Gubernur Sumatera Barat Restui Peserta SMN 2016 Asal Papua Barat

Agenda hari kedua peserta SMN 2016 (2/8) asal Papua Barat ke Sumatera Barat berupa kunjungan audiensi dengan Gubernur Irwan Prayitno. Kehadiran peserta di rumah dinas gubernur diantar oleh Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendri dan Direktur Keuangan PT Pegadaian (Persero) Dwi Agus Pramudya. Tampak pula perwakilan dari PT Pelni dan PT Hotel Indonesia Natour.

Peserta SMN 2016 asal Papua Barat yang mengikuti program ini sebanyak 24 orang. Mereka terdiri dari 20 siswa/siswi SMA/SMK yang terpilih dari beberapa kabupaten/kota. Kedatangan mereka didampingi oleh 1 orang pejabat dari Dinas Pendidikan provinsi Papua Barat serta 3 orang guru pembimbing.

Dalam sambutannya, Irwan Prayitno mengatakan bahwa pemerintah provinsi Sumatera Barat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh keempat BUMN tersebut. Ia mengharapkan agar kegiatan ini dapat dilakukan secara terus-menerus.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menanamkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, mengingat negara kita adalah negara kepulauan. Kondisi geografis dengan pulau-pulau yang terpisah ini menyebabkan munculnya beraneka ragam suku bangsa, adat-istiadat, bahasa dan budaya”.

Lebih lanjut Irwan Prayitno menyatakan bahwa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan tersebut diperlukan komunikasi yang terus-menerus sehingga semakin merekatkan hubungan antar suku bangsa.

“Program Siswa Mengenal Nusantara ini tentu sangat baik dan menjadi modal generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Siswa Papua Barat dapat mempelajari budaya Sumatera barat, sebaliknya siswa Sumatera barat dapat mempelajari budaya Papua Barat”.

Selain memberikan arahan dan doa restu, Gubernur Sumatera Barat juga membuka tanya jawab kepada para peserta. Salah seorang peserta menanyakan tentang peran pemuda Sumatera Barat dalam mengembangkan budaya daerah.

Irwan Prayitno menyampaikan bahwa pemerintah provinsi memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk mengembangkan budaya daerah. Hal ini penting agar budaya tersebut tidak tergerus oleh globalisasi dan perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi merupakan hal yang tidak bisa dihindari, akan tetapi generasi muda harus memiliki karakter yang kuat. Dan karakter ini akan semakin kuat jika didasari oleh rasa kebangsaan dan kebanggaan terhadap budaya sendiri,” jelasnya. (bta)


Kategori Berita