Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Bank Mandiri : "Menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

33 Produk Reksadana Dijual

11 Maret 2004

PT Bank Mandiri Tbk dikabarkan menggandeng tujuh manajer investasi untuk memasarkan produk reksadana Rp 7 triliun yang menjadi target pada tahun 2004. Pihak yang menjadi manajer investasi adalah Nikko Securities Indonesia, ABN Amro Asset Management, Danareksa Investment Management, Batavia Prosperindo, Schroders, Manulife, dan Mandiri Sekuritas.

Menurut Arief, produk reksadana masih menjadi alternatif investasi yang menarik. Hal ini mengingat suku bunga deposito rata-rata hanya 6%. “Produk reksadana mampu mendatangkan return di atas bunga deposito,” ujarnnya di gedung BEJ kemarin

Menurut Arief, reksadana pasar uang mendatangkan return (8%). Sementara itu untuk reksadana pendapatan tetap (9%), reksadana saaham (44%), dan reksadana campuran (11%).

Direktur Pengelolaan Aset PT Nikko Securities Indonesia, Adler Manurung, mengungkapkan kesepakatan Bank Mandiri dengan tujuh manajer investasi berlangsung di Bali pada 21 Februari silam. “Bank Mandiri sebagai agen penjual melakukan kerja sama dengan tujuh manajer investasi,” katanya.

Alder mengatakan setiap manajer investasi bebas menawarkan produk reksadananya kepada Bank Mandiri untuk dipasarkan. “Manajer investasi tidak hanya mengeluarkan produk baru. Produk lama juga boleh,” jelasnnya.

Nikko, menurut Adler, akan menawarkan produk Reksadana Nikko Swarnadwipa dan Nikko Bond Nusantara. Menurutnya, Reksadana Bank Mandiri merupakan kustodian Reksadana Nikko Swarnadwipa.

Adler juga menyatakan kesepakatan dengan tujuh manajer investasi tersebut adalah kesepakatan umum. “Detail kesepakatan tergantung perjanjian maasing-masing manajer investasi dengan pihak Bank Mandiri,” jelasnya.

Namun secara umum, menurut Adler, biasanya akan ada sharing fee antara manajer investasi dengan pihak bank sebagai agen penjual. Pembagian antara kedua pihak tersebut nantinya akan berasal dari redemption fee dan subscription fee. “Dan juga dari Management fee yang jumlahnya kecil,” tambah dia. Dikatakan, realisasi kesepakatan tersebut mungkin pada awal Maret ini.

Dirut Danareksa Investment Mangement Muhammad Hanif, secara terpisah mengungkapkan bahwa seperti halnya bank lain, Bank Mandiri memang berniat menjadi supermarket reksadana.

Danareksa menurut Hanif, sebenarnya sudah melakukan kerja sama dengan Bank Mandiri. “Danareksa sudaah memasarkan reksadana Dana Investa Pasar Uang melalui Bank Mandiri,” katanya.

Berkaitan dengan kesepakatan di Bali, Hanif mengatakan bahwa manajer investasi tidak diikat. “Cuma dikasih tahu mengenai target Bank Mandiri.”

Pada kesempatan tersebut Hanif juga menyatakan tujuh manajer investasi tersebut diundang dalam perkenalan dengan kalangan 130 sales board Bank Mandiri. Jadi mereka diperkenalkan dengan kalangan manajer investasi. Setelah itu, menurutnya, memang ada signing yang sifatnya simbolik. “Fund managernya sendiri gak diikat apa-apa.” tandas dia.

Sumber : Investor Indonesia, 4 Maret 2004, hlm. 2

Source :Jakarta



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>