HUT Ke-72 RI, PT PAL INDONESIA Hadir Pada Gelar Pameran ALUTSISTA

Jakarta, 13 Agustus 2017, "Ada beberapa poin (yang menjadi prioritas), kita lagi kembangkan kapal selam yang ketiga, yang dibangun oleh PT PAL, selanjutnya pemerintah bisa men-support itu agar kita bisa mandiri. Kemudian ada beberapa peluru kendali, ini sedang kita kembangkan agar kita tidak tergantung dengan negara lain khususnya untuk peluru kendali," ujar Sekjen (Kemenhan) Dr Widodo di lapangan Bhinneka Tunggal Ika, gedung kementerian pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada gelar pameran Alat Utama Sistem Persejantaan (Alutsista) produk dalam negeri.

Gelar Pameran Alutsista Produk Dalam Negeri diikuti oleh 35 industri Pertahanan, 7 Industri Pertahanan dari BUMN dan 28 dari BUMS. Beberapa produk industri pertahanan buatan dalam negeri dipamerkan. PT PAL Indonesia (Persero) Perusahaan yang bergerak dalam Pembangunan Kapal Perang, Kapal Niaga, Pemeliharaan Kapal Militer dan Non Militer serta Rekayasa Umum, maupun pembangunan Anjungan lepas pantai serta power plant, menampilkan produk Innovasi yaitu model kapal SSV-123 meter yang telah di export ke Philipana pengembangan atas Kapal LPD-125meter. Model Kapal Kombatan, Kapal Cepat Rudal (KCR-60) pengembangan atas Kapal FPB-57, Kapal Perusak Kawal Rudal 105 meter (PKR-105) joint production dalam rangka ToT dengan Damen (Belanda), serta beberapa produk unggulan, yaitu Kapal Selam ke-3 tipe DSME-209, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan ToT dengan Korea.

Di luar Alutsista PT PAL juga memperkenalkan produk innovasi dari pengembangan Barge Mounted Power Plant 30 megawatt yaitu Powership (kapal pembangkit listrik) Indonesia dengan kelas Mermaid dengan kapasitas antara 36 sampai 80 MW yang dikerjakan dengan pola strategic collaboration dalam pembangunan Powership dengan Karadeniz Holding (Turki).

Pada Kesempatan tersebut Sekjen Kemhan Dr. Widodo berkenan mengunjungi stand pameran PT PAL Indonesia (Persero) dan diterima langsung oleh Direktur Utama- Budiman Saleh. "Karya industri pertahanan ini patut kita hargai dan perdayakan untuk mewujudkan TNI yang unggul dengan kemandirian," ujar Widodo.

Banyak warga yang antusias mengikuti acara pameran ini, beberapa warga yang menyempatkan hadir ke stand PT PAL, menyampaikan kebanggaannya terkait dengan kapal produksi PT PAL untuk Negara Pilipina. Dan juga kebanggaanya atas telah dimulainya pembangunan Kapal Selam. Dengan pameran ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat umum mengenai Alutsista. Juga sebagai bukti, bahwa Indonesia bisa mandiri untuk perlengkapan Alutsista. Pameran ini juga menjadi media pembelajaran kepada khalayak umum tentang produk alutsista yang dihasilkan oleh industri pertahanan Tanah Air.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksamana Madya Widodo sempat mencoba beberapa senjata seperti sniper dan senapan serbu 2, "Karya industri pertahanan ini patut kita hargai dan perdayakan untuk mewujudkan TNI yang unggul dengan kemandirian," ujar Widodo di kantor Kementerian Pertahanan, Minggu (13/8/2017). Dengan pameran ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat umum mengenai Alutsista. Juga sebagai bukti, bahwa Indonesia bisa mandiri untuk perlengkapan Alutsista. "Pameran ini juga menjadi media pembelajaran kepada khalayak umum tentang produk alutsista yang dihasilkan oleh industri pertahanan Indonesia," kata Widodo. Pameran ini menampilkan sejumlah produk-produk industri pertahanan dalam negeri baik dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara maupun Badan Usaha Milik Swasta. Dan ada 35 industri yang mengikuti pameran ini, ini semua hasil rancang bangun anak bangsa yang harus kita hargai," kata Widodo. Kita harus maju terus, hari ini ada 7 industri pertahanan dari BUMN dan 28 dari BUMS mensuport TNI selama ini untuk membuat Alutsista sesuai kompetensi dengan perusahaan itu. Dari pesawat, kapal, maupun tank, termasuk perlengkapan tempur di dalamnya, senjatanya, amunisinya, kita juga kembangkan roket yang itu juga program nasional," imbuhnya.


Kategori Berita