> dimulai tahun 2010 hingga 2015</span><span lang="EN-US">. Pada tahap pertama, disebut </span><span>Urgent Program (2010-2012)</span><span lang="EN-US"> yang bertujuan untuk</span><span> peningkatan produktivitas dan Kapasitas Pelabuhan</span><span lang="EN-US">. Implementasi dari tahap pertama adalah perpanjangan</span><span> Dermaga 100 meter, </span><span lang="EN-US">perluasan </span><span>Container Yard (CY) 6000 m<sup>2</sup>, </span><span lang="EN-US">penambahan peralatan bongkar muat seperti </span><span>Container Crane (CC) </span><span lang="EN-US">sebanyak </span><span>5</span><span lang="EN-US"> (lima) u</span><span>nit, Harbour</span><span> </span><span>Mobile </span><span><span> </span></span><span>Crane (HMC) </span><span lang="EN-US">sebanyak </span><span>2 </span><span lang="EN-US">(dua) u</span><span>nit, Rubber Tire Gantry (RTG) </span><span lang="EN-US">sebanyak </span><span>15</span><span> <span lang="EN-US">(lima belas) u</span></span><span>nit</span><span lang="EN-US">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Me</span><span>nerap</span><span lang="EN-US">k</span><span>an Sispro dengan menggunakan Window System, penerapan Service Level Agreement/Service Level</span><span> </span><span>Guarantee, </span><span lang="EN-US">serta </span><span>pemasangan Moveable </span><span lang="EN-US">F</span><span>ence antar </span><span lang="EN-US">terminal </span><span>interna</span><span lang="EN-US">s</span><span>ional dan domestik</span><span lang="EN-US">. Terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM), </span><span>dengan menambah </span><span lang="EN-US">SDM </span><span>operator dan menerapkan sistem insentif produksi</span><span lang="EN-US">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">“Urgent program ini telah meningkatkan k</span><span>apasitas terminal </span><span lang="EN-US">dan produktivitas bongkar muat sehingga menurunkan Turn Round Time (TMT) kapal, meningkatkan kapasitas terminal dari 800.000 Teus menjadi 1.200.000 Teus, dan meningkatkan produktivitas dari </span><span>18 box/crane/hour (B/C/H)</span><span lang="EN-US"> menjadi 25</span><span> box/crane/hour (B/C/H)</span><span lang="EN-US"> sehingga menurunkan biaya logistik,” kata Eriansyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Untuk tahap kedua, disebut </span><span>Optimalization Program (2013-2014)</span><span lang="EN-US"> yang bert</span><span>ujuan </span><span lang="EN-US">untuk</span><span> peningkatan kapasitas dan peningkatan kualitas layanan dari</span><span> </span><span>Panamax size menjadi Post Panamax Size</span><span lang="EN-US">. Programnya dibagi dalam 2 (dua) paket, paket pertama </span><span>adalah</span><span> <span> </span><span lang="EN-US">p</span></span><span>enambahan Dermaga 350 m dan CY 15 Ha, CC 4 Unit dan TT 12 Unit</span><span lang="EN-US"> dan paket kedua adalah p</span><span>enambahan Dermaga </span><span lang="EN-US">sepanjang </span><span>350 m dan CY </span><span lang="EN-US">seluas </span><span>15 Ha, CC </span><span lang="EN-US">sebanyak </span><span>4 </span><span lang="EN-US">(empat) u</span><span>nit dan TT </span><span lang="EN-US">sebanyak </span><span>12 </span><span lang="EN-US">(dua belas) u</span><span>nit</span><span lang="EN-US">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"><span> </span></span><span lang="EN-US">“P</span><span>rogres</span><span lang="EN-US">nya sampai saat ini</span><span> adalah</span><span lang="EN-US"> program ini t</span><span>elah diakomodasi dalam RKAP Pelindo I </span><span lang="EN-US">tahun </span><span>2013</span><span lang="EN-US">, </span><span>Master Plan telah mendapat pengesahan </span><span lang="EN-US">M</span><span>enteri </span><span lang="EN-US">Perhubungan, </span><span>Engineering Design telah diselesaikan</span><span lang="EN-US">, t</span><span>elah ada surat persetujuan prinsip Menteri Perhubungan</span><span lang="EN-US"> dan K</span><span>onsesi dalam tahap pembahasan dan negosiasi dengan pihak Kementerian Perhubungan</span><span lang="EN-US">,” tambah Eriansyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Tahap ketiga, disebut E</span><span>xpansion Program </span><span lang="EN-US">(</span><span>2013-2015</span><span lang="EN-US">) yang bert</span><span>ujuan </span><span lang="EN-US">untuk</span><span> membangun Indonesia Hub Container Port</span><span lang="EN-US"> di Pelabuhan Kuala Tanjung. P</span><span>rogram </span><span lang="EN-US">ini terbagi dalam dalam</span><span> 21 </span><span lang="EN-US">m</span><span>odul</span><span lang="EN-US">, setiap modul terdiri dari pembangunan </span><span>Dermaga </span><span lang="EN-US">sepanjang </span><span>1000 m’</span><span lang="EN-US"> dengan kedalaman </span><span>17 m’ LWS, </span><span lang="EN-US">p</span><span>embangunan Container Yard</span><span lang="EN-US"> (CY) seluas</span><span> 40 Ha,</span><span> </span><span>pengadaan Container Crane (</span><span lang="EN-US">P</span><span>ost Panamax </span><span lang="EN-US">S</span><span>ize ) </span><span lang="EN-US">sebanyak </span><span>10 </span><span lang="EN-US">(sepuluh) u</span><span>nit, </span><span lang="EN-US">d</span><span>an Transtainer (one over six)</span><span lang="EN-US"> sebanyak </span><span>30 </span><span lang="EN-US">(tiga puluh) </span><span>unit</span><span lang="EN-US">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">“</span><span>Progres sampai saat ini</span><span lang="EN-US">, </span><span>Master Plan telah disahkan oleh Kementerian Perhubungan</span><span lang="EN-US">, </span><span>Engineering design </span><span lang="EN-US">(DED) </span><span>telah selesai</span><span lang="EN-US"> dan</span><span lang="EN-US"> </span><span>Amdal </span><span lang="EN-US">d</span><span>alam proses pengesahan Menteri KLH</span><span lang="EN-US">,” jelas Eriansyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span>P</span><span lang="EN-US">e</span><span>labuhan </span><span lang="EN-US">merupakan </span><span>mata rantai utama sistem logistik nasional</span><span lang="EN-US"> yang<span> </span></span><span>memiliki</span><span> </span><span><span> </span>peran </span><span><span> </span></span><span>strategis </span><span><span> </span></span><span>dalam mendukung kelancaran arus barang/produk</span><span lang="EN-US"> dan </span><span>mempengaruhi </span><span lang="EN-US">harga jual </span><span>sebuah produk</span><span lang="EN-US">.</span><span lang="EN-US"> </span><span lang="EN-US">Untuk itu diharapkan pengelolaan pelabuhan </span><span>semakin ef</span><span lang="EN-US">i</span><span>sien</span><span lang="EN-US"> agar </span><span>produk </span><span lang="EN-US">yang melewati pelabuhan tersebut </span><span>semakin kompetitif</span><span lang="EN-US">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"><span> </span>“Dengan menurunnya Waktu Kapal (Turn Round Time) di pelabuhan, produktivitas dan kapasitas meningkat, otomatis ada penghematan dalam pengiriman barang sehingga dapat menurunkan biaya logistik. Alhasil, harga dari produk daerah hinterland semakin kompetitif terutama hinterland kami Sumatera,” kata Eriansyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Untuk diketahui, bahwa kondisi Logistik di Indonesia pada pertengahan tahun lalu, Bank Dunia merilis data Logistic Performance Index (LPI) 2012 yang menyatakan bahwa<span> </span>Indonesia naik peringkat dari posisi 75 di tahun 2010 menjadi posisi 59 di tahun 2012. Naiknya peringkat ini mengindikasikan mulai membaiknya kinerja pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;text-indent: 1.0cm;line-height: normal"><span lang="EN-US"><span> </span><span class="cg1"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: center;line-height: normal"><strong><span lang="EN-US">Selesai</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><strong><span lang="EN-US">Tentang PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang<span> </span>mengelola jasa kepelabuhanan di Indonesia bagian barat. Pelindo I berkantor pusat di Medan dan memiliki wilayah operasi di 4 provinsi yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan dan Riau Kepulauan, serta mengelola 13 cabang pelabuhan, dan mengelola empat unit usaha yaitu BICT (Belawan International Container Terminal), BLC (Belawan Logistic Center), UGK (Unit Usaha Galangan Kapal) dan RSPM (Rumah Sakit Pelabuhan Medan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Pelayanan Pelindo I meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang</span><span>, </span><span lang="EN-US">pelayanan </span><span>penumpang dan jasa kepelabuhanan lainnya.</span><span lang="EN-US"><span> </span>Pelindo I mempunyai lokasi strategis di Selat Malaka, yang merupakan selat tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia. Saat ini Pelindo I dalam upaya<span> </span>meningkatkan produktivitas pelayanan secara terus menerus dengan menambahkan alat dan perpanjangan dermaga sehingga untuk meningkatkan produktivitas lebih efektif dan efisien. Pengembangan secara kontinu ini juga untuk mendukung suksesnya program pemerintah MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan) Indonesia barat untuk menciptakan Konektivitas Nasional dan kelancaran Sistem Logistik Nsional) <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span>Humas Pelindo I</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span>M. </span><span lang="EN-US">Eriansyah</span><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"><a href="mailto:meriansyah@yahoo.com">meriansyah<span lang="IN">@yahoo.com</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/siaran-pers/tahun-2013-pelindo-i-kembali-menerima-penghargaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Pelabuhan Malahayati versi Pelindo I</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/sejarah-pelabuhan-malahayati-versi-pelindo-i/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/sejarah-pelabuhan-malahayati-versi-pelindo-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 10:26:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>conop3_plb1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/pelindo1/?p=9525</guid>
		<description><![CDATA[GENERAL Manager Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1 Malahayati, I Wayan  Wirawan menceritakan bahwa pelabuhan Malahayati sudah ada sejak zaman  Sultan Iskandar Muda.
&#8220;Ini sejak zaman sultan dulu bahkan  saat Samudera Pasai dimana menurut informasi yang saya terima, namun   &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/sejarah-pelabuhan-malahayati-versi-pelindo-i/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GENERAL Manager Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1 Malahayati, I Wayan  Wirawan menceritakan bahwa pelabuhan Malahayati sudah ada sejak zaman  Sultan Iskandar Muda.</p>
<p>&#8220;Ini sejak zaman sultan dulu bahkan  saat Samudera Pasai dimana menurut informasi yang saya terima, namun  tempatnya tidak persis berada di sini,&#8221; katanya kepada ATJEHPOSTcom,  Kamis 16 Mei 2013. <a rel="attachment wp-att-3184" href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/tentang-kami/product/attachment/forklift/"><img class="alignleft size-full wp-image-3184" src="http://www.inaport1.co.id/wp-content/uploads/2013/05/pelabuhan-malahayati-7.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Menurutnya  pelabuhan Malahayati sejak dulu disinggahi pedagang dari Cina yang  kemudian dikenal dengan sebutan Lamwuli. Merujuk pada catatan sejarah  Aceh, Lamwuli yang dimaksud yaitu Kerajaan Lamuri yang letaknya tidak  jauh dari posisi Pelabuhan Malahayati saat ini.</p>
<p>Lamuri  merupakan salah satu kerajaan di Aceh yang masih bercorak kebudayaan  Hindu. Kerajaan ini kemudian berubah menjadi Kerajaan Aceh Darussalam  setelah rajanya yang terakhir memeluk Islam. Pusat Kerajaan Lamuri yang  semula berada di Krueng Raya dipindahkan ke tepi muara Krueng Aceh.</p>
<p>Dalam  catatan Dinasti Ming mengenai Aceh yang dikutip Denys Lombard dalam  bukunya Kerajaan Aceh; Zaman Sultan Iskandar Muda, bangsa Cina kerap  mengunjungi Lamuri untuk berdagang batu mulia, akik, hablur, nila, kuda  yang bernilai tinggi, badak, batu ambar dan kayu gaharu. Selain itu,  bangsa Cina juga kerap membeli kayu kelembak, pucuk, cengkeh, dupa,  keris, busur, timah, lada, kayu sapan, belerang, dan barang-barang  lainnya.</p>
<p>Oleh masyarakat Aceh, penyebutan kata Lamuri  kemudian berubah menjadi Lamreh. Pelabuhan tua ini, kata Wayan, kemudian  diambil alih oleh PT Pelindo pada tahun 1970. Pelabuhan ini pernah  menjadi salah satu pelabuhan transit ke Pulau Sabang di era 80-an.</p>
<p>Kemudian  pelabuhan tersebut dialih fungsikan menjadi tempat persinggahan kapal  barang setelah beroperasinya Pelabuhan Ulee Lheue sekira tahun 2004.  Saat tsunami, lokasi pelabuhan ini ikut terkena imbas gelombang pasang  air laut. Beberapa saat pelabuhan ini tidak bisa disinggahi kapal.  Setelah diadakan pembersihan oleh lembaga donor, sekitar tahun 2007  pelabuhan ini kembali beroperasi.</p>
<p>Seperti diketahui,  Pelindo 1 Malahayati kini akan dilengkapi dengan fasilitas Kran Peti  Kemas. Sementara kapal peti kemas pertama akan singgah di pelabuhan  tersebut pada 28 Mei 2013 nanti.</p>
<p>Menurut Wayan, saat ini kapal yang membawa kran peti kemas sedang berada di Jakarta yang sebelumnya berada di Balik Papan.</p>
<p>Sumber: http://atjeh.co/read/2013/05/16/52098/39/39/Sejarah-Pelabuhan-Malahayati-versi-Pelindo</p>
<p>Sumber:http://atjeh.co/read/2013/05/16/52098/39/39/Sejarah-Pelabuhan-Malahayati-versi-Pelindo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/sejarah-pelabuhan-malahayati-versi-pelindo-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PT Pelindo I Bantu USU Rp100 Juta</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/pt-pelindo-i-bantu-usu-rp100-juta/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/pt-pelindo-i-bantu-usu-rp100-juta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 10:09:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>conop3_plb1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/pelindo1/?p=9519</guid>
		<description><![CDATA[MEDAN (Berita): PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I memberikan bantuan bina lingkungan dan program pendidikan sebesar Rp100 juta kepada Universitas Sumatera Utara (USU) dilakukan secara langsung di Ruangan Rektor, Rabu (15/5). 
Bantuan tersebut diserahkan langsung Dirut PT Pelindo I Alfred   &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/pt-pelindo-i-bantu-usu-rp100-juta/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">MEDAN (Berita): PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I memberikan bantuan bina lingkungan dan program <a title="pendidikan" rel="nofollow" href="http://logika.ac.id" target="_blank">pendidikan</a> sebesar Rp100 juta kepada Universitas Sumatera Utara (USU) dilakukan secara langsung di Ruangan Rektor, Rabu (15/5). <img class="alignnone size-full wp-image-61401" src="http://www.harianorbit.com/wp-content/uploads/2013/05/pelindo-bantu-fisip-USU.jpg" alt="pelindo bantu fisip USU" width="440" height="300" /><br />
<code>Bantuan tersebut diserahkan langsung Dirut PT Pelindo I Alfred  Natsir kepada Rektor USU Prof Dr dr Syahril Pasaribu, DTM&amp;H MSi,  A(K) disaksikan Komisaris PT Pelindo I Prof Muhammad Nawawiy Lubis,  Ph.D, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Drs Raja Bongsu  Hutagalung MSi dan Kabag Humas USU Bisru Hafi S.Sos, MSi.<br />
Direncanakan anggaran yang bersumber dari program bina lingkungan itu  ditujukan untuk mendukung pembangunan masjid sekaligus pusat kajian  islam yang berlokasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)  USU. “Dengan bantuan ini, harapan kami bisa membantu salah satu program  yang ada dilingkungan USU, serta dapat mempererat hubungan yang sudah  terjalin baik selama ini,” ucap Dirut Pelindo I Alfred Natsir, Rabu  (15/5).<br />
Menurut Alfred, PT Pelindo I sebagai BUMN mempunyai kewajiban untuk  memupuk laba agar terus bisa berkembang. Namun, sebagai jasa  infrastruktur harus dapat  dan memacu perkembangan wilayah kerjanya  terutama Sumut.<br />
Pelindo dititipi juga oleh pemerintah untuk pelaksanaan tangung jawab  sosial dalam bentuk porgam kemitraan, yaitu pemberian kredit pada usaha  menengah dan kecil/mikro. Disamping program bina lingkungan yang  diberikan dalam bentuk hibah diantaranya ditujukan untuk bencana alam, <a title="pendidikan" rel="nofollow" href="http://logika.ac.id" target="_blank">pendidikan</a> dan latihan, <a title="kesehatan" rel="nofollow" href="http://helvetia.ac.id" target="_blank">kesehatan</a>, sarana prasarana umum, sarana ibadah, pelestarian lingkungan dan bantuan sosial kemasyarakatan lainnya.<br />
Hal lain yang menjadi pertimbangan Pelindo I adalah kontribusi USU   dalam ketersedian sumber daya manusia yang bermutu dan berkualitas.  Dimana, dilingkungan kerja Pelindo tercatat sebanyak 176 orang merupakan  alumninya dari berbagai disiplin ilmu, termasuk Komisaris Pelindo I  yakni Mohammed Nawawiy Lubis.<br />
Sementara itu, Rektor USU Prof Syahril Pasaribu menyampaikan terimkasih atas bantuan <a title="pendidikan" rel="nofollow" href="http://logika.ac.id" target="_blank">pendidikan</a> yang diberikan Pelindo I kepada USU. Dana itu akan dimanfaatkan untuk  melakukan renovasi terhadap Mushalla yang saat ini ada di Fakultas Ilmu  Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), dan  Gedung Pusat Kajian Kebudayaan Masyarakat Islam. “Fasilitas baru ini  diharapkan dapat memperbanyak kajian tentang dunia Islam,"  jelasnya.(aje)</code></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Sumber: berita Sore</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/pt-pelindo-i-bantu-usu-rp100-juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fisip USU peroleh dana hibah dari PT Pelindo I</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/fisip-usu-peroleh-dana-hibah-dari-pt-pelindo-i/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/fisip-usu-peroleh-dana-hibah-dari-pt-pelindo-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 10:07:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>conop3_plb1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/pelindo1/?p=9516</guid>
		<description><![CDATA[MEDAN – Guna membantu percepatan pembangunan Mushalla di Fakultas Ilmu  Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sumatera Utara (USU) yang  direncanakan akan dijadikan pusat kajian masyarakat dan Kebudayaan Islam  di Sumut, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) memberikan bantuan  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/fisip-usu-peroleh-dana-hibah-dari-pt-pelindo-i/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">MEDAN – Guna membantu percepatan pembangunan Mushalla di Fakultas Ilmu  Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sumatera Utara (USU) yang  direncanakan akan dijadikan pusat kajian masyarakat dan Kebudayaan Islam  di Sumut, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) memberikan bantuan sebesar  Rp100 juta kepada USU.<img class="caption" src="http://2.bp.blogspot.com/-cc8HBDHeUaY/TgnDe3Bcf6I/AAAAAAAABE4/F57sBNbUP9s/s1600/usu.jpg" border="0" alt="" width="588" height="297" align="left" /></p>
<p>Bantuan tersebut diberikan langsung oleh  Dirut PT Pelindo I (Persero) Alfred Natsir kepada Rektor USU, Prof  Syahril Pasaribu didampingi oleh Dekan Fakultas Fisip USU,Prof  Badaruddin di ruang Rektor gedung Biro Rektor (Birek) USU, hari ini.</p>
<p>Alfred  mengatakan bantuan yang diberikan oleh PT Pelindo I kepada USU yakni  dalam bentuk hibah dari Program Bina Lingkungan yang merupakan program  kemitraan serta tanggung jawab sosial terhadap usaha membantu pemerintah  dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.</p>
<p>“Semoga,  harapan kami dengan sumbangan ini, sedikit banyak bisa membantu dalam  penyelesaian salah satu program di lingkungan USU yakni membangun  Mushalla yang ke depannya akan menjadi pusat kajian masyarakat dan  kebudayaan islam Fisip USU,” katanya.</p>
<p>Dekan Fisip USU,  Prof  Badaruddin mengatakan, awalnya Badan Kenaziran bertandang untuk meminta  persetujuan renovasi. Menurut Badan Kenaziran, saat ini mushalla sudah  agak rusak karena dimakan waktu. Atap bocor,  dan fondasinya pun mulai  turun. Ternyata diskusi tersebut melahirkan ide lain.</p>
<p>“Akhirnya  diambil kesepakatan musala akan digabung dengan pusat kajian Islam. Ke  depan kita harapkan lahir pemikir-pemikir Islam baik tentang kebudayaan  dan masyarakat,” kata Badaruddin.</p>
<p>Menurut Badaruddin, untuk  tahapan awal gedung dua lantai tersebut hanya akan menjadi wadah  pertemuan para akademisi yang berminat di bidang kajian Islam seperti  ekonomi Islam atau politik Islam.</p>
<p>Namun, seiring waktu ia  berharap para dosen, terutama yang bergelar doktor, dapat memperbanyak  penelitian atau kajian lainnya di bidang yang sedang digandrungi itu.</p>
<p>“Konsultan   dibantu guru besar Fakultas Teknik senior Prof Nawawy Lubis  memperkirakan pembangunan akan selesai dalam satu tahun. Selama itu,  pihaknya berharap dapat mengumpulkan infak sebesar Rp 1 miliar lebih,”  katanya.</p>
<p>Sementara itu, Rektor USU Prof Syahril Pasaribu  menyebutkan kalau pihaknya bukan hanya bercita-cita  melakukan renovasi  terhadap Mushalla yang saat ini ada di  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu  Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU).</p>
<p>“Kedepan,  Mushalla itu akan digabungkan dengan Gedung Pusat Kajian Kebudayaan  Masyarakat Islam. Fasilitas baru ini diharapkan dapat memperbanyak  kajian tentang dunia Islam, “katanya.</p>
<p>Sumber: Waspada</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/fisip-usu-peroleh-dana-hibah-dari-pt-pelindo-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Perusahaan Baru Ajukan Izin Impor Gula ke Aceh</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/dua-perusahaan-baru-ajukan-izin-impor-gula-ke-aceh/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/dua-perusahaan-baru-ajukan-izin-impor-gula-ke-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 10:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>conop3_plb1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/pelindo1/?p=9513</guid>
		<description><![CDATA[
Afifuddin Acal &#124; The Globe Journal

Banda Aceh &#8211; Meskipun pelabuhan Malahayati  belum ada kejelasan jadwal pengoperasian jalur ekspor impor di Aceh.  Akan tetapi saat ini sudah ada dua perusahaan yang telah berminat ingin  melakukan impor gula ke  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/dua-perusahaan-baru-ajukan-izin-impor-gula-ke-aceh/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="juduldetail" style="text-align: justify"></div>
<div class="penulis" style="text-align: justify">Afifuddin Acal | The Globe Journal</div>
<div class="kecil" style="text-align: justify"></div>
<p style="text-align: justify">Banda Aceh &#8211; Meskipun pelabuhan Malahayati  belum ada kejelasan jadwal pengoperasian jalur ekspor impor di Aceh.  Akan tetapi saat ini sudah ada dua perusahaan yang telah berminat ingin  melakukan impor gula ke Aceh melalui pelabuhan Malahayati, Kreung Raya  Kabupaten Aceh Besar.</p>
<p style="text-align: justify">Kedua perusahaan tersebut saat ini telah mengajukan izin  kouta impor  serta meminta rekomendasi dari Gubernur Aceh sebagai syarat adminitrasi  pengajuan izin pada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Saat ini sudah ada dua perusahaan yang telah memiliki minat untuk  impor gula ke Aceh,&#8221; kata Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Aceh, Sofyan di  Pendopo usai mengikuti pertemuan dengan seluruh Bupati/Wali Kota se  Aceh, Senin (13/5/2013).</p>
<p style="text-align: justify">Kebijakan impor gula tersebut memang terdapat di Kementerian  Perdagangan Republik Indonesia. Kendatipun demikian, agar proses  tersebut bisa lebih mudah, maka Gubernur Aceh telah memberikan  rekomendasi kepada kedua perusahaan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Tentunya izin impor itu di Kementerian Perdagangan, tapi Gubernur Aceh telah berikan rekomendasi,&#8221; tandasnya.</p>
<p style="text-align: justify">Menyangkut dengan kuota gula untuk Aceh yang bisa di impor, sebut  Sofyan. Saat ini Kementerian Perdagangan belum mengeluarkannya. Akan  tetapi yang ada saat ini adalah perusahaan yang menginginkan  berinvestasi bisnis impor gula ke Aceh. <a href="http://www.bumn.go.id/pelindo1/files/2013/05/a.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-9514" src="http://www.bumn.go.id/pelindo1/files/2013/05/a.jpg" alt="" width="294" height="178" /></a></p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Perusahaan itu itu akan mendominasi di daerah barat Selatan dan Timur Aceh nantinya,&#8221; tukasnya.</p>
<p style="text-align: justify">Sebagaimana data yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan  Perdagangan Aceh. Pada tahun 2012 lalu, Aceh telah mendapatkan sebesar  53.932 ton kouta yang bisa impor gula ke Aceh.</p>
<p style="text-align: justify">Sedangkan perusahaan-perusahaan yang telah mendapatkan kouta impor  gula tersebut ada 5 perusahaan di Aceh. Diantaranya PT MUlia pase di  Lhokseumawe sebesar 20 ton, PT. Raja Pase sebesar 14,644 ton dan PT  Matangkuli Perdana sebesar 10 ton. Semua perusahaan tersebut berdomisili  di Kota Lhokseumawe. Kemudian ada PT Matura Utama mendapat jatah kouta  sebesar 4,644 ton dan yang terakhir CV Galiza Jaya sebesar 4,644  ton.[006]</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Sumber: The Globe Journal</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/dua-perusahaan-baru-ajukan-izin-impor-gula-ke-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
