PT. KIW Responsif Terhadap Iklim Investasi dari Jepang

Delegasi Japan Kazuhisa Matsui Asian Countries JAC Indonesia, Jakartak Business Center beberapa waktu yang lalu berkunjung ke PT. Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang . Kedatangan mereka untuk di  mencari  informasi dan penjajagan terhadap  investasi di KIW. Satoru Masai  Direktur Eksekutif (JAC) mengatakan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan data mengenai iklim investasi di Provinsi Jawa Tengah dan ini merupakan langkah persiapan bagi beberapa investor dari negeri sakura  baik yang merupakan relokasi dari Jakarta maupun investasi baru. Kadin, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan beberapa stakeholder telah beberapa kali melakukan survey iklim investasi serta penyelenggaraan kegiatan dalam mempromosikan potensi investasi di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Dari data survei yang dimiliki, iklim investasi di Jawa Tengah adalah bagus meskipun ada beberapa hal yang perlu dibenahi, Namun demikian secara umum Jateng telah siap menerima Penanaman Modal Asing (PMA) dari Jepang. Beberapa nilai positif yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Tengah adalah memiliki kultur masyarakat yang tenang dan karakter pekerja loyal terhadap perusahaan.  PT. KIW juga sangat responsif terhadap beberapa investor yang akan masuk maupun telah menanamkan investasinya  dari Jepang, dan yang menjadi keunggulan lainnya adalah biaya untuk investasi lebih murah dibandingkan dengan daerahdan juga tersedia Lahan Industri  yang mewadahi dan gudang untuk kebutuhan industri. Kompetensi tenaga kerja di Semarang Jawa Tengah sudah sangat mewadai sehingga akan memberikan daya tarik terhadap  investor terutama dari Jepang tersebut telah di adakan oleh  Disnakertrans dan Kadin Semarang yaitu dengan beraneka ragam kegiatan yang telah dilakukan yaitu dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi kebutuhan tenaga kerja yang trampil seperti pelatihan Workshop dan Seminar. Adapun Dari Unit Kadin saling bekerjasama Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi ( BKSP) dengan fokus utama sertifikasi kompetensi pekerja. Serta ada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan ( LPP) dan Trade Training Invesment Center(TTIC) dengan tujuan adalah untuk menyiapkan tenaga kerja yang  memiliki keahlian khusus dan berkompeten. Kazuhisa Matsui Senior Advisor (JAC) business center menjelaskan pula bahwa banyak peluang kerjasama perdagangan antara Jawa Tengah dan Jepang dalam hal impor produk makanan yang selama ini mereka andalkan dari China. Indonesia terutama Jawa Tengah diharapkan akan mengganti peran China yang selama ini memenuhi sebagian besar kebutuhan produk makanan Jepang, karena dipandang kualitas produk bahan makanan dari Jawa Tengah lebih baik dan hasil produksi pertanian juga melimpah. Yang menjadi catatan dan perlu diingat bahwa tidak mudah bagi pengusaha di Jawa Tengah untuk memasok bahan pangan ke Jepang, karena Jepang terkenal memberlakukan standar yang tinggi dalam hal keamanan pangan. Produk harus dikirim dalam bentuk setengah jadi, serta dikemas dan disimpan menggunakan cold Storage dengan kualitas yang baik. Namun demikian tetap ada peluang peluang untuk memenuhi permintaan tersebut dan pengusaha Jawa Tengah harus diberi support didorong agar mampu mengolah komoditas pertanian mentah menjadi setengah jadi ke Jepang. Apabila perusahaan jepang akan mendirikan pabrik pengolahan makanan di Jawa Tengah adalah merupakan peluang telah terbuka lebar karena iklim investasi sangat kondusif. KIW siap menampung investor yang akan menanamkan modalnya di Jawa Tengah dengan menyiapkan lahan siap bangun dan persewaan gudang dengan sarana dan prasarana yang cukup mewadahi. (sumber info : suaramerdeka.com, google & media online)

Kategori Artikel