Si Kecil Cabe Rawit<!--:-->

Sumber : MAJALAH BUMN TRACK, No.64 Tahun VI November 2012, Halaman 82 & 85 PT LEN, PT BATANTEKNO, DAN PT GARAM  BUKANLAH BUMN BESAR. DIAWALI THUN INI, TEKNOLOGI AKAN MELEJIT KINERJA KETIGANYA. Tak semua BUMN itu besar dan makmur.  Ada juga BUMN kecil yang masih tertatih-tatih. Di antaranya adalah PT Batan teknologi, PT Len Industri, dan PT Garam. Bahkan tahun lalu , PT Batantekno merugi Rp 2,98 miliar. Adapun PT Len dan PT garam untung, masing-masing Rp 40,8 miliar dan Rp 3,63 miliar. Meskipun kecil, potensinya luar biasa. Mereka sangat menjanjikan dengan pengembangan teknologi di bidangnya. PT LEN INDUSTRI (PERSERO) Belum semua wilayah negeri ini memperoleh listrik. Namun sebentar lagi, daerah terpencil tersebut bisa “menyala” dengan sel pembangkit tenaga surya atau solar cell. PT Len Industri berencana melakukan peletakan batu pertama pabrik solar cell pada Desember 2012.Pabrik tenaga surya ini dibangun di Rancaekek, Bandung, Jawa Barat. Pabrik ini dibangun bersama PT Pertamina (Persero) dengan kapasitas 60 megawatt. “Ini proyek penugasan sekaligus investasi agar kita punya industri renewable energi di  Indonesia,” urai Direktur Utama PT Len, Abraham Mose. Pabrik ini menggunakan teknologi photovoltaic sebagai energi masa depan. Solar photovoltaic merupakan solusi untuk meningkatkan  elektrifikasi nasional, terutama menjangkau pulau-pulau di Indonesia yang terhubung dengan jaringan listrik dan kondisi alam yang menyulitkan pengiriman bahan bakar genset. Sudah ada Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 yang mencanangkan pemakaian tenaga surya sebesar 0,2-0,3% dalam bauran energy nasional pada 2025 atau setara 1.000 MWp. Artinya, perlu penambahan 65 MWp energi surya per tahun. Menurut Dahlan Iskan, setelah hulu solar cell berhasil diproduksi, maka gerakan pemanfaatan solar cell akan menjadi gerakan BUMN. Pabrik, kantor, jalan tol, sepenuhnya akan didorong memanfaatkan solar cell, sehingga mengurangi pemanfaatan BBM di dalam negeri.

Kategori Artikel