Para Penjaga Pintu KA Jalani Tes Kesehatan
6 August 2012MALANG, KOMPAS.com – Sebagai langkah antisipasi atas terjadinya kecelakaan dalam transportasi jalur Kereta Api (KA) selama berlangsung arus mudik, PT KAI Daop 8 Surabaya, menggelar cek kesehatan terhadap seluruh petugas yang berjaga di pos penjagaan perlintasan KA. Pemeriksaan diawali di wilayah Malang, Jumat (3/8/2012) dan selanjutnya akan dilanjutkan ke daerah lain yang menjadi wilayah kerja Daop 8 Surabaya.

Seorang dokter dari PT KAI sedang memeriksa salah satu petugas pos perlintasan KA di wilayah Malang, Jawa Timur, Jumat (3/8/2012). Diketahui petugas yang ada dalam kondisi sehat. Pemeriksaan itu untuk antisipasi arus mudik yang menggunakan transportasi KA.
“Kita periksa kesehatan semua petugas yang ada di pos penjagaan atau petugas Penjaga Jalan Lintas (PJL) Kereta Api,” kata Humas Daop 8 Sri Winarto.
Menurut Sri, pemeriksaan tersebut juga dalam rangka safari Ramadhan atau sambang pintu perlintasan yang ada di Kota Malang. “Kita cek kesehatan para petugas ada jelang arus mudik. Kalau mkondisinya sakit akan diperiksa dan dirawat di klinik milik kami,” katanya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh petugas yang sudah menjalani pemeriksaan ditemukan sehat. “Dari beberapa pos yang ada di Malang, kondisi petugasnya sehat semua,” akunya, ditemui disela-sela cek kesehatan oleh tim medis dari PT KAI Daop 8.
Lebih lanjut Sri mengatakan, total pos penjagaan yang ada di wilayah Daop 8 ada sebanyak 173 titik. “Pos itu, yang akan dikunjungi dan seluruh petugasnya akan dicek kesehatannya. Besok di wilayah Surabaya dan langsung ke Bojonegoro,” ujar Sri.
Sri berharap, petugas pos perlintasan mampu menjaga tensi darah yang normal. Petugas harus lebih konsentrasi. “Hal itu demi keamanan jalannya kereta api. Syukur tidak ada petugas yang terkena penyakit apapun,” kata Sri.
Sementara itu, menurut dokter Slamet, yang memeriksa para petugas pos perlintasan, setelah ada empat pos yang diperiksa, seluruh hasil pemeriksaan bagus. Adapun obat yang diberikan kepada seluruh petugas, katanya, disesuaikan dengan gejala yang muncul, misalnya diare, pusing, panas dan obat mag dan luka-luka. “Obat yang diberikan obat kelengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Selain itu ditambah suplemen untuk para petugas,” kata Slamet.
Di tempat yang sama, Agil Prima Aditya (23) asal Sawojajar, Kota Malang, salah satu petugas pos yang sudah menjalani pemeriksaan kesehatan mengaku sangat berterima kasih bisa menjalani cek kesehatan. “Karena tugas yang saya jalani sangat berat, layaknya orang akan perang. Ini soal keselamatan nyawa orang banyak. Kalau terjadi kecelakaan saya yang salah,” katanya.
“Mau mandi saja tak sembarang. Mau salat harus lihat situasi aman. Karena kalau lalai, kita yang kena. Ancamannya tahanan. Makanya saya bilang, kalau jaga pos di sini, seperti orang yang mau perang,” katanya.

Kirim Komentar
Baca Komentar ( 0 )