Jumat, 18 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Kimia Farma (Persero) Tbk : "Menjadi Korporasi Bidang Kesehatan Terintegrasi dan Mampu Menghasilkan Pertumbuhan Nilai Yang Berkesinambungan Melalui Konfigurasi dan Koordinasi Bisnis Yang Sinergis".

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Tentang Perusahaan Afiliasi

PT. KIMIA FARMA TRADING & DISTRIBUTION (KFTD)

Sebelum menjadi entitas tersendiri, PT Kimia Farma Trading & Distribution merupakan Divisi Pedagang Besar Farmasi (PBF) dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Berbekal kemampuan serta pengalaman menangani pendistribusian produk-produk Kimia Farma, maka pada tanggal 4 Januari 2003, Divisi PBF berkembang menjadi anak perusahaan dengan nama PT Kimia Farma Trading and Distribution.

Perusahaan yang dikenal dengan nama KFTD ini, memiliki wilayah layanan yang luas mencakup 33 Propinsi dan 466 Kabupaten atau Kota. Mengoperasikan 43 cabang, mendistribusikan obat-obatan, termasuk yang diproduksi oleh pihak ke tiga, ke setiap bagian di seluruh Indonesia, seperti rumah sakit, Apotek (termasuk yang dimiliki oleh jaringan Kimia Farma), toko obat, pedagang besar farmasi, dan fasilitas-fasilitas pemerintah.

PT. Kimia Farma Trading & Distribution mempunyai tempat penyimpanan yang besar dan efisien dengan fasilitas transportasi dan juga sistem informasi untuk memastikan proses pengiriman ditangani dengan tepat waktu. Kimia Farma Trading & Distribution juga memasarkan dan memasok peralatan kesehatan ke rumah sakit-rumah sakit.

PT KIMIA FARMA APOTEK (KFA)

PT Kimia Farma Apotek (KFA) adalah anak perusahaan PT Kimia Farma (Persero) Tbk. yang didirikan berdasarkan akta pendirian No. 6 tanggal 4 Januari 2003 yang dibuat di hadapan Notaris Ny. Imas Fatimah, S.H. di Jakarta dan telah diubah dengan akta No. 25 tanggal 14 Agustus 2009 yang dibuat di hadapan Notaris Ny. Imas Fatimah, S.H. Akta ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.: AHU-45594.AH.01.02.Tahun.2009 tanggal 15 September 2009.

Aktifitas utama PT. Kimia Farma Apotek adalah penjualan retail baik obat-obatan dan non obat-obatan kepada konsumen dan mengelola jaringan sekitar 400 outlet merupakan pemimpin pasar di bisnis apotek di Indonesia.

PT Kimia Farma Apotek memberikan layanan meliputi layanan farmasi, klinik, laboratorium klinik, dan optik dengan konsep One Stop Health Care Solution untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. Layanan farmasi PT Kimia Farma Apotek sesuai dengan standar Good Pharmacy Practice (GPP) yang sesuai dengan standar The International Pharmaceutical Federation dan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1027 tahun 2004 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek.

PT SINKONA INDONESIA LESTARI (SIL)

PT. Sinkona Indonesia Lestari (PT. SIL) berdiri di kawasan hijau perkebunan teh milik PTPN VIII di Ciater Kabupaten Subang, Jawa Barat. Perusahaan bergerak di bidang industri garam kina dan derivatnya, diresmikan oleh Menteri Pertanian RI dan Menteri Kesehatan RI pada 31 Agustus 1991.

Saham PT. SIL saat ini dimiliki oleh tiga pemegang saham yaitu PT. Kimia Farma (Persero), Tbk, PTP Nusantara VIII (Persero) dan Yayasan Kartika Eka Paksi, dimana PT. Kimia Farma (Persero), Tbk merupakan pemegang saham mayoritas dengan 56% saham.

Produk yang dihasilkan terdiri dari; Quinine Sulphate, Quinine Hydro chloride, Quinine Dihydrochloride, Quinine Base Anhydrouse, Quinine Bisulphate, Quinidine Sulphate, Quinidine Base, Cinchonine, Cinchonidine. Produk PT. SIL menguasai setidaknya +25% kebutuhan garam kina dunia dan PT. SIL merupakan produsen garam kina terbesar kedua di dunia.