Pengembangan SDM Bidang Sistem Persinyalan - Satu Lagi Pengakuan Dunia Terhadap Kiprah Len dalam Bidang Persinyalan<!--:-->

Institution of Railway Signal Engineer (IRSE) merupakan organisasi dunia yang mewadahi enjinir bidang persinyalan, telekomunikasi dan bidang terkait lainnya, yang aktif berkiprah dalam dunia persinyalan. Organisasi yang berdiri sejak 1912 ini bermarkas di London, Inggris. Organisasi ini mulai memperkenalkan skema lisensi sejak 1992 guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dari enjinir system persinyalan, dalam rangka menjawab kebutuhan akan enjinir profesional sistem persinyalan yang semakin meningkat sejalan peningkatan proyek-proyek yang berkaitan dengan sistem transportasi massa, khususnya perkeretaapian, seiring isu penghematan energi global. Untuk tahap awal Len akan melakukan program lisensi untuk 5 orang enjinir yang nantinya akan terus dikembangkan sehingga diharapkan semua enjinir sistem persinyalan Len akan memiliki lisensi dari IRSE. Untuk mendapatkan lisensi ini bukanlah hal yang mudah, selain harus menunjukan bukti keterlibatan secara aktif dalam pekerjaan sistem persinyalan, enjinir harus bisa menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang bidang yang digelutinya. utuh waktu paling tidak 8 bulan sampai 1 tahun bagi enjinir sejak mengajukan sampai pemberian lisensi. Beberapa program yang diadakan oleh IRSE harus diikuti dahulu dalam rangka peningkatan kapasitas dan kapabilitas dari enjinir tersebut. Proses assessment pun dilakukan bukan hanya sekali tapi dilakukan beberapa kali secara bertahap baik dalam bentuk tes tertulis, wawancara ataupun praktek. Investasi Len di bidang SDM sistem persinyalan ini bukanlah sesuatu yang mubazir, mengingat persyaratan lisensi IRSE untuk enjinir sistem persinyalan sudah menjadi persyaratan mutlak baik untuk proyek-proyek yang didanai asing maupun proyek-proyek yang didanai swasta, yang akan semakin marak dalam beberapa tahun ke depan seiring de-regulasi sistem perkeretaapian yang tertuang dalam undang-undang no. 23 tahun 2007 yang sudah berlaku secara penuh sejak tahun 2010. Sebagai langkah awal untuk pelaksanaan program lisensi dan untuk menjalin “kembali” hubungan Len dengan IRSE, secara parallel sudah dilaksanakan program keanggotaan IRSE untuk enjinir di bidang perkeretaapian. Dimulai oleh rekan kita Ir. Toni Surakusumah yang sejak dua tahun lalu mendapatkan status keanggotaan IRSE dan bahkan ditunjuk secara resmi menjadi representative IRSE untuk Indonesia. Sebenarnya ini bukan keanggotaan pertamakalinya untuk enjinir di PT Len Industri, pada masa sebelumnya paling tidak ada 4 orang yang sudah mendapat status keanggotaan, sayangnya hubungan Len dengan IRSE terputus berhubung senior-senior kita ini tidak lagi menggeluti sistem persinyalan atau tidak lagi berkiprah di Len. Beberapa tipe keanggotaan IRSE yaitu Student, Accredited Technician, Associate, Fellow, Member, Associate Member, Companion (http://www.irse.org/Grades.html). Untuk mendapat predikat “Member”, seseorang harus menunjukkan bukti pengalaman dalam pekerjaan sistem persinyalan pada posisi/tanggung jawab senior di bidangnya paling tidak selama 10 tahun. Selain itu diperlukan rekomendasi dari dua anggota, paling tidak seorang “Member” dan seorang “Fellow” atau dua orang “Fellow”,  juga harus mengikuti proses wawancara secara langsung oleh dewan keanggotaan. Sedangkan untuk seorang “Fellow” mempersyarat-kan posisi strategis dalam struktur manajemen perusahaan dan harus mengikuti proses wawancara secara langsung oleh dewan keanggotaan. Ir. Lily Rustandi, mantan dirtek Len masih aktif menyandang atribut “Fellow IRSE” (FIRSE),  meskipun beliau sudah tidak lagi berkiprah secara langsung di Len. Tiga bulan yang lalu Len mengajukan 9 orang enjinir untuk mendapat status keanggotaan “Associate Member IRSE” (AMIRSE). Untuk mendapat status “AMIRSE” ini, seorang enjinir harus menunjukan bukti pengalaman/keikutsertaan secara aktif dalam pekerjaan yang berkaitan dengan sistem persinyalan paling tidak selama 5 tahun. Selain itu harus pula mendapat rekomendasi paling tidak oleh 2 orang member untuk mendapat status “AMIRSE” tersebut. Rekomendasi yang diperlukan kita dapatkan dari perusahaan persinyalan kelas dunia yang pernah melakukan kerjasama dalam bidang pekerjaan sistem persinyalan dan telah mengakui kemampuan Len dalam bidang persinyalan tersebut. Pada tanggal 20 Juni 2011 dewan keanggotaan IRSE yang bersidang di London, menyetujui keanggotaan 9 orang enjinir Len setelah melalui proses pengkajian secara seksama terhadap dokumen-dokumen persyaratan yang diajukan selama beberapa minggu. Pengumuman penerimaan keanggotaan ini dirilis dalam “IRSE NEWS” no. 169 Juli/Agustus 2011. Selanjutnya kesembilan enjinir ini berhak menambahkan atribut “AMIRSE” di belakang namanya sebagai pengenal ketika berhubungan dengan komunitas sistem persinyalan dunia. Ke depan, pengajuan status keanggotaan ini akan terus dilanjutkan untuk enjinir-enjinir yang sudah memenuhi persyaratan pengalaman dan keahlian. Sembilan enjinir Len yang secara resmi sudah menyandang atribut keanggotaan “AMIRSE” tersebut adalah : 1.    Hery Sutjahjo,  AMIRSE 2.    Linus Andor Mulana Sijabat,  AMIRSE 3.    M. Abdul Rozaq,  AMIRSE 4.    Rustandi,  AMIRSE 5.    Yusuf Zulkarnain,  AMIRSE 6.    Wimphy Wisnu T,  AMIRSE 7.    Mungky Prasetyomungkas,  AMIRSE 8.    Delfian Taib,  AMIRSE 9.    Erwin Syaifuddin,  AMIRSE Pemberian status keanggotaan ini oleh IRSE secara tidak langsung merupakan sebuah pengakuan komunitas sistem persinyalan internasional terhadap kiprah Len dalam dunia sistem persinyalan. Tapi hal tersebut bukanlah suatu akhir, melainkan suatu awal menuju perusahaan persinyalan bertaraf internasioanal. Masih ada proses lisensi enjinir, juga pembenahan sistem kerja internal yang juga sangat berperan dalam keberhasilan mewujudkan harapan di atas. (RTD'11) Oleh : Rustandi ( Manajer Desain Sistem Proyek UB Sistem Transportasi )

Kategori Artikel