Kimia Farma Rancang Akuisisi Rumah Sakit Rp 1,5 Triliun

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menargetkan akusisi dua rumah sakit di Jakarta pada paruh kedua tahun ini. Nilai pembeliannya diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun

 

Direktur Keuangan Kimia Farma IGN Suharta Wijaya mengatakan, perseroan tertarik untuk membeli sebagian saham rumah sakit BUMN maupun swasta yang menyelenggarakan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Due diligence terhadap rumah sakit yang potensial telah dilakukan sejak awal tahun ini

 

“Rumah sakit akan melengkapi ekosistem healthcare kami. Due diligence selalu dilakukan dan selalu ada perubahan juga. Kondisinya kami lihat, punya captive market seperti apa. Mudah-mudahan bisa dieksekusi tahun ini,” jelas dia

 

Pihaknya menyebutkan bahwa perseroan kemungkinan menjadi pemegang saham mayoritas pada salah satu rumah sakit yang diakuisisi tahun ini. Sedangkan, pendanaan akusisi rumah sakit dan bisnis lainnya senilai Rp 2 triliun tahun ini bersumber dari kas internal, pinjaman bank, dan penerbitan surat utang.

 

Pada semester II-2019, perseroan berencana menerbitkan obligasi hingga Rp 1,5 triliun. Untuk melihan minat pasar, perseroan menawarkan medium term notes (MTN) senilai total Rp 500 miliar. Surat utang tersebut terdiri dari MTN I sebanyak Rp 250 miliar yang memiliki tingkat bunga tetap 8,75% dan MTN Syariah MudharabahI sebesar Rp 250 miliar dengan tingkat bagi hasil floating

 

.Kedua MTN tersebut memiliki tenor 3 tahun dan pembayaran bunga serta bagi hasil setiap tiga bulan. MTN ini telah terdaftar di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 9 Juli, dan dilakukan distribusi secara elektronik pada 10 Juli. PT BNI Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai arranger pada aksi penerbitan ini

 

“Kalau ternyata respon pasar terhadap penyerapan MTN ini bagus, kami kemungkinan bisa menerbitkan obligasi lagi di bulan depan,” ujar Suharta

 

Dana hasil penerbitan MTN ini bakal dimanfaatkan sebagian untuk kebutuhan ekspansi dan sebagian lagi untuk pelunasan utang. Sebagai informasi, Kimia Farma berencana membangun 200 gerai baru di seluruh Indonesia sepanjang tahun ini. Gerai tersebut tidak hanya berupa apotek, tapi juga klinik kesehatan dan kecantikan

 

Kinerja Tumbuh

Suharta memprediksi, pendapatan perseroan selama semester I-2019 naik lebih dari 25% dibanding periode sama tahun lalu. Peningkatan ini terdorong oleh kinerja penjualan obat pada gerai-gerai farmasi, dan juga klinik perseroan. Sementara posisi laba bersih diperkirakan belum terlalu optimal namun cenderung membaik

 

“Perusahaan baru resmi mengakuisisi PT Phapros Tbk (PEHA) Maret lalu, di semester I tentu sudah dikonsolidasikan, tapi belum sepenuhnya tune in,” kata dia

 

Seperti diketahui, Kimia Farma membeli 56,77% saham Phapros senilai Rp 1,36 triliun dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebanyak 70% dana akuisisi Phapros berasal dari pinjaman Bank Mandiri, BNI dan BRI

 

Sebelumnya, Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir pernah mengatakan, sejak tahun lalu

perseroan telah membidik Phapros sebagai perusahaan potensial yang menjanjikan untuk diakuisisi. Tercatat, Phapros mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum saham perdana pada 26 Desember 2019

 

Setelah aksi akusisi, Kimia Farma berharap kontribusi Phapros mampu mencapai lebih dari 10% terhadap total pendapatan. Keuntungan lain dari aksi akusisi ini adalah Kimia Farma mampu memanfaatkan jaringan distribusi milik Phapros. Rencananya, Kimia Farma bakal memperluas distribusi produk Phapros seperti Antimo dan Livron B Plex di antaranya ke pasar luar negeri

 

“Dengan demikian kami mengharapkan pertumbuhan double digit untuk laba bersih. Sementara pendapatan setidaknya mampu tumbuh 10%-15% tahun ini,” kata dia

 

Dalam menjalankan usahanya, Phapros telah memproduksi lebih dari 250 jenis obat yang diklasifikasi dalam kelompok etikal branded, etikal generik, OTC dan agromed. Selain itu, perusahan telah memperluas lingkup bisnisnya pada sektor alat kesehatan, toll manufacturing dan kerjasama ekspor


Kategori Berita