Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Site?

  • Good (40%, 50 Votes)
  • Bad (33%, 41 Votes)
  • Can Be Improved (15%, 19 Votes)
  • Excellent (12%, 16 Votes)

Total Voters: 126

Loading ... Loading ...

Harga Pipa Baja Melonjak 60%

24 Juni 2008

JAKARTA: Harga pipa baja pada pertengahan bulan ini menembus sekitar US$1,600 per ton. Skala harga tersebut melonjak 60% dibandingkan dengan harga pada awal 2008 yang masih di posisi sekitar US$1,000 per ton.


Wakil Ketua Umum Gabungan Produsen Pipa Baja Indonesia (Gapipa) Untung Yusuf mengatakan kenaikan harga pipa baja itu merupakan angka akumulatif yang dihitung dari lonjakan harga bahan baku baja berupa baja canai panas (hot rolled coils/HRC dan kenaikan ongkos distribusi dari awal tahun.


Sejumlah produsen pipa nasional, katanya, terpaksa ikut menyesuaikan skala harga baru karena dinilai sebagai langkah paling tepat dalam menyelamatkan neraca keuangan perusahaan pipa baja domestik.


Menurut Untung, kinerja produksi pipa baja nasional pada semester 1/2008 diperkirakan sedikit terkoreksi menjadi sekitar 450.000 ton dibandingkan dengan produksi riil periode sama tahun lalu.


Berdasarkan catatan Gapipa, kapasitas terpasang industri pipa nasional saat ini tercatat sekitar 1 juta ton per tahun. “Produksi pipa baja nasional masih dalam posisi stagnan dibandingkan dengan produksi pada semester 1/2007. Itu pun kami cukup bersyukur,” katanya.


Kendati demikian, menurutnya, industri pipa baja nasional terhambat kenaikan harga bahan baku berupa HRC yang telah melonjak 70% sejak awal tahun ini. Selain itu, ketersediaan HRC di pasar dunia semakin terbatas seiring dengan peningkatan konsumsi dunia. “Ditambah lagi, pemerintah menetapkan bea masuk antidumping [BMAD] untuk impor HRC. Pasokan bahan baku kami semakin sulit,” kata Untung.


Berdasarkan catatan PT Krakatau Steel, harga HRC pada Mei telah menembus hingga US$1,100 per ton.


Direktur Pemasaran KS Irvan Kamal Hakim ketika dikonfirmasi, kemarin, mengatakan harga baja pada 23 Juni (kemarin) di pasar domestik diperdagangkan pada kisara Rpl 1.700 per kg sebelum pajak.


Terus Menyusut


Di samping masalah bahan baku, Untung menjelaskan, pasar pipa baja terus menyusut seiring dengan perlambatan ekonomi yang dipicu oleh kenaikan harga energi dan tingginya inflasi.


Kalangan produsen pipa baja masih menggantungkan order dari proyek-proyek pemipaan gas dan minyak. Terkiraan saya, kalau general market akan sedikit menurun, tetapi kalau proyek-proyek minyak dan gas justru akan terus tumbuh mengikuti lonjakan harga komoditas tersebut,” paparnya.


Saat ini, lanjutnya, kalangan produsen pipa baja terus mencermati fluktuasi harga baja dunia karena dapat memengaruhi pasar dan struktur biaya produksi. “Harga baja dunia diprediksi bisa naik 100% dari posisi awal 2008. Nah, bagaimana dengan semester n/2008? Kami akan terus pantau,” katanya.


Tahun lalu, sambungnya, pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) industri pipa baja masih mencapai 60% dengan kapasitas produksi tahunan mencapai sekitar 700.000 ton dari total kapasitas terpasang yang mencapai 1 juta roa


Berdasarkan data Bisnis, terdapat sedikitnya enam perusahaan pipa baja tergolong skala besar antara lain PT Bakrie Pipe, PT KHI Pipe Industries (anak usaha PT Krakatau Steel), PT Bumi Kaya, PT Spindo, PT Indal, dan PT Seapi. Adapun produsen pipa baja skala kecil menengah antara lain PT Aneka Jakarta, PT Super Tata, dan PT Sri Rejeki.


Gapipa, katanya, masih mensinyalir adanya peredaran produk-produk pipa baja murah dari China yang menyusup ke pasar domestik. “Jumlahnya sih tidak banyak, tetapi harga pipa baja dari China sama dengan bahan baku. Ini sudah sangat meresahkan pengusaha,” ujarnya.


Karena itu, Untung mendesak agar pemerintah membuat kebijakan terobosan di industri pipa baja nasional, misalnya, dengan menerapkan ketentuan pengamanan perdagangan (safeguard).

Source :Bisnis Indonesia



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>