Rabu, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Kimia Farma (Persero) Tbk : "Menjadi Korporasi Bidang Kesehatan Terintegrasi dan Mampu Menghasilkan Pertumbuhan Nilai Yang Berkesinambungan Melalui Konfigurasi dan Koordinasi Bisnis Yang Sinergis".

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Produsen Farmasi semakin ekspansif

21 Juni 2012

JAKARTA. Perusahaan farmasi nasional, PT Kimia Farma Tbk, menargetkan pertumbuhan penjualan pada kuartal II tahun ini antara 12% hingga 15% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu. Penjualan Kimia Farma di kuartal II-2011 lalu hanya sebesar Rp 775,2 miliar.

Direktur Utama Kimia Farma, Rusdi Rusman, mengatakan, perusahaannya menargetkan penjualan Rp 868,3 miliar hingga Rp 891,48 miliar di kuartal II-2012 yang berakhir Juni ini. Sementara untuk target laba, perseroan ini menargetkan untuk bisa tumbuh sekitar 25% atau sebesar Rp 16,18 miliar. Sekedar informasi, laba Kimia Farma pada kuartal II-2011 masih sekitar Rp 12,94 miliar.

Dia mengatakan, target laba yang lebih tinggi dari target penjualan karena perusahaan sekarang sedang melakukan efesiensi. Rusdi bilang perusahaan akan fokus dalam efisiensi ongkos operasional, memperkuat portofolio produk, perbaikan distribution centre, dan efisiensi biaya produksi farmasi.

Agar target penjualan Kimia Farma bisa meningkat tahun ini, perusahaan tersebut banyak melakukan berbagai upaya ekspansi bisnis dengan menggandeng berbagai mitra baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Dia mengatakan tahun ini perusahaan melakukan beberapa perjanjian pembentukan joint venture seperti dengan Averroes Pharmaceuticals Sdn Bhd asal Malaysia. Kerja sama ini dilakukan untuk mengembangkan bisnis apotek di negara tersebut.

Selain itu, Kimia Farma juga melakukan perjanjian joint venture lain dengan Tianjin King York Co Ltd dari China. Kedua perusahaan ini membangun pabrik untuk memproduksi obat injeksi.

Tidak hanya itu, Kimia Farma juga berencana membangun enam unit rumah sakit pada tahun ini. Produsen farmasi ini bakal menggandeng mitra lokal dengan 60% pendanaan berasal dari Kimia Farma. Investasi satu unit rumah sakit mencapai Rp 300 miliar.

Baru terasa tahun 2014

Strategi-strategi yang akan dilakukan tersebut menurut Rusdi tidak serta-merta akan langsung dapat dirasakan hasilnya. Kimia Farma baru akan merasakan kontribusi pengembangan bisnis perusahaan pada 2013 atau 2014 mendatang. “Tahun 2012 adalah salah satu periode pengembangan. Kita sudah mulai namun hasilnya kan belum bisa dinikmati tahun ini juga,” tuturnya.

Agar berbagai strategi tersebut berhasil, Kimia Farma makan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 165 miliar untuk menopang pertumbuhan kinerja pendapatan. Sementara di tahun lalu, realisasi belanja modal perusahaan ini hanya sebesar Rp 42,34 miliar.

Kolega Kimia Farma yang sama-sama berstatus Badan Usaha Milik Negara, PT Indofarma Tbk, juga sudah menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp 96 miliar untuk mengembangkan usaha tahun ini. Direktur Utama Indofarma, Djakfarudin Junus, mengatakan, dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk pembiayaan ekspansi perusahaan untuk mendukung pengembangan usaha Indofarma yang dimulai lebih agresif pada tahun ini.

Dia menjelaskan, tahun ini perusahaan tersebut berencana akan membangun fasilitas pengembangan produk baru (pilot plan) di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan fasilitas pengembangan produk itu telah dimulai awal tahun ini dan diperkirakan selesai pada tahun 2013. Djakfarudin berharap, kehadiran pilot plan tersebut dapat meningkatkan produksi obat Indofarma, khususnya obat jenis fixed dose combination (FDC) bagi para penderita penyakit tuberkolosis.

Dengan adanya sejumlah langkah ekspansi tersebut, Djakfarudin optimistis, untuk tahun ini, Indofarma akan memperoleh penjualan hingga Rp 1,4 triliun. Sementara target laba bersih Indofarma tahun ini adalah sebesar Rp 75 miliar.

Tahun 2011, realisasi penjualan Indofarma sebesar Rp 1,2 triliun. Laba bersihnya tercatat sebesar Rp 36,9 miliar.

Sumber : Kontan Online (kontan.co.id)

Oleh Tendi Mahadi – Selasa, 19 Juni 2012 | 08:00 WIB



Comments are closed.