PAL INDONESIA Sukses Lakukan Alih Teknologi Pembangunan Kapal PKR Ke-2

Surabaya 20171030, Kerjasama Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda dengan PT PAL INDONESIA (Persero) mewujudkan Produk Kebanggan Bangsa untuk mempertahankan kedaulatan Bangsa mencapai tahap akhir dengan diserahkan Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) kedua. Setelah sebelumnya menyerahkan Kapal Pertama pada awal Tahun ini, DNSN - PAL menyerahkan Kapal berteknologi canggih yang dikerjakan di 2 Negara Senin Siang (30/10). Secara langsung Menteri Pertahanan Ryamizard Ryaccudu menerima Kapal yang dikerjakan bersama melalui proses Alih Teknologi.

Kapal dengan nomor proyek pembangunan W000294 ini diserahkan melalui serangkaian tahapan proses serta pengujian. Dimulai dengan Pemotongan Plat Pertama (First Steel Cutting) pada 17 September 2014 dilanjutkan dengan Peletakan Lunas (Keel Laying) pada 18 Januari 2016 dan diluncurkan (launching) pada 29 September 2016, serta telah dilakukan berbagai serangkaian uji (sea tria) sebelum kapal ini layak untuk diserah terima kan. Kapal perang atas air yang pertama kali dibangun di Indonesia dengan sistem pembangunan “Moduler System”. Sistem pembangunan PKR ke-2 ini terbagi dalam 6 modul, 1 modul dikerjakan di Belanda sementara 5 modul lainnya dikerjakan Insan PAL Indonesia. Mengusung Öne Team One Goal” dua Galangan dari dua Negara ini bersatu-padu untuk menerobos semua tantangan dan Rintangan menjadi sebuah potensi kesuksesan guna terwujudnya Produk yang handal dan berkualitas. Memiliki panjang 105.11 meter, lebar 14.2 meter, berkecepatan 28 knot, dapat berlayar sampai 5000 nm dan ketahanan berlayar mencapai 20 hari, dilengkapi peralatan persenjataan modern yang terintegrasi dalam sistem Sensor Weapon Control (Sewaco). Selain itu desain stealth yang dimiliki yakni low radar cross section, low infrared signature, low noise signature menjadikan kapal PKR sulit terdeteksi oleh radar kapal lain. Kapal PKR juga mampu melakukan peperangan permukaan laut, udara, bawah air, serta elektronika.

Pembagunan kapal PKR ini dengan program ToT menyerap kurang lebih 200 Insan PAL Indonesia dari berbagai disiplin keilmuan, dimana sebanyak 75 orang diantaranya telah dididik di Damen Schelde - Vlisingen Belanda. Selain TOT itu, PT PAL pun berbenah diri dengan melakukan peningkatan kapasitas produksi sesuai persyaratan untuk kesuksesan pembangunan PKR ini.

Melalui alih teknologi sesuai dengan amanat dalam Undang-Undang 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan dan Keputusan KKIP No. KEP/12/KKIP/XII/2013 tentang Lead Integrator Alutsista Matra Laut. Joint Production proyek Pengadaan kapal perang secara lengkap, baik bangunan kapal dan Integrated Weapon System ini menjadi momentum kemandirian Alat Utama Sistem Senjata (ALUTSISTA). Sebagai Industri Strategis Matra Laut, PT PAL INDONESIA (Persero) bangga mewujudkan keunggulan kapal ini dan siap mewujudkan kerja kontribusi nyata dalam menjalankan tugas negara untuk mempertahankan kedaulatan bangsa dalam bingkai NKRI yang kita cintai.

SPESIFIKASI UMUM PKR
Length Overall : 105,11 m
Breadth : 14,02 m
Design Draught : 3.7 m
Displacement : 2365 tones
Range : 5000 nm @ 14 knots
Complement : 100 + 20 pax
Speed (trial) : 28 knots
Class : Lloyd Register

 


Kategori Berita