EMBRIO PASAR EMAS PEGADAIAN

Menjelang shalat Jumat puluhan orang bergerombol di pelataran parkir gedung Langen Palikrama. Beberapa gerai yang menjual perhiasan emas berjejer rapi di bawah tenda putih. Melengkapi pasar yang buka setiap pekan ini ada pula counter jasa pengujian dan sertifikasi batu permata. Di sudut arena terdapat papan yang menginformasikan penjualan properti di beberapa kota yang merupakan produk dari Balai Lelang Arta Gasia. Di tempat yang lain ada juga perusahaan otomotif yang memamerkan mobil terbarunya. Ada juga gerai yang menjual makanan seperti bakso, soto, dan aneka ragam makanan lainnya. Bukanlah suatu hal yang mengherankan jika menjelang shalat dan setelah shalat Jumat pengunjung semakin berjubel.

Pasar emas yang berada di Kantor Pusat PT Pegadaian (Persero) tersebut mulai dibuka 18 Oktober 2013 dengan nama Bursa Kemilau Emas. Pasar yang beroperasi mulai pukul 11.00 sampai dengan 15.00 WIB tersebut difungsikan untuk menjual perhiasan emas yang berasal dari kantor-kantor cabang di wilayah Jakarta. Setiap pembelian emas yang dilakukan di pasar tersebut diberikan voucher pulsa yang dapat ditukarkan di Kantor Cabang Pegadaian Syariah Kramat Raya.

Beberapa pembeli yang ditemui menyatakan tertarik untuk melakukan transaksi di bursa emas tersebut karena adanya jaminan keaslian dan kebenaran kadar perhiasan yang mereka beli. Begitu pula dengan berat perhiasan yang ditimbang secara terbuka sehingga tidak ada keraguan bagi pembelinya. Selain itu para pembeli dapat memanfaatkan jasa pengujian dan sertifikasi batu pertama yang dilakukan oleh para ahli batu permata yang dimiliki oleh Pegadaian.

“Selain kualitas emas terjamin dan berat yang akurat, perhiasan yang dijual tidak dikenakan ongkos bikin,”  Demikian disampaikan Syahrul Rusli, Jeneral Manajer Bisnis Gadai. “Bursa Kemilau Emas ini merupakan terobosan Kami dengan memberikan ruang yang cukup bagi kantor cabang dalam rangka menyelesaikan kredit macet yang terjadi”.

Syahrul Rusli lebih lanjut menjelaskan bahwa bursa penjualan emas seperti itu tidak hanya dilakukan di Jakarta saja, tetapi juga di kota-kota lain di wilayah Indonesia.

“Ke depan Kami berharap bahwa hal ini menjadi embrio sentra-sentra pasar emas yang menjadi tujuan utama bagi masyarakat untuk mendapatkan perhiasan berkualitas,” pungkasnya.  

(basuki tria)