Layanan

Bisnis Perusahaan

ANGKUTAN PENUMPANG

Angkutan penumpang PT KAI telah dibenahi secara besar-besaran. Tidak ada lagi desakan, himpitan, dan jenis penderitaan lain menghiasi wajah angkutan penumpang KA. Kini, angkutan penumpang sudah mulai tertib, tidak ada lagi antrian yang mengular dan berdesakan, dan tidak ada lagi penumpang yang tidak memeroleh tempat duduk, bahkan penumpang kelas ekonomi sekalipun tidak lagi merasakan suasana kereta yang panas dan pengap karena PT KAI secara bertahap telah menyediakan fasilitas AC di setiap kereta. Perbaikan sejumlah fasilitas stasiun seperti peron dan toilet umum juga tidak luput dari perhatian PT KAI.

Kami telah berbenah meningkatkan pelayanan angkutan penumpang dan mempermudah masyarakat untuk membeli tiket kereta api (KA). Perluasan channel pembelian tiket kereta melalui kerjasama dengan jaringan minimarket, biro perjalanan, termasuk pembelian lewat telepon via Contact Center 121, dan internet reservation serta aplikasi melalui android atau blackberry, sangat memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi dan memesan tiket KA dengan sistem online. Berikut adalah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh angkutan kereta diantaranya:

  1. Kemudahan dalam mendapatkan tiket
  2. Layanan Terjadwal
  3. Bebas Macet / Waktu Tempuh Lebih Cepat
  4. Kepastian rencana perjalanan / keleluasaan reservasi
  5. Kenyamanan di Stasiun dan di dalam Kereta Api
  6. More Safety
  7. Daya Angkut yang Besar
  8. Tarif yang Kompetitif

 

PT KAI telah merintis pembatasan penumpang, dimana pada tahun 2011 lalu penumpang ekonomi dibatasi 150% dan tahun 2012 dibatasi 100% terhadap tempat duduk. Meskipun volume penumpang berkurang, namun dari sisi kenyamanan dan pelayanan menjadi lebih baik dan tertib. Sebagai perusahaan yang mengelola perkeretaapian di Indonesia, Kami juga telah banyak mengoperasikan KA penumpang, baik KA Utama (Komersil dan non komersil), maupun KA Lokal di Jawa dan Sumatera, yang terdiri dari KA Komersial (dalam pengelolaan PT KA) dan KA Penugasan (PSO).

Untuk KA Komersial PT KAI dapat melakukan berbagai pengembangan angkutan diantaranya pembuatan KA Baru, rerouting, perubahan kelas layanan maupun penghapusan perjalanan KA yang dipadang merugikan perusahaan. Pengembangan KA penumpang dilakukan dengan Melihat potensi pasar yang ada di beberapa rute yg belum terlayani produk angkutan di luar produk yang sudah ada dilakukan perjalanan KA baru dengan rute yang belum terlayani oleh KA – KA yang lain diantaranya:

Relasi Baru:

  • KA Malioboro Ekspress relasi Malang – Yogyakarta
  • KA Sri Lelawangsa relasi Tebing Tinggi – Medan
  • KA Kalimaya relasi Merak – Tanahabang

 

Penambangan perjalanan

  • KA Kaligung Mas : Tegal (TG) – Semarang Tawang (SMT)
  • KA Tegal Ekspres : Tegal (TG) – Semarang Tawang (SMT)
  • KA Gajah Wong : Lempuyangan (LPN) – Pasar Senen (PSE)
  • KA Madiun Jaya : Madiun (MN) – Yogyakarta (YK)
  • KA Way Umpu : Kotabumi (KB) – Telukbetung (TK)

 

Perpanjangan relasi: KA Bogowonto Pasar Senen – Yogyakarta

ANGKUTAN BARANG

Potensi angkutan barang di PT KAI mulai dibangkitkan pada tahun 2009. Di tahun itu angkutan kontainer di Jawa hanya sekitar 500 Teus per minggu dan angkutan batubara sekitar 8-9 juta ton, di samping barang hantaran yang sangat rendah tarifnya. Mulai saat itu, PT KAI mulai berinvestasi untuk membangkitkan dan memajukan usaha angkutan barang, yang salah satunya dengan pengadaan ratusan gerbong dan puluhan lokomotif serta pengembangan emplasemen bongkar muat barang.

Setelah empat tahun berlalu, angkutan batubara di Divre 3 Sumatera Selatan sudah memiliki dua pelanggan swasta dan perusahaan batubara ternama, PT Bukit Asam, dengan total angkutan batubara tahun lalu sekitar 13-14 juta ton dan angkutan kontainer sekitar 3000 Teus. Selain itu, angkutan untuk barang hantaran pun naik hampir 25%. Tahun 2014/2015, PT KAI menargetkan total angkutan barang mencapai 25 juta ton, angkutan kontainer 6000 Teus per minggu, serta barang hantaran ditargetkan tumbuh sekitar 30% per tahun.

Pencapaian angkutan barang menggunakan kereta api di tahun 2012 ini mengalami peningkatan 14,16% yaitu sebesar 22.079.119 ton dibandingkan tahun 2011. Volume angkutan terbesar adalah dari angkutan batubara yang mencapai 62,73% dari total volume angkutan barang. Sisanya angkutan barang lainnya yang meliputi angkutan petikemas, BBM, semen, curah dan perkebunan, general cargo & BHP, dan lain-lain.

Pengembangan Angkutan Barang

Pengembangan layanan angkutan barang yang baru meliputi:

  • Angkutan Container High Cube yang dioperasikan di Lintas Utara dan Lintas Gedebage–Pasoso.
  • Angkutan Semen Tiga Roda relasi Arjawinangun – Purwokerto : 1 KA/hari, dan Arjawinangun–Brambanan : 1 KA/hari dengan menggunakan angkutan palletisasi.
  • Angkutan Semen Holcim dengan menggunakan Kontainer/Petikemas.
  • Angkutan Batubara Swasta di Sumatera Selatan yaitu PT. Bara Alam Utama dan PT. Bara Multi Sugih Sentosa dengan menggunakan angkutan peti kemas
  • Angkutan kayu gelondongan dari PT. Tanjung Enim Lestari Paper Pulp

 

PENGUSAHAAN ASET

Unit Pengusahaan Aset di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan satu unit yang berada di bawah Direktorat Komersial. Unit ini dibentuk untuk menyelamatkan aset milik perusahaan dan mengusahakan aset tersebut sebagai pemasukan non core perusahaan.

Tujuan pendayagunaan aset di PT KAI yaitu:

  • Peningkatan pendapatan perusahaan
  • Peningkatan citra perusahaan terkait pemanfaatan aset secara legal oleh mitra kerjasama
  • Peningkatan nilai aset khususnya melalui kerjasama Bangun Guna Serah maupun Bangun Serah Guna dimana di atas aset tanah akan berdiri bangunan komersial bernilai tinggi yang di akhir kerjasama akan menjadi milik PT. KAI (Persero)
  • Pengurangan beban operasional (perawatan, pengamanan dan penjagaan) dan PBB atas aset.