KADO UNTUK SAUDARAKU DI PAPUA

Surabaya – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPUPR) Basuki Hadimuljono secara langsung melayarkan Bentang Utama (Center Span) Jembatan Holtekamp Papua di Dermaga PT PAL INDONESIA (PERSERO) Minggu Siang (03/12). Basuki Hadimuljono merasa bangga dengan karya Putra-Putri Bangsa ini. “Dan untuk Jembatan Modern selanjutnya, kita akan utamakan buatan anak negeri”, “apalagi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang digunakan dalam pembangunan jembatan mencapai 95%. Hal ini, untuk mendukung peningkatan pemanfaatan dan produksi baja dalam negeri” Imbuhnya.

Direktur Utama PT PAL INDONESIA (PERSERO) Budiman Saleh menuturkan rasa bangga dan terima kasih atas kerpercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI melalui Konsorsium kepada PT PAL Indonesia dalam pembuatan Jembatan Holtekamp yang nantinya akan menjadi Icon Modern di Papua.

Budiman menyampaikan bahwa proyek ini merupakan proyek Kebanggaan untuk Sudara-saudara di Papua atas terbangunnya jembatan ini “Sebagai Galangan Kapal, PT PAL memiliki keunggulan dalam bidang pengelasan baik untuk konstruksi bangunan baru serta pemeliharaan dan perbaikan baik untuk kapal maupun non kapal. Kapasitas pembangunan, teknologi baru, fasilitas sarana prasarana serta keahlian dan inovasi dalam mendesain pembangunan kapal perang dan kapal niaga yang dimiliki, telah berhasil diterapkan dalam bidang lainnya diantaranya adalah pembuatan bangunan rangka baja seperti Jembatan Holtekamp, Oil and Gas Carrier, Energi atau Kelistrikan serta Transportasi” imbuhnya. Jembatan yang diproduksi sejak Juli 2017 ini dikerjakan dengan harapan menjadi kado Akhir Tahun untuk Suadara-saudara di Papua.

Pengiriman Bentang Utama jembatan ini adalah bagian yang ke-4 dari 5 tahapan pembangunan, Panjang bentang utama adalah 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 meter. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan. Bentang Utama jembatan yang melintang teluk Youtefa ini, akan menempuh perjalanan 3.200 KM dengan bobot 2.000 Ton.

Keberadaan Jembatan Holtekamp memiliki nilai strategis, yakni untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Dengan adanya jembatan ini akan memangkas jarak tempuh hingga 17 kilometer di antara kedua lokasi tersebut. Hal ini berpengaruh pada waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit. Sehingga semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi dikawasan tersebut.

 


Kategori Berita