Senin, 21 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Site?

  • Good (40%, 50 Votes)
  • Bad (33%, 41 Votes)
  • Can Be Improved (15%, 19 Votes)
  • Excellent (12%, 16 Votes)

Total Voters: 126

Loading ... Loading ...

Proyek Pabrik Baja di Kalsel Meratus Mulai Jalan

8 April 2009

BATU LICIN. Setelah sempat tertunda-tunda, akhirnya pembangunan pabrik baja PT Meratus Jaya Iron and Steel di Batu Licin, Kalimantan Selatan, mulai berjalan. Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan pemancangan pondasi pabrik tersebut, Selasa (7/4).

Untuk tahap awal, target produksi pabrik baja hasil patungan PT Krakatau Steel (61%), PT Aneka Tambang (31%), dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (8%) tersebut bisa berproduksi pada 2011. Namun, saat itu produksinya baru sebatas memproses bijih besi menjadi baja kasar dan besi spons. Sedang untuk peleburannya masih harus dilakukan di pabrik Krakatau Steel, Cilegon.

Jusuf Kalla meminta pabrik tersebut nantinya bisa memproduksi baja dari hulu sampai hilir dalam lima tahun ke depan. Harapannya, Maratus tidak perlu melakukan peleburan baja di Cilegon. Jika cita-cita ini terlaksana, Meratus akan memproduksi bahan baku baja berupa pig iron (baja kasar), besi spons (sponge iron), slab, dan billet.

Jusuf Kalla meminta pabrik ini menghasilkan produk baja utuh yang siap pakai. Sehingga akhirnya tercipta trademark Baja Kalimantan setara dengan Solingen, penghasil baja di Jerman.

Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang menjanjikan akan berupaya keras untuk menjadikan pabrik Meratus sebagai pabrik baja terintegrasi dari hulu sampai hilir dalam lima tahun.

Fazwar bilang, Meratus memang sedang melakukan kajian tentang pilihan teknologi yang akan digunakan untuk melakukan pengolahan baja dari hulu sampai hilir. “Akhir tahun ini kajiannya selesai, sehingga kami sudah bisa memutuskan teknologi apa yang akan dipilih,” ucapnya.

Presiden Direktur PT Meratus Jaya Anwar Ibrahim menjamin pabrik baja ini tak akan terkendala bahan baku. Sebab Meratus telah menjalin long term agreement pasokan bijih besi dengan PT SILO selama 15 tahun. “Mereka memiliki deposit 20 juta ton,” katanya. Selain itu Meratus juga sudah melakukan nota kesepahaman dengan PT Yiwan Mining untuk menambah pasokan bijih besi.

Meratus juga menggandeng beberapa perusahaan untuk menyediakan infrastruktur pendukung. Pasokan batubara akan disediakan PT Arutmin dan PT Kidico. Sementara infrastruktur pelabuhan digarap PT Johnlin, PT Satui Baratam, dan PT Kodeco.

Sekadar catatan, pabrik Meratus nantinya akan berdiri di lahan 200 hektare milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kapasitas produksi awalnya sekitar 315.000 ton per tahun. Total investasinya mencapai Rp 950 Miliar. Dana pembangunan pabrik, menurut Fazwar, sebanyak 35% dana diambil dari modal perseroan, sedangkan 65% berasal dari pinjaman BRI.

(Sumber: Kontan Online)

Source :Kontan Online



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>