Rabu, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

Visi PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) : "Menjadi Lembaga Penyelesaian dan Penjaminan yang Terpercaya dengan Menjaga Integritas Financial dan Sistem Informasi untuk Menunjang Perdagangan Komoditas."

Prestasi

Piagam Penghargaan Badan Usaha Milik Negara

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Kemendag siapkan 3 Sentra Resi Gudang Rotan

21 Desember 2011

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Gunaryo mengatakan, telah menyiapkan tiga sentra resi gudang untuk menyimpan bahan baku rotan yang belum terserap industri di dalam negeri, yaitu di Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan Aceh. Hal tersebut sebagai langkah antisipatif mulai diberlakukannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 37/2011 tentang Larangan Ekspor Rotan pada 1 Januari 2012. Resi Gudang disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan tidak terserapnya rotan dari petani dan selanjutnya akan disimpan sebagai stok di gudang. Dalam hal ini juga mendapat respons yang sangat bagus dari pengrajin rotan di Cirebon, Jawa Barat. Adanya kebijakan tersebut diharapkan dapat diimbangi dengan penyerapan yang baik dari mereka.

Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Syahrul R Sempurnajaya mengatakan, sistem resi gudang memberi peluang mekanisme tunda jual rotan. Penerapan sistem resi gudang merupakan hal baru yang diterapkan untuk rotan. Selama ini, komoditas yang diatur dengan sistem resi gudang baru jagung, gabah,beras, kopi, kakao, karet dan rumput laut.

Pada akhir November 2011, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan telah menerbitkan tiga regulasi yang mengatur tata niaga rotan, yang terdiri atas Permendag No.35/2011 tentang Larangan Ekspor Rotan Asalan, Setengah jadi dan Mentah, Permendag No.36/2011 tentang Pengangkutan Rotan Antar Pulau, dan Permendag No.37/2011 tentang Penetapan Rotan dalam Sistem Resi Gudang.

Permendag No.35 dan 36 akan menjadi dasar untuk pengawasan pencegahan penyelundupan rotan. Kemudian Permendag No.37 akan mengatur sistem tunda jual bahan baku rotan, yang mulai berlaku 1 Januari 2012 guna mendukung program hilirisasi industri rotan di Indonesia.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Benny Wachyudi memperkirakan akan terjadi pertumbuhan industri furnitur rotan di dalam negeri pasca pelarangan ekspor rotan mentah dan juga akan memastikan keseimbangan produksi dan serapan rotan oleh industri. Menteri Perindustrian MS Hidayat juga sudah menerbitkan peraturan yang mengatur tentang alur pemetaan (road map) industri furnitur, terutama furnitur rota. Hal tersebut tertuang alam Permenperin No.90/2011 tentang Peta Panduan Pengembangan Klaster Industri Furnitur Tahun 2012-2016. Permenperin yang diterbitkan pada 30 November 2011 itu akan mulai berlaku 2 Januari 2012. Dalam aturan tersebut, industri furnitur dibagi menjadi dua kategori utama, yakni industri furniturdari kayu serta berbasis rotan dan bahan baku alam lainnya.



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>