Anda Seorang Bos atau Leader? <!--:-->

Buku-buku mengenai kepemimpinan dan pelatihan mengenai leadership masih menjadi salah satu kebutuhan yang cukup penting dalam sebuah organisasi. Karena memang, mungkin saja, dalam sebuah organisasi jabatan seseorang boleh manajer atau direktur, namun belum tentu seorang leader. Kepemimpinan bukan soal jabatan atau pangkat semata, melainkan kepemimpinan adalah pengaruh, tindakan yang di lakukan kepada timnya. Lalu apa saja yang membedakan seorang bos dengan pemimpin? Bagaimana semestinya mengubah seorang bos menjadi pemimpin? Memberi Inspirasi Sosok bos memberikan ketakutan, sedangkan pemimpin memberikan inspirasi. Tak jarang banyak karyawan yang merasa takut dengan atasannya. Dan bila aura yang ditampilkan adalah ketakutan dan kekhawatiran bagi si karyawan, maka otomatis komunikasi menjadi segan, kurang berani menyuarakan pendapat. Mungkin pengalaman buruk yang pernah dialami si karyawan sehingga tidak lagi memiliki keberanian dengan atasannya. Sebuah pepatah mengatakan ”If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more,you are a leader”. Jika tindakan Anda menginspirasi orang lain untuk bermimpi, belajar, melakukan sesuatu dan menjadi lebih baik, maka Anda adalah pemimpin. Jadi,semestinya bukan bangga kalau ada tim, anak buah yang takut dengan Anda? Melainkan saatnya untuk koreksi diri untuk sebuah perubahan dalam kepemimpinan. Pemimpin menularkan sebuah antusiasme, memotivasi anggotanya, dan mendukung timnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan ancaman, keluhan, mental yang loyo yang diharapkan melekat dalam sosok seorang pemimpin. Menjadi Teladan Seseorang dapat menjadi teladan manakala ia sendiri mau melakukan apa yang ia katakan. Bagian dari integritas seorang pemimpin adalah apa yang keluar dari mulutnya sejalan dengan apa yang dijalankannya. Seorang bos hanya mampu berkata-kata dan memberikan instruksi, sedangkan pemimpin; apa yang ia katakan juga ia jalani dalam kehidupannya. Sosok pemimpin jika mengatakan harus datang tepat waktu maka ia harus menjadi contoh. Seorang pemimpin memimpin dengan nilai- nilaipositif yang dipegang teguh dan ditularkan kepada anggotanya. Nilai-nilai yang ada menjadi prinsip hidupnya dalam memimpin. Sementara,seorang bos memimpin hanya mengandalkan kekuatan pangkatnya. Mengembangkan Orang Lain Banyak atasan mengeluh karena ketidakmampuan timnya dalam bekerja, tetapi si atasan sendiri tidak pernah memberikan arahan dan mengajarkan timnya untuk lebih produktif dalam bekerja, malah sebaliknya memarahi timnya. ”Before you are a leader, success is all about growing yourself.When you become a leader, success is all about growing others”. Saat Anda menjadi seorang pemimpin, kesuksesan sebenarnya terletak pada sejauh mana Anda mengembangkan orang lain. Jadilah pemimpin yang berorientasi pada manusia. Banyak orang memilih mengikuti bosnya karena sebuah keharusan. Oleh karena itu, mereka bersedia melakukan apa yang diminta oleh bosnya, meski pada akhirnya mereka juga mengeluhkan perilaku bosnya saat makan siang.Tetapi bagi mereka yang memilih mengikuti seorang pemimpin,itu semata-mata karena memang mereka memilih demikian. Pertanyaan bagi Anda yang sekarang sebagai ”pemimpin” atau calon pemimpin masa depan, bagaimana Anda ingin dikenal oleh tim Anda? Sebagai seorang bos saja atau sebagai pemimpin sejati? Jawabannya tergantung Anda sendiri. MUK KUANG Professional Trainer, Speaker Author: Messages of Hope, Amazing Life, Think and Act Like A Winner Email : mukkuang@gmail.com Twitter: @mukkuang Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/443621/

Kategori Artikel