100 Orang Polsuska Lulus Kecakapan Beladiri POLRI
13 July 2012Kemampuan beladiri untuk melindungi diri atau melumpuhkan pengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) wajib dikuasai oleh seorang anggota Polisi khusus Kereta Api (Polsuska). Dengan kemampuan beladiri yang mumpuni, sudah barang tentu akan memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi pengguna jasa kereta api (KA) dalam menempuh perjalanannya. Guna meningkatkan kemampuan beladiri untuk para anggota Polsuska, unit Keamanan di bawah Direktorat Keselamatan dan Keamanan mengadakan pemantapan kecakapan beladiri bekerjasama dengan Sekolah Polisi Negara (SPN) Cisarua. Seratus anggota Polsuska yang berasal dari Kantor Pusat PT. KAI, serta seluruh Daerah Operasi (Daop) dan Divisi Regional (Divre), mengikuti pemantapan kecakapan yang diadakan di SPN Cisarua, selama dua hari. Pemantapan kecakapan yang ditekankan pada kemampuan beladiri individu, dimulai sejak Senin (9/7) dengan pelatih berasal dari POLRI dan para supervisor security yang memang mengutamakan bagaimana melumpuhkan lawan dalam waktu singkat.

Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. KAI, Rono Pradipto memberikan selamat kepada seluruh anggota Polsuska yang telah lulus kecakapan beladiri Polri.
Seperti yang dijelaskan oleh Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. KAI, Rono Pradipto, pada saat menutup pemantapan beladiri, bahwa tujuan utama dari latihan kecakapan ini memberikan kemampuan tambahan bagi masing-masing personel Polsuska dalam ilmu beladiri. Selain itu, juga menambah pemahaman tentang pentingnya memberikan rasa aman kepada penumpang KA dengan tindakan preventif dan menangkal gangguan kamtibmas, karena merupakan salah bentuk kenyamanan bagi mereka. “Kalian merupakan ujung tombak dalam penegakan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja PT. KAI, baik itu di Stasiun, di atas kereta maupun pada aset-aset yang dimiliki oleh PT. KAI,” tutur Rono kepada seluruh anggota Polsuska yang telah lulus kecakapan beladiri di Kantor Pusat PT. KAI, Bandung, Selasa (10/7).
Ditambahkan oleh Rono, seluruh anggota Polsuska baik yang telah lulus kecakapan beladiri atau pun yang belum, harus siap dan selalu siaga dalam berbagai gangguan kamtibmas. Terutama menghadapi rencana operasi angkutan Lebaran yang akan dilakukan PT. KAI dalam waktu satu bulan lagi. “Dalam waktu sebulan, kita semua akan menghadapi rencana operasi angkutan Lebaran 2012. Perlu kesiapan semuanya untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa kereta api, tanpa kecuali. Dan setiap anggota Polsuska pun wajib menjaga keamanan dan kenyamanan dari gangguan kamtibmas,” tegas Rono

Para Polsuska dilatih beragam kemampuan beladiri dan alat seperti borgol serta tongkat.
Sesaat setelah penutupan selesai, Rono menjelaskan, setelah mengikuti program kecakapan beladiri, anggota Polsuska akan kembali diseleksi guna mengikuti pelatihan kecakapan pengaman objek vital (Pamobvit). Yang rencananya akan dilaksanakan setelah proses rencana angkutan Lebaran selesai. “Stasiun, pusat pengendali operasi, perkantoran dan lain sebagainya milik PT. KAI juga merupakan objek vital yang harus dijaga dan diamankan. Untuk itu kami akan mengadakan pelatihan kecakapan pamobvit yang berkerjasama dengan institusi militer,” jelas Rono. (Humaska)

Kirim Komentar
Baca Komentar ( 0 )